Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 13


__ADS_3

Sesampainya di apartment aku langsung menjatuhkan badanku ke sofa, 3 menit kemudian aku beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu kamar mandi aku melucuti bajuku dan berendam air hangat aku memejamkan mataku dan.. aku jadi teringat kata-kata herby itu tentang Arian yang kemungkinan besar sudah tau perasaan ku dan kata-kata Rey yang memang sengaja memberitahu secara tidak langsung pada Arian tentang hubungan ku dengan Anjasta dan ini memang bukan mungkin lagi tapi sudah tau , aku tau besok dia akan bicara apa yang pertama dia pasti menjelaskan tujuan nya dia buat kayak gini dan yang kedua adalah... Tapi... Aku nggak tau pasti antara iya atau tidak, duh... Aku mendongakkan kepalaku ke buth kemudian kubuka mataku sambil menghembuskan nafas berat, selesai lah aku langsung berdiri dan memakai kimonoku dan berjalan menuju kamar membuka lemari pakaian dan kupilih-pilih dan mengambilnya kemudian ku pakai akupun langsung beranjak ke kasur lalu tidur .


 


Keesokan harinya , siang hari aku langsung makan setelah makan aku mengambil kaleng bir yang masih ada di atas meja, kemudian sisanya ku masukan kedalam lemari es sambil menyalakan tv kedua kaki ku tekukkan di sofa sambil duduk tangan kiriku memegang remot tv tangan kananku memegang bir yang sambil kuminum.


"kata ian jam 7 malam kan ?" aku sambil mengingat-ingat kembali yang Arian bicarakan kemarin kemudian ada yang mengetuk pintu apartmentku.


"poss..." teriak laki-laki dari balik pintu apartmentku , akupun menoleh ke arah pintu itu ku taruh bir dan remot tv di meja dan kemudian aku beranjak menghampiri pintu dan ku buka ada surat yang berwarna cokelat yang tergeletak di bawah aku langsung mengambilnya kemudian ku membolak-balikan surat itu ternyata itu dari ibu akupun langsung menoleh ke arah kanan kiriku dan menutup kembali pintunya, aku berjalan menuju sofa sambil membuka surat itu yang isinya.


 


 


Dear Anakku...


Bagaimana kabarmu nak ?, semoga kamu baik-baik disana, adik-adik mu ini udah kangen kamu katanya , ibu juga kangen nak udah 2 bulan ini rumah sepi , dan adikmu sekarang sudah sembuh , oh ya bekalmu masih ada ? Ibu sudah transfer uangnya.


    

__ADS_1


 


Cium dan peluk hangat dari ibumu dan ayahmu tercinta.


 


Begitulah isinya, aku terharu , bersyukur dan sangat senang sekali . aku tersenyum membacanya aku berniat untuk menelepon nya sore nanti, kemudian ponselku menyala pesan masuk dan aku melihatnya ternyata itu dari Arian.


"Aku sudah didepan pintu apartmentmu bukalah~" begitulah isi pesannya.


"apa? Di depan ? katanya nanti malam kenapa dia kesini ?" aku langsung beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu kemudian kubuka pintunya dia sedang berdiri didepan pintu apartmentku tegap tapi memandang lemas ke mukaku , aku langsung mengajak nya masuk karena aku melihat raut wajahnya masih pucat karena sakit aku langsung menyuruhnya duduk.


"tidak bolehkah aku datang sebelum jam 7 malam ?" katanya sambil melirik ke arahku sayu.


"e.. Em.. Bukan gitu, duh yah boleh, aku hanya mencemaskanmu saja Arian" kataku sambil memegang tangan nya Arian yang sangat dingin itu.


"astaga! Arian tanganmu! Biar aku ambilkan air hangat untukmu tunggu!" aku beranjak berdiri dan berjalan dengan cepat menuju dapur membawa se wadah besar air hangat dan kembali, kemudian aku mengambil kedua tangan nya dan kumasukan dalam wadah besar berisi air hangat kemudian aku pergi ke kamar untuk mengambil selimut tebal lalu kupakaikan selimut itu pada seluruh badannya.


"thanks Rin" katanya.

__ADS_1


"iya" akupun langsung duduk kembali di hadapan nya , agak lama dia diam sambil menundukan kepalanya dan sangat gemetaran.


"jadi, kamu mau bicara apa ?" kataku yang menatap sayu ke arahnya dia menghembuskan nafas berat dan melihat kearahku.


"kau sudah tahu kan yang aku maksud 'tamu' itu ? Dia juga teman satu kampusmu dia juga teman masa kecilku dia tidak berbicara yang jelek tentang kamu, dia hanya memberikan ku kunci jawaban dan aku tau jawabannya apa ?" jelasnya yang membuatku sangat gugup pasti dia marah pasti.


"Dan kau tahu kan aku tidak suka pembohong ? Dan.." tidak melanjutkan perkataannya itu.


"ok terserah kamu, kamu mau marah sama aku silahkan aku tau aku salah, sebelum kamu pergi dari hidup aku akan katakan yang sebenarnya sama kamu 9 tahun lalu hingga saat ini, aku.. Mencintaimu dalam diam. Yah aku salah, aku salah mencintaimu ian aku minta maaf" aku pun menangis karena uneg-uneg 9 tahun lalu ini tertuang sudah pada Arian, dia masih bersikap dingin, raut wajah yang seperti nya marah, aku pasrah dengan apa yang akan Arian katakan.


"pergi ? Aku pergi ? Kata siapa ? Makannya dengarkan aku dulu, aku belum selesai bicara kebiasaan burukmu itu rubah sedikit !" katanya yang ternyata benar dia marah.


"dan.. Aku juga salah telah membiarkanmu merasa seperti orang bodoh yang mencintaiku, aku tahu maksudmu berbohong padaku pada saat kamu berkata kamu kembali pada mantanmu itu kau hanya ingin lihat respon apa yang akan ku keluarkan, kau tahu ? Aku memberikan selamat padamu dan meninggal kan mu sendiri di taman aku menjatuhkan air mataku, kurasa aku sudah tidak ada harapan apapun untuk bisa bersamamu selamanya, tapi dia datang memberiku kunci dari semua pertanyaan yang ada di otakku ini" jelasnya yang membuatku menangis tersedu-seak.


"jadi.." kataku yang berusaha menghapus air mataku tapi tetap saja keluar.


"jadi selama 9 tahun aku tidak punya pacar karena aku punya belahan jiwaku, dan aku tidak akan pernah pergi tanpa bersamamu Rin" dia menaruh wadah besar ini ke atas meja kemudian dia mendekat ke arahku, aku diam sambil menatap penuh tangis, serentak dia memelukku erat.


" yah.. I Love You Too Rin" katanya lirih akupun tawa Simpul akupun memeluk nya erat dan aku menangis bahagia, kemudian dia melepas pelukannya "kamu mau jadi kekasihku Rin ?" katanya akupun memegang wajahnya dengan kedua tanganku kemudian aku hanya mengangguk sambil senyum haru, diapun juga sama tersenyum kemudian spontan dia mencium bibirku akupun membalas ciumannya nafas panas yang sangat dekat dengan hidungku ini membuat merah merona mukaku. 

__ADS_1


***


__ADS_2