
Kita menghabiskan waktu indah kita di lombok dan 2 hari kemudian kita sekeluarga pun balik lagi ke bandung, Arian nggak ikut mobilku karena dia juga bawa mobil.
"Rin sama Arian aja nggak apa-apa kan yah Bu ?" kata Arian.
"oh iya iya boleh biar adik-adik nya Rin pada tidur sendiri-sendiri di belakang" Kata ayah "hati-hati yah Nak Arian jangan ngebut" Kata ibu "iya siap Bu" . akhirnya akupun ikut Arian.
…
Sesampainya di bandung malam.
"ya udah aku turun yah" kataku.
"turun gitu aja ? Nggak ada yang mau di kenang semaleman gitu ? Di tinggal gitu ?" katanya sambil memiringkan kepalannya padaku artinya dia meminta cium pipi , akupun langsung menciumnya dan spontan dia menoleh kearah mukaku otomatis bukan cium pipi ini mah cium bibir haha.
"Iya udah , langsung tidur yah bebersih dulu ok ingat! mimpiin aku ok" katanya , akupun tertawa saja dan mengangguk sambil membuka pintu mobil , sebelum kututup pintu mobilnya.
"hati-hati yah Arian , jangan ngebut 12 hari lagi kita menikah lho" kataku.
"iya sayang iya.." katanya.
Diapun belum jauh pergi tiba-tiba dia mundurin mobilnya kemudian diapun berhenti dirumahku lagi dan dia turun , aku yang lagi bantu ibu sama ayah kemas barang , "Bu yah Arian pamit pulang yah makasih untuk hari ini nya , maaf soalnya Arian banyak urusan tertunda jadi tadi buru-buru permisi yah Bu , bye sayang" katanya sambil sungkem ke ayah dan ibu. Ahh Arian ada-ada aja . akupun masuk rumah , bebersih, ganti baju dan tidur .
...
-aku tak mudah mencintai tak mudah bilang cinta tapi mengapa kini denganmu aku jatuh cinta-
...
Sambil memejamkan mataku dalam hatiku berpuitis , yang indah di setiap detik, walaupun cuaca berintik, indah melebihi sunset.. Dan aku pun tak sadar tertidur lelap.
...
Aku terbangun dipagi hari seperti ada yang membelai rambutku , akupun membuka mataku perlahan itu adalah Arian , dia sudah tampan dan wangi. Dia selalu memakai kemeja kemana-mana nggak di Aussie nggak di bandung sama saja diapun menatapku sembari tersenyum.
"indah melebihi sunset, sejuk seperti matahari baru terbit" katanya yang membuatku langsung terduduk dan menatap heran , iya heran karena puisi itu kubaca tadi malam hingga aku tertidur tapi dalam hati tidak aku tulis.
"Arian .." kataku, Arian pun masih tertekuk di samping kasurku sembari tersenyum.
"kenapa ?" tanyanya.
__ADS_1
"eung[1] .. Nggak apa-apa sih, tapi.. Kok kamu bisa tau puisi yang aku fikirkan tadi malam ? Aku kan nggak tulis puisi itu" kataku heran.
"haha" katanya.
"kok ketawa sih ?" kataku yang heran.
"Rin.. Aku itu kenal sama kamu udah lama jadi aku tau kamu lagi berfikir apa, sudahlah sekarang kamu bangun , mandi , sarapan dan kita pergi" katanya.
"kemana ?" tanyaku.
"11 hari lagi kita menikah Rin" katanya.
"iya iya aku siap-siap dulu" kataku sambil beranjak berdiri dan keluar kamar di iringi Arian dari belakang.
...
Setelah selesai semuanya kitapun berangkat .
...
Toko emas
Hari ini aku dan Arian akan pergi ke toko emas untuk memesan cincin pernikahan 11 hari lagi.
"jangan yang terlalu rame cincinnya" kataku.
"tau kok , yang mata 1 ukuran 12 kan ?" katanya.
"iyap.. Benar" kataku "Kamu pasti nggak akan tau ukuran jari manisku" katanya.
"tau lah" kataku.
"berapa ?" , "14 kan ?" kataku, diapun tertawa.
"itu tuh Rin yang itu" katanya sambil menunjuk kearah 2 buah cincin berwarna emas dengan mata 1.
"yang mana ?" tanya ku , langsung aku melirik nya.
"oh itu ya itu bagus tuh" kataku.
"mbak.. Bisa tolong lihat yang ini ?" Kata Arian pada mbak toko emas.
"oh iya boleh" kata mbaknya , dan di keluarkan lah kedua cincin itu Arian dan aku melihat-lihat cincinnya dan ternyata cocok.
__ADS_1
"gimana ? Mau yang ini aja cincinnya sayang ?" Tanya Arian.
"ini cukup elegant dan nggak terlalu ramai kan" lanjut Arian.
"iya iya sih bener bagus bentuknya simple gitu" kataku.
"eum.. Mbak, simpan cincin ini yah buat 11 hari lagi" Kata Arian.
"eh iya mbak ini berapa gram ?" tanyaku.
"ini 20gram teh, mau yang ini aja ?" Tanya mbaknya.
"iya udah itu aja" kataku , mbaknya langsung menuliskan nota untuk pembayarannya dan Arian pun langsung membayarnya cash.
...
Kamipun selesai memesan cincin pernikahan kami pun berencana untuk melihat gedung pernikahan yang telah papahnya Arian pesan.
...
Sesampainya di Gedung.
"ini gedungnya ?" kataku.
"iya sih , papah share location ke aku Iya ini tempat nya sih , lumayan yah bagus" Kata Arian.
"iya ih serius ini mah bukan lumayan lagi udah bagus banget, iya udah ini aja , oh iya undangan mau kapan ?" tanyaku.
"Kata mamah sih ada tempat yang memang recommended banget buat bikin undangan, besok kita kesana aja, sekarang kita makan siang aja dulu , Kamu pasti lapar kan ?" Tanya Arian padaku.
"oh gitu yah, ok lah tenang kalau udah semuanya di persiapin, iya sih aku lapar banget , iya udah kita makan aja dulu" kataku.
"iya sayang, Mau makan dimana ?" tanya nya.
"dimana aja yang penting enak deh, aku lupa jalan-jalan nya tempat makan, aku malas sharecing Google" kataku.
"iya udah kita cari aja yah" katanya.
"iya" . kami pun sambil toleh kanan kiri mencari kedai atau cafe yang deket sini dan akhir nya ada kamipun langsung singgah di tempat makan itu.
***
__ADS_1