Arian & Rin

Arian & Rin
Bagian 57


__ADS_3

Skip seen..


Di 4 bulan saat itu jenis kelaminnya udah keliatan  yaitu laki-laki.


Aku dan Arian setiap berkomunikasi tentang anak kita yang di bahas pasti nama.


Setiap bulan aku selalu rutin USG bersama Arian ke dokter.. Dan perkiraan dokter Rin akan segera melahirkan minggu ini, karena sudah ada tanda-tanda.


Keluarga sudah berada di aussie sejak kemarin, karena kita emang udah ngobrolin hal ini.


Aku yang sekarang udah susah tidur akibat sudah 9 bulan kandungan, aku sering kencing, terkadang bayiku nendang di malam hari. Pokoknya macem-macem. Arian juga terkadang sering aku gangguin tidurnya minta tolong anter kencing.


.


.


.


Setelah melewati beberapa fase hamil yang cukup sulit, akupun melahirkan pada tanggal 7 Januari siang hari di rumah sakit..


Ooowwaa~ ooowwaa~ ..


Anakku terus menangis dan aku menggendongnya dengan penuh bahagia terharu, Arian yang berada di sampingkupun ikut terharu berkaca-kaca. Aku melihat Arian yang sangat bahagia kemudian mencium keningku dan meneteskan air mata nya.


"terima kasih telah berjuang sayang" kata Arian yang terus menciumi keningku.

__ADS_1


Aku hanya bisa tersenyum sambil mengangguk, mungkin efek biusan dan tekanan saat melahirkan. Arian pun keluar dan memberitahu keluarga bahwa anak kita lahir sehat dan aku pun baik-baik saja. Ibu, Ayah, adik-adiku, Mamah dan Papah semua terharu bahagia.


Setelah bayi kita di bersihkan kemudian di simpan di infant bed khusus yang berada di sisi kasurku, keluarga mengerumuninya.


"yaampun cucuku tampan sekali, beratnya berapa nak ?" tanya papah padaku.


"beratnya 3.5 pah, dan tingginya 49.8" kataku terbaring lemas.


"wih ideal yah segitu, bagus lah, papah senang sekali" tutur papah padaku.


"ntar udah gedenya tingginya kayak bapaknya nih, mungkin nyusul bapaknya nanti haha" kata ibuku pada Arian. Arian yang sedang duduk di sampingkupun hanya tertawa.


"aduh bu.. Ntar Rin paling pendek dari mereka berdua" candaku pada ibu.


"yang penting bayi nya sehat aja bu" kataku.


"oh ya namanya siapa?, kalian udah kasih nama ?" tanya mamah pada kita.


"Zayn Putra Nugraha, nama tengahnya pake nama Ian, dan belakangnya pake nama papah biar ntar udah gede pada ngenalin turunan" jelas Arian pada Mamah.


"bagus banget namanya, siapa yang pilih ?" tanya Ayah.


"Zayn dari Rin dan nama panjangnya dari Ian" kata Arian.


Mereka terlihat bahagia, sedangkan aku yang terbaring hanya bisa mendengarkan dan tersenyum saja hingga terlelap, jadi ntah selanjutnya mereka berbincang apa.

__ADS_1


Di malam hari nya aku terbangun karena Zayn menangis. Akupun langsung membangunkan Arian untuk menggendongnya padaku.


"sayang, bangun.." kataku yang berteriak sedikit, karena Arian tidur di sofa.


Arianpun bangun dan buru-buru menggendongnya padaku. Dan akupun mulai memberinya ASI.


"Zayn, anak mamah.. Kamu lapar nak, makan yang banyak yah, nanti udah kenyang kamu tidur lagi oke" kataku yang berbicara pada Zayn.


Arianpun mengawasi aku yang sedang menyusui, ia yang masih terkantuk-kantuk duduk di kursi.


"Zayn anak papah.. Abis ini Zayn tidur lagi yah, biar mamah bisa tidur nyenyak" Arian yang sambil mengelus pipi Zayn.


Beberapa menit kemudian Zayn kembali tertidur dan Arianpun kembali memindahkan Zayn ke infant bed.


.


.


Keesokan harinya, aku dan Zayn di periksa oleh dokter bahwa semuanya stabil. Dan aku bisa pulang nanti siang bersama Zayn dan Arian. Syukurlah.. Karena aku sudah tak betah tinggal di rumah sakit.


.


Akhirnya aku tiba dirumah dengan sambutan keluarga besar bertuliskan "welcome world Zayn Putra Nugraha".  Aku sangat senang sekali mereka semua sangat menyayangiku dan di tambah kebahagiaanku adanya Zayn begitu sempurna.


Hari demi hari dilewati begitu cepat beberapa hal pun banyak terjadi, seperti Anjasta dan Nania menikah dan memulai kehidupan baru di apartement nya Anjasta yang baru saja ia beli, kemudian papahnya Arian yang pensiun digantikan dengan Arian, melewati setiap imunisasi Zayn. Dan ini yang sangat menyenangkan, aku, Zayn dan Arian akan ke bali untuk melihat rumah yang sudah jadi.

__ADS_1


__ADS_2