
Kau tak pernah tau Arian betapa aku mencintaimu sangattt mencintaimu, tapi aku ingin tau yang sebenernya sama perasaan kamu.. Arian.. I love you ~.
…
Arian masih memikirkan perkataan Rey Malam hari itu.
"Aku harus tau apa yang dikatakan Rey tadi pagi" .. Bicaranya.
Di apartment Rin
"Aduh... Arian kok nggak ada kabar sama sekali dari pagi , aku khawatir, apa aku telepon aja ?" aku yang duduk di sofa sambil memandang ke arah jendela kaca besar di depanku ini dan langsung mengambil ponselku dan ku telepon Arian.
drrtt...
"Hallo ?" jawab Arian yang seperti baru bangun tidur.
__ADS_1
"kamu kemana aja ? Biasa nya sehari itu kamu hampir 4 kali telepon aku" protesku yang rutinitas nya berbeda seperti biasanya.
"aku.. Aku cuman agak pusing aja kok nggak apa-apa aku udah minum vitamin juga tadi" jelasnya yang lesu itu membuatku samakin cemas.
"hm.. Kamu itu jaga kesehatan juga dong ntar besok siang aku ke apartment kamu, bawain buah apa ?" aku yang kini berada di kamar sambil duduk di atas kasur sandaran.
"eumm.. Aku ingin buah hatimu Rin" candanya yang membuat keseriusan ku pecah.
"hah!? Apa !? Buah hati ?? Haha bisa aja kamu ini lagi sakit pun bercanda" Aku yang agak sedikit canggung kembali bercanda dengannya.
"haha.. Masa kamu nggak tau buah favorite ku Rin?" tanyanya yang membuatku tersenyum.
"ok lah, Ntar besok siang kesana aku bawain yah, istirahat yang cukup ok bye" aku menunggu jawaban akhir darinya dan ternyata tidak dijawab pas di lihat di gadget ponselku udah mati. Argh!! Stefan Arian!!! Awas aja besok aku nggak akan biarkan kamu lolos di kasur.
…
Arian yang sedang tiduran di sofa dan sudah mandi sepulang dari apartemen Rey, memakai kaos putih dan jeans hitam memandang gadget nya dan ternyata sedang memandang foto Rin.
"Rin .. Aku begitu senang saat kamu cemaskan aku seperti itu, aku bener-bener senang.. Aku tunggu kamu siap jadi istriku Rin, dan masalah itu aku masih pikirkan baik-baik hatiku yakin hatimu juga cuman ada aku" aku yang sambil mengelus-elus gadget nya yang berfotokan Rin itu sambil tersenyum hangat dan dia bangun dari tidurannya itu kemudian memegang jidatnya sendiri.
__ADS_1
"wow aku panas haha" Arian pun langsung duduk sebentar dan berdiri menuju toilet untuk mencuci muka, tiba-tiba ada telepon, Arian pun langsung buru-buru melihat nya.
"oh dari Rey" langsung di angkat telepon nya.
"iya hallo Rey ada apa ?" Arian pun kini duduk kembali di sofa sambil menggenggam ponselnya yang sedang menerima telepon dari Rey.
"lo udah tau maksud gue?" Rey yang menyeringai itu membuat Arian juga tersenyum kecut sambil mengerutkan dahinya oleh tangannya itu.
"hah..(menghelai nafas yang berat) belum tau" jawabnya penuh kepusingan itu.
"haha... Nggak usah terlalu di fikirkan Ian, belum saat nya mungkin. Udah yah bye" langsung Arian mematikan teleponnya dan bersandar di sofa sambil menengadahkan kepalanya ke arah langit-langit atapnya itu sambil menghela nafas dan masih memegang ponselnya kini dua tangan dan matanya menuju chat-chat sebelum nya dari Rin, Ian pun tersenyum senyum.
"Rinn.. Kumohon jadilah istriku" keluhnya yang seperti orang yang sangat frustasi.
Apartment Rin...
Kini Rin yang sedang berbaring tersikur di sofa depan tv itu sambil serius mengamati tvnya itu tiba-tiba teringat Arian.
"duhh.. Aku jadi ingat Arian, tapi dia kan lagi sakit aku nggak mau gangguin dia, Arian.. Jujur aku sangat mencintaimu, dan aku berbohong jadian lagi. Padahal aku cuman ingin tau hatimu aja, aku masih nggak karuan sekarang" tiba-tiba ada telepon dan ternyata dari Anjasta, sebenernya aku malas angkat telepon nya tapi yah mau gimana lagi aku sudah janji untuk bicarakan lagi malam ini.
"hallo.." jawabku lemas.
"aku pengen kita balikan lagi Rin, aku baru nyadar kalau kamu wanita yang berharga dalam hidup aku" permohonan yang membuatku lelah mendengar nya.
__ADS_1
"Jas! Paham sedikit ! Aku udah dikecewain sama kamu, aku capek jas! Aku ini orang terbodoh kalau sampai aku menerimamu lagi!! Come on Anjasta!! emang nggak ada wanita lain yang bisa kamu permainkan dan di manfaatkan hah!! Sudah yah aku lelah ini sudah malam, aku ini manusia butuh tidur dan Bermimpi ! Bye!!" ku matikan telepon nya dan aku langsung mematikan tvnya aku beranjak bangun dan pindah ke kamar dan tidur.
***