Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 20


__ADS_3

I knew I loved you then


But you'd never know


'Cause I played it cool when I was scared of letting go


I knew I needed you


But I never showed


But I wanna stay with you


Until we're grey and old


Just say you won't let go


Just say you won't let go


James Arthur - Say you won't let go


...


1 bulan kemudian aku dan Arian pun pulang ke Indonesia.


"sayang, tiket pesawat udah dibawa ?" kataku


"udah sayang ini" sambil menjulurkan tiketnya ke arahku.


"iya udah ayo" kataku sambil tergesa-gesa di bandara.


...


Kitapun sudah di dalam pesawat "sayang aku laper banget" kataku.

__ADS_1


"bentar aku panggil pramugarinya dulu" katanya.


"iya.." , setelah di antar makanan kita pun langsung memakannya tiba-tiba Arian memelukku.


"eh apa ?" kataku kaget.


"sini foto bareng" katanya sambil memegang kamera 'cekrek'.


"nah kan so sweet" katanya sambil melihat kearah hasil foto.


"sumpah yah kamu beda banget sama yang dulu" kataku yang serius.


"kenapa ?" tanyanya heran.


"beda apanya sih sayang ?" lanjutnya.


"iya makin romantis hehe" kataku yang ekspresi wajah ku seketika berubah jadi senyum.


"ish kirain aku ada kekurangan gitu bikin kaget aja sih kamu " katanya.


"haha iya seriusan kamu tuh yah" akupun terus ngobrolin macam-macam.


...


Tak kerasa akupun tertidur dan di bangunin Arian "sayang bentar lagi landing ayo bangun" katanya sambil di tepuk-tepuk pipiku pelan akupun terbangun, akupun merenggangkan tubuhku dan tangan ku, tanganku sengaja mencolek pipinya Arian pada saat tanganku merentangkan ke arahnya, Arian pun langsung tertawa termasuk aku.


...


Aku dan Arian pun langsung turun , antri bagasi "aduh aku kok deg-degan sih" kataku sambil memegang dadaku "kok malah kamu yang deg-degan sih harusnya aku yang deg-degan" katanya yang membuatku tertawa dan yah memang aku melihat dari raut wajahnya yang mulai pucat pasi.


...


Aku langsung melirik dari arah kanan ku dan arah kiri Arian tiba-tiba ada suara ibu-ibu yang memanggil namaku Rinn... Aku terus mencari arah suara itu dan ternyata muncul dari arah depanku dan ternyata itu ibu, akupun langsung memeluk ibu dan sungkem termasuk Arian juga "ini siapa Rin ?" tanya ibu pada ku.

__ADS_1


"eum masa ibu lupa sih , ini Arian lho Bu anaknya pak Nugraha sama ibu Margaret tau kan ?" kataku.


"bentar ibu lupa lho ini biar ibu ingat-ingat dulu" katanya.


"iya udah sekarang kita makan dulu aja yah bu, oh Iya ayah mana Bu ? Adik-adik juga ?" tanyaku yang baru ingat.


"oh itu ayahmu lagi ketoilet Tino sama Wanda (adik-adiknya Rin) pada kebelet pipis" jelas ibu.


"ini siapa Rin?" tanya ayah.


"itu lho yah ih masa pada lupa sih ah nggak seru , ini anaknya pak Nugraha sama Bu Margaret" kataku, ayah pun agak lama mikir sambil terus memandang muka Arian.


"oh iya ayah inget yang pas waktu SMA nya barengan kan sama Arian iya iya ayah inget" katanya sambil tertawa dan menepuk pundak Arian.


"yang mana sih yah, ibu lupa" kata ibu.


"itu lho Bu yang rumahnya di komplek A sekarang yang perumahan elit yang dulu pernah satu SMA sama Rin dulu" jelas Ayah pada ibu , dan ibupun baru inget.


"oh iya iya ibu baru inget aduhh Nak Arian bikin pangling aja sih tambah ganteng banget yah" kata ibu yang mulai akrab Arian pun tertawa.


"haha ibu bisa saja" Kata Arian , wah bahasanya baku lagi mungkin gara-gara deg-degan juga kali.


"Tino.. Sini kakak gendong" Kata Arian sambil mengendongnya.


"ciee di gendong kakak ganteng , Tino kalah sekarang haha" kataku sambil mencubit canda Tino dan Tino pun hanya tertawa saja..


...


Sesampainya di rumah kamipun di suruh berkemas dulu dan bebersih langsung makan ... Ketika acara makan malam setelah Tino dan Wanda selesai makan lalu pergi ke kamar nya untuk tidur, suasanapun jadi semakin canggung karena acara makan malam di rumah ini bukan makan malam biasa tapi Arian akan di introgasi oleh ayah dan ibu.


Sesampainya di rumah kamipun di suruh berkemas dulu dan bebersih langsung makan ... Ketika acara makan malam setelah Tino dan Wanda selesai makan lalu pergi ke kamar nya untuk tidur, suasanapun jadi semakin canggung karena acara makan malam di rumah ini bukan makan malam biasa tapi Arian akan di introgasi oleh ayah dan ibu.


***

__ADS_1


__ADS_2