Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 37


__ADS_3

Sesampainya di kantor, semua pegawai tertuju pada Arian.


"selamat pagi pak Stefan" salah satu pegawainya Arian.


"iya selamat pagi" nada datar nya.


"selamat datang pak" ada lagi dari manager nya.


"Iya.. Pak wildan apa kita bisa bicara di ruang rapat tentang perusahaan ?" Kata Arian.


"baik pak" jawab pak wildan.


"tapi nanti aja sekitar 15 menit lagi , saya mau ke ruangan pak Nugraha" Kata Arian.


"baik pak" jawabnya dan Arian pun pergi banyak sekali yang menyapa Arian dan mereka tau kalau Arian baru keluar dari RS.


"pagi pak Stefan, saya denger-denger nih pak Stefan baru keluar dari RS yah ? Kenapa bisa pak ? Harusnya bapak hati-hati pak" Kata pegawai nya yang bernama Siska yah.. Dia sangat menyukai Arian semua pegawai hingga OB juga tau sampai-sampai papahnya Arian juga tau , sebenarnya Arian juga udah tau tapi yah taulah Arian nggak peduli sama sekali.


"pagi. Iya saya baru keluar dari RS , kenapa ? Dari pada kamu nanya hal yang nggak penting sama saya mending kamu kerja yang bener-!!" nada Arian yang agak marah itu, Arian kan memang tegas orangnya.


"kamu kerja disini mau bener-bener kerja atau cuman mau deketin saya ?, saya ingatkan yah , saya tau kamu itu suka sama saya tapi saya kan sudah menikah dan kamu tau kan, jadi tolong jaga sikap kamu selayaknya pegawai dengan atasan, permisi!" Arian pun langsung pergi meninggalkan Siska, dan Siska pun tertunduk malu dan pergi kembali ke tempat duduknya..


.


.


"Ahh.. Hari pertama masuk kantor udah bikin rese aja !" gumam keluhnya Arian sambil berjalan ke ruangan papah dan mamahnya Arian , sesampainya di depan pintu ruangan kerja orang tua nya.


Arian pun merapikan jas, dasi dan rambutnya yang di biarkan berjambul kedepan itu.


"pagi mah pahhh.." sapa cerianya Arian pada orang tua nya.


"pagi Nak" jawab mereka.

__ADS_1


"oh iya maaf yah papah sama mamah tadi buru-buru banget, gimana keadaanmu sekarang Nak ?" tanya papah.


"sedikit lagi juga sembuh pah, cuman agak kadang datang pusing-pusing dikit lah" Kata Arian.


"jangan maksain kalau kamu nggak kuat , oh Iya, file udah dibawa kan Arian ?" Kata mamah.


"iya mah, udah ini di koper , mau rapat sekarang ?" Tanya Arian.


"emm.. Sekitar 10 menit lagi" jawab papah nya Arian.


"oh gitu , ya udah Arian kebetulan ada urusan sama pak wildan bentar , nggak apa-apa kan Arian tinggal dulu" Kata Arian pada orang tua nya.


"ada apa emang?" Tanya mamahnya Arian.


"emm.. Ada sesuatu aja, ya udah Arian ke ruangan dulu yah mah pah" Kata Arian sambil berjalan menuju pintu keluar.


.


.


"pagi Arian" sapa Arian , Arian pun langsung berhenti dan menoleh.


"pagi.. Emm.. Bisa ulang nggak kamu tadi manggil saya apa ?" nadanya yang sudah memuncak .


"emm.. Arian.." Kata Alika yang terbata-bata, Arian pun langsung pergi sambil berbicara "karyawan jaman sekarang nggak ada sopan santun sekali , menjijikan!!" katanya yang cukup terdengar oleh beberapa karyawan di sekitar nya membuat karyawan lain pun diam tertunduk , karena sebagian orang tau jika mood Arian sedang buruk, sesampainya di tempat pak wildan.


"pak, bisa sekarang kan ? Mari ikut saya ke ruangan " katanya yang sopan itu tapi raut wajah seperti guru killer yang sedang kumat killernya.


.


.


.

__ADS_1


Sesampainya di ruang kerja Arian.


"silahkan duduk dulu pak" Kata Arian pada pak wildan, Arian pun melepas jas hitamnya nya dan di taruh di sandaran kursinya, kemudian Arian pun duduk di sebelah Kiri pak wildan.


"em.. Bapak sehat kan ? Nggak punya riwayat penyakit jantung ?" Tanya Arian yang tiba-tiba, membuat pak wildan keringatan.


"ng..nggak punya pak, kenapa yah ? Bukannya bapak mau ngebahas tentang perusahaan yang sedang menurun ?" Kata pak wildan yang sudah terlihat sangat cemas.


"yah.. Memang, tapi itu nanti kita bahas di ruang meeting saja, sebenarnya saya manggil bapak karena bapak papahnya Reynando" Kata Arian, yang ternyata Arian sudah tau pelaku yang sebenernya itu siapa.


"memang kenapa yah pak dengan anak saya ?" Tanya pak wildan.


"ah tidak.. Mungkin hanya menaruh suatu perasaan tertentu pada istri saya Rin dan melakukan problem yang besar" Kata Arian yang menatap pak wildan yang sudah sangat berkeringat dingin karena takut.


"masalah apa pak?" Tanya pak wildan.


"emm.. Masalah nyawa pak" Kata Arian yang santai sambil meneguk kopi yang ada di meja.


"nyawa ? Memang anak saya telah melakukan apa ?" Tanya pak wildan yang dari tadi menanyakan penjelasan, karena pak wildan tidak tau jika anaknya, Reynando itu sangat jahat.


"oh.. Nggak nggak pak , Rey nggak ngelakuin apapun tapi rey menyuruh seseorang yang istri saya kenal hingga dia masuk penjara, seharusnya anak bapak yang masuk penjara yah haha, lucu sekali" Kata Arian yang sudah benar-benar sangat ingin marah besar tapi dia tahan, tiba-tiba asisten Arian pun mengetuk pintu.


"yah masuk" teriak Arian.


"maaf pak Stefan, Kata pak Nugraha meeting akan segera di mulai" Kata nya.


"baik , nanti saya keluar" jawab Arian dan pintupun di tutup kembali.


"ya sudah , bapak bisa cerna pembicaraan saya tadi , saya juga tau bapak itu orang baik dan tidak tau menau masalah ini tapi setidaknya bapak mengetahui sifat anak bapak yang sesungguhnya gimana" Kata Arian.


"emm.. Ba..baik pak, pe.. Permisi" Kata pak wildan langsung berdiri dan pergi dengan rasa takut , Arian pun berdiri dan mengambil jas nya kemudian dia pakai dan keluar ruangan untuk meeting..


***

__ADS_1


__ADS_2