Arian & Rin

Arian & Rin
Bagian 51


__ADS_3

Malam pun tiba, Arian yang sudah membawa beberapa minuman di dalam mobil untuk di minum berdua bersama Reynando, raut wajah Arian yang penuh amarah itu ia tahan, 100km/jam mobil yang di kendarai Arian.


"gila, berani-beraninya Rey jatuh cinta sama istri orang, loe lagi berhadapan sama Stefan Arian Putra Nugraha, gua kesel pengen bikin loe babak belur Rey, aaarrgghh!!! Stupid!!!" Arian yang sedari tadi emosi hingga mengeluarkan bunyi klakson berkali-kali karena di pukul-pukulnya keras.


.


.


Sesampainya di apartement Reynando, Arian dari lobby sudah memasang wajah kesal, penuh emosi dengan jalan tegapnya.


Lorong-lorong dia lewati dan menaiki lift dan menekan tombol 20, sampailah di lantai 20, Arian mencari pintu nomor 201. Berdiri di depan pintu kemudian dengan sangat terpaksa Arian memajang wajah biasa saja sambil tersenyum, kemudian...


Tinenggg...


Suara bel di tekannya.


"wait..!!" terdengar suara teriakan Rey dari dalam.


5 menit kemudian.


"surprise!!!" kata Arian sambil tersenyum pada Reynando dan sambil mengangkat beberapa bir yang dibawa nya tadi.


Seketika pandangan Rey terkejut.


"eh!! Ian.. ? Tumben, masuk sini" kata Rey yang mempersilahkan masuk pada Arian.


"oke, thankyou" katanya.


Arianpun masuk kedalam dan menaruh bir itu di atas meja, kemudian duduk.

__ADS_1


"mau gua ambilin sesuatu buat loe ian ?" tanya Rey pada Arian.


"oh nggak perlu, gua udah bawa bir nih, duduk aja" suruh Arian.


Akhirnya Rey pun duduk dengan tatapan heran.


"mmm.. Btw, ada acara apa nih ? Sampai bawa bir segala ?" tanya Rey masih sama dengan terheran-heran.


"loe tau istri gua kan ?" kata Arian, sambil membuka bir untuknya dan untuk Rey.


"iya iya tau lah, Rin kan sahabat gua juga dari SMA, dia.. Kenapa emang ?" tanya Rey.


"gua bakal jadi seorang ayah sekarang Rey" kata Arian sambil meminum bir nya.


"... Oh iya !?, wow!! Selamat yah ian, nggak nyangka bisa di kasih anugrah secepat itu kalian, sekali lagi selamat yah" Rey pun menjulukan tangannya untuk berjabatan dengan Arian, Arianpun menjulurkan tangannya untuk membalas jabatan nya Rey.


"thankyou yah Rey, iya loh, gua juga nggak nyangka bisa secepat ini, dan loe orang kedua setelah gua yang tau, keluarga belum tau, biar ini jadi kejutan setelah USG besok" kata Arian berbohong, padahal Anjasta tau duluan.


"yaps, betul sekali, tapi bukan itu aja sih yang mau gua kasih tau, ada niatan lain juga" kata Arian sambil menatap sinis Reynando.


"apa ?" Rey pun tertegun sambil meminum bir.


"mm.. Yah sambil ketemu sama loe lah, kita udah lama nggak ketemu kan karena sibuk masing-masing, mumpung sekarang ketemu jadi puas-puasin hahaha" bohongnya Arian, padahal Arian sudah tak kuat menahan amarahnya.


"kirain apa, bikin kaget aja loe haha"


"kok kaget ? Kenapa ? Santai aja kali, nih yah gua kasih tau, kalau orang yang nggak punya salah dia nggak akan ada pikiran buruk ke orang lain Rey, dan begitupun sebaliknya" kata Arian dengan santainya meminum bir sambil sandaran.


"jadi loe nuduh gua punya salah ?" tanya Rey.

__ADS_1


"nggak, gua cuman ngasih tau loe doang, santai bro" Arian masih nanggepin nya dengan santai.


Rey sudah mulai mabuk dan bicarapun sudah mulai tak terkendali.


"kena loe Rey, gua perlu bukti kuat lagi tentang kasus ini, enak aja loe mau rusak rumah tangga orang gitu aja"  nalurinya berbicara.


"Ian.." panggil Rey.


"yaa" sahut Arian.


"gua mau ngomong sama loe baik-baik nih" kata Rey sambil teler.


"apa? Ngomong aja" kata Arian yang diam-diam menyalakan video tanpa Rey tau.


"kenapa loe pecat papah gua ?" kata Rey.


"karena papah loe korupsi Rey, kalau nggak di keluarin papah loe ngehancurin perusahaan gua secara berkala Rey, gua tau papah loe Rey, maaf maaf aja yah, papah loe itu licik Rey, dia nggak pernah mikir apa ? selama ini keluarga gua kurang baik gimana sama dia ? Papah loe itu dulunya cuman karyawan biasa Rey, bertahun-tahun di percaya sama keluarga gua, tapi papah loe nge-khianatin keluarga gua, jadi sorry gua bukannya mau hancurin hidup papah loe, tapi disini gua juga nggak mau di rugiin apalagi sampai perusahaan gua yang keluarga gua kasih dan rintis dari nol, hancur cuman karena adanya korupsi kayak papah loe, sorry Rey" jelas Arian pada Rey, yang membuat Rey tertunduk dan diam.


Rey pun berdiri dan menghampiri tempat duduknya Arian, Arian pun kini merasa tak nyaman.


"Arian.. Loe tau, hidup gua sekerang menderita banget, papah gua loe pecat karena korupsi, gua kecewa sama papah gua, dan sejujurnya, gua benci setengah mati sama loe, karena telah rebut Rin dari gua" pengakuan Rey secara tak sadar membuat Arian mulai terpancing emosi.


"loe suka sama istri gua ?, heh!? Dengerin gua, gua juga nunggu 9 tahun cinta gua terbalaskan Rey, dan gua juga nggak tau kalau Rin juga suka sama gua, tapi untungnya Rin nggak pernah jatuh cinta sama laki-laki penjahat kayak loe!"


"maksudnya penjahat ?" tanya Rey sambil tertawa kecut.


"gua sebenernya udah tau kalau insident dulu yang Anjasta lakuin ke gua dan Rin itu suruhan loe kan ?, dan lagi sekarang perempuan yang ngaku itu di hamilin gua, sebenernya itu juga suruhan loe kan ?" kata Arian yang sudah tak bisa di bendung lagi ke kesalannya terhadap Rey.


"hahahaha... Yah ketauan deh, iya iya betul sekali, karena itu gua tuh sirik sama loe, loe bisa milikin segalanya termasuk Rin, gua benci sama loe!!" kata Rey yang mulai emosi dan main fisik.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun saling baku hantam hingga menimbulkan memar di beberapa bagian, setelah Rey sudah tak sadarkan diri Arian pun menelepon polisi untuk me-penjarakan Reynando, setelah datang polisi, Arian menjelaskan detile nya pada polisi, dan polisi pun memborgol Reynando dan memasukannya ke mobil polisi. Arian di mintai keterangan besok pagi untuk memproses sidang nya Reynando. 


__ADS_2