Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 25


__ADS_3

Teringat masa dimana kita saling kaku, saling ragab, hanya tatapan dingin dan tingkahmu yang jutek, tapi.. Di relung hati ternyata tersimpan rasa cinta. Cinta yang sangat besar dan tuhan tau jika kamu memang jodohku ~Rin


 


____________________________________


 


Pada saat itu aku sedang tak mampu mengutarakannya . aku bingung.. Bagaimana cara mengungkapkan nya.. Aku mempersiapkan semuanya selama ini.. Dan hingga detik ini aku berdiri aku tidak hanya mempersiapkan hati,cinta dan sayang.. Tapi materials untuk kehidupan kita selanjutnya aku sekarang siap menjadi seorang laki-laki, suami dan ayah untuk anak-anak kita kelak ~Arian


 


____________________________________


 


Di perjalanan menuju luar kota "ayah kita mau ke mana sih ?" tanyaku pada ayah yang sedang menyetir di sebelahnya ibu dan aku duduk di belakang adik-adik aku di paling belakang duduk nya .. Aduh... Arian kok dari kemarin nggak ada kabar sih aku terus ngeliatin ponselku , nggak biasanya aku jadi tambah khawatir gini ya tuhan.


"udah dong Rin , nanti juga ada kabar" Kata ibu yang melihatku dari tadi gelisah pucat pasi.


"dari kemarin lho Bu ini masa iya sibuk dari kemarin ? Emang nggak ada waktu jeda ? 1 menit aja gitu buat ngabarin apa kek , ini nggak sama sekali" kataku yang sambil gelinang air mata.


"udah Rin udah , paham dong ah" kata ayahku ,akupun langsung diam.


"kamu udah dewasa Rin kamu harus paham ngerti kamu!?" Kata ayah yang emosi padaku akupun diam.


 



 


Aku di perjalanan terus aja mikirin keberadaan dan keadaan Arian , di telepon nggak angkat di chat nggak balas , ya tuhan.. Ada apa ini ?.


 


...


 


Berhenti di sebuah kedai makanan dan aku makan nggak nafsu lemes banget..


 


...


 


Kembali berangkat aku sambil menilik-nilik cincin tunanganku jadi ke ingat di Aussie pas dulu Arian bilang well you marry me dulu ahh.. Arian.. Aku rindu..


 

__ADS_1


...


 


Sampailah di suatu kota aku nggak tau di mana ini karena banyak pohon-pohon dan mobil kamipun berhenti di sebuah hotel "ayo rin cepet nanti terlambat" kata ibu.


"emang mau ngapain lagi sih bu ? " tanyaku lemas.


"udah jangan banyak tanya ayo" kata ibu.


"iya iya..". Aku langsung pesan kamar dan mengambil kunci kamar yang di sodori oleh petugas hotel. Akupun ke lantai 2 dan mencari nomor kamar ku 64 dan akhir nya aku masuk dan beberes baju kemudian akupun langsung ganti baju dan terdiam , tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


" Rin ayoo cepat " itu suara ayah.


"iya iya.." aku pun langsung keluar kamar dan turun ke bawah.


"mau kemana sih yahh Bu??" kataku.


"ke pantai" kata ibu.


"ngapain ke pantai malam-malam gini ?" tanyaku . dan tidak di jawab , sampailah di pantai banyak lampu-lampu dan seperti ada acara besar gitu aduh duh jadi tambah sakit gini tapi kok ini kayaknya kenal yah tempat yang suka ada di.. Eh bentar ini kan.. Lombok ?


"Ayah.. Ibu.. Ini di lombok ?" tanyaku.


"eumm tanya aja sama orang itu tuh" Kata ibu yang menunjuk kearah belakangku, akupun menoleh dan ternyata itu Arian.


"Arian..?" aku kebingungan dia berdiri sambil memegang cake bertuliskan happy birthday to my queen dan ada umurku disitu dengan angka 25 , akupun menoleh kearah ibu dan ayah.


"happy birthday my queen" Kata Arian yang sembari menyalakan lilinnya.


"ok sekarang tiup yah jangan lupa berdoa" Kata Arian, akupun memejamkan mataku sambil mengkatupkan kedua tanganku.


"tuhan.. Hari ini aku sangat bersyukur sekali dan hari-hari sebelumnya juga semoga kebahagiaan ini hingga tua bersama Arian .. Amin" kataku dalam hati aku langsung meniupnya.


"ok sekarang kamu potong kue nya" katanya sambil menyodori pisau kue.


"mau kasih kesiapa dulu ?" tanya Arian, akupun menyuapi ibu langsung ayah kemudian aku.


"ke aku nggak akan ?" kata Arian.


"buat apa ke kamu, Kamu kan tinggal ambil sendiri , aku tuh pengen marah sama Kamu" kataku ketus.


"lah.. Kan udah tau sendiri aku nyiapin ini buat Kamu, terus kenapa nggak jadi marah ?" tanyanya.


 "aku nggak pernah bisa marah sama my king, ini buat kamu" akupun langsung menyuapi Arian , ditaruh lah kue itu di meja dekat dengan kami kemudian Arian pun mencolekku dengan cream putih dari kue ke hidungku , akupun langsung mencolek cream nya tapi Arian berusaha lari aku kejar yah alhasil aku kejar-kejaran sama Arian di pantai , yah walaupun udah nggak ada sunset tapi ini sangat romantis.


 


Iringan lagu romantis dari Christian P .


 

__ADS_1


Heart beats fast


Colors and promises


How to be brave


How can I love when I'm afraid to fall


But watching you stand alone


All of my doubt, suddenly goes away somehow


 


One step closer


 


I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


 


Christian P - A Thousand Year


 


sementara ibu dan ayah pergi karena dari tadi adik-adik tidur dan melanjutkan di kamar hotel , aku dan Arian pun menikmati malam yang penuh cinta ini.


"mumpung nggak ada ibu dan ayahmu" Kata Arian.


"emang mau apa sih ?" tanyaku.


"menciummu" katanya tanpa jeda dan perlahan dia langsung mencium bibirku lama.


 


...


 


Akupun masih di pantai terduduk.


"seandainya masih sorean yah pasti indah banget" kataku, Arian pun memegang tanganku.


"lebih indah kamu daripada sunset" katanya sambil melihat kearahku sambil tersenyum.


***

__ADS_1


__ADS_2