Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 40


__ADS_3

Aku dan Arian pun mencari hotel setelah dari kedai kopi , ketika di dalam taxi aku dan Arian melihat-lihat dan baguslah ketemu.


"itu aja yah" Kata Arian.


"apa hotel itu nggak terlalu mahal ?" kataku.


"udah ayo..." katanya .


"bli, turun disini aja, berapa ?" Kata Arian pada supir taxi.


"70 ribu kak" Kata sang supir.


"ini bli, kembali an nya ambil aja" Kata Arian.


"makasih kak"..


.


.


.


"saya pesan 1 kamar tidur" Kata Arian pada receptionist.


"atas nama siapa ?" katanya sambil tersenyum dengan muka yang merah merona aku tak tau itu muka merah merona karena blash-own atau melihat suamiku yang tampan ini menyebalkan.


"atas nama Stefan" Kata Arian.

__ADS_1


"boleh di lihat ktp nya pak" pinta receptionist itu pada Arian.


"oh boleh" Kata Arian , kenapa yang di pinta cuman Arian aja ? Aku nggak emang ? udah makin sebal moodku ini.


"oh sudah menikah, ini pak kuncinya" katanya sambil menyerahka  kunci kamarnya.


"iya terima.." belum di selesai kan bicara Arian aku langsung merebut kunci itu dan pergi meninggalkan Arian sambil mukaku penuh dengan emosi.


"terima kasih yah mbak" Kata Arian dan Arian pun langsung lari menyusulku.


"kamu kenapa sih ? Hey, tunggu aku kok cepet banget sih jalannya ?" Arian pun memegang tanganku tapi aku melepaskan pegangan nya.


"Rin.. Hey.. Jangan cepet-cepet jalannya" Kata Arian, akupun melihat kearah kaki Arian.


"punya kaki panjang tapi lamban!!" kataku emosi.


"lho kok marah ? Kenapa ?" Kata Arian terus membujukku , akupun langsung membuka kuncinya dan duduk di tepi kasur mengarah ke arah jendela berdiam diri, Arian pun menekukan satu kaki kirinya dan memegang tanganku.


"bukan itu iann.., kamu emang nggak peka yah" kataku marah.


"yah terus kenapa, muka kamu merah lho itu" Kata Arian sambil mengelus pipiku.


"tadi kamu liat nggak ? Mbak receptionist itu mukanya merah dan pas liat ktp kamu status nya udah nikah liat nggak ekspresi mukanya berubah jadi pucat dia itu tadi tertarik sama kamu ariannn" Arian menatap wajahku dan tersenyum Arian pun kini duduk di samping aku.


"jadi... Kamu cemburu ?" Kata Arian sambil tersenyum.


"iya aku .. Eh Iya gitu lah" kataku, aku gengsi ngomong jujur di hadapan nya.

__ADS_1


"haha.. Kebiasaan , nanti kalau kamu mabuk baru deh kamu ngomong , apa aku harus bikin kamu mabuk dulu supaya aku tau ? Hah~" Kata Arian yang mulai mendekat ke wajahku lalu berhenti.


"emm.. Di fikir-fikir aku yang selalu 'menyerangmu' duluan, sekarang giliran kamu yang menyerangku ayo" katanya yang membuat wajahku memerah.


"baiklah, mungkin aku yang menyambut pembukaannya dulu" aku yang semakin kelu dan melemas , kini Arian membuka bajunya.


"ayoo.. Cepat kenapa diam ?" Kata Arian yang langsung menarikku dan kini wajahku dan wajahnya sangatlah dekat.


"ayolah Rin, aku sudah tak tahan lagi" katanya, Arian pun memajukan kepalaku dan kitapun berciuman.


.


.


.


Aku pun terbangun dari tidurku Arian yang sambil memelukku erat sangatlah pulas tidurnya.


"ian..iann.. Iann!" kataku yang sambil mencolek-colek pipinya.


"apa Rin?" Kata Arian.


"Aku laper.. Sekarang jam berapa sih ?" kataku, Arian pun langsung mengambil ponselnya melihat jam ternyata masih malam ini pukul 9 malam.


"iya udah , yuk kita cari makan" katanya yang sambil bangun.


"nggak apa-apa ?" kataku.

__ADS_1


"nggak apa-apa gimana ?jelas-jelas kamu lapar masa mau diem aja, ayo bangun," katanya yang masih terlihat sangat ngantuk dan suaranya yang berat, akupun langsung bangun sambil tersenyum dan mengenakan pakaian ku Arian juga dan kitapun pergi mencari makan.


***


__ADS_2