
"Herby, kita pamit pulang yah" kataku sambil aku dan Arian berdiri.
"salju nya lebat sekali di luar kenapa nggak menginap saja ? Ini sudah hampir malam lho" katanya yang membuatku dan Arian melirik ke arah jendela.
"iya juga sih, tapi.. Apa Arian besok nggak sibuk ?" tanyaku pada Arian.
"eum.. Seperti nya besok malam , ya sudahlah Rin kita bermalam disini saja" katanya.
"ok, ya sudah Herby kita menginap dirumahmu malam ini" kataku girang.
"okkk... Yey.. Haha akan ku siapkan makan malam" katanya yang sembari beranjak masuk ke dapur.
"eh.. Aku boleh ikut nggak bantuin?" aku yang sembari mengikuti arah Herby di belakang.
"bolehhh.." Kata Herby.
"Arian .. Ikut bantu ?" Tanya Herby.
"ah, tidak, aku disini saja , apa kau punya wine atau bir ?" Kata Arian.
"ada dua-duanya jika kau ingin bir ada di kulkas dan jika kau ingin wine biar ku ambilkan di dapur" tawarnya.
"biar bir saja, terima kasih" Kata Arian.
"ok, yuk Rin" aku dan Herby pun mulai masak di dapur dan Arian di ruang tamu.
...
Akhirnya, setelah kami selesai masak kita pun langsung memakannya.
"oh iya Arian .. Beef ini masakannya Rin lho cobain deh " Kata Herby yang menyodori sepiring beef pada Arian, kemudian dia memotong beef itu hingga berbentuk persegi dan di makannya.
"gimana rasanya ?" kataku pada Arian.
"eum.. Delicious" Kata Arian yang memuji keenakan masakannya Rin.
__ADS_1
"wah.. Haha baguslah" akupun sangat senang sekali.
"oh iya Rin, kamu mau tidur sama aku atau sendiri?" tanyanya.
"kita tidur berdua saja By" kataku.
"ok, Arian.. Calon istri mu ini aku pinjam dulu semalam yah haha" canda Herby.
"yah silahkan" Kata Arian sambil senyum kecutnya itu.
...
Malam harinya kita bertiga malah susah tidur kitapun jadi nonton tv, kita keasyikan berbincang-bincang hingga larut malam aku perhatikan sikap Herby pada Arian semakin ngelunjak dan membuatku risih lama-lama, akupun beranjak berdiri dan menuju pintu keluar.
"eh Rin mau kemana ?" Kata Arian.
"iya ini udah malam Rin" lanjut Herby.
"sudahlah sayang.. Ini sudah.." aku langsung berbicara tanpa mendengar ucapan Arian selanjutnya.
"kembalilah duduk Arian" aku langsung pergi dan menutup pintunya.
...
Aku tak mau kecurigaan ini semakin pekat , ini pukul 11:48 PM aku sebenarnya tidak ingin membeli cemilan, aku melihat di dekat sini ada bar aku ingin kesana saja.
...
__ADS_1
Aku berada di bar saat ini "wine satu" kataku pada pelayan bar itu, dan disodori gelas isi wine , aku meminumnya cepat tak sadar aku sudah habis 8 gelas , kepalaku pusing dan ngomong ku sudah ngelantur, tiba-tiba ada laki-laki yang ternyata itu Arian.
"kok kamu disini, ayo cepat pulang" katanya menuntunku kemudian aku berdiri keras mematung yang artinya aku tak mau beranjak pergi.
"Kamu.. Sana temani Herby mu itu" kataku kesal.
"kamu udah banyak minum wine jadi ngelantur ngomong nya ayo pulang" dia masih bersi keras menyuruhku keluar dari bar.
"dengarkan Arian, biarkan aku disini" kataku.
"kamu tuh kenapa sih ?" dia langsung mengendongku keluar dan aku bergelinjat.
"turunkan aku Arian!!" sambil ku pukul-pukul pundaknya tapi tak melunturkan tekadnya untuk menurunkanku, kini aku berada di luar dengan mukaku yang memerah dan berbau alkohol akibat minum terlalu banyak, kini aku dan Arian berdiri di depan bar yang jalanan memang sudah sangat sepi sekali dan gelap hanya di terangi lampu di bar saja aku menatap kesal pada wajah Arian.
"kenapa kamu kesini !!?" tanyaku kesal.
"aku nyari-nyari kamu ke minimaket nggak ada, katanya mau beli cemilan tapi tau-taunya kesini, Kamu kenapa ?" dia sambil memegang kedua mukaku.
"lepas!!! Kamu lanjut lagi ketawa-ketawa sama Herby sana!! Biarin aku disini" aku langsung mengelak dan berniat masuk lagi kedalam bar tapi tangan Kiri Arian menahan tubuhku kuat.
"tunggu.. Aku nanya dari tadi kamu kenapa ? Jawab!" katanya yang marah.
"mau tau aku kenapa !!?, aku tuh cemburu kamu tertawa tapi bukan karena aku tau !?" kataku masih marah dia hanya diam dan tersenyum kecil aku langsung mengelak nya untuk kembali ke bar tapi malah di gendong lagi sama Arian dan membawaku kembali lagi ke rumah Herby aku terus bergelinjat dan memukul Arian tapi Arian malah mengeratkan gedongannya dan membawaku masuk kamar dan di jatuhkan nya badanku kemudian Arian mencium bibirku penuh gairah.
...
Paginya Arian menjelaskan padaku dan sekarang aku paham. Dan kamipun berpamitan pada Herby setelah breakfast bersama. Dan kejadian malam kami lanjutkan di kamar mandi apartment ku yahh kita mandi bersama..
...
Tak lama dari situ kami pun berpakaian dan Arian langsung pulang.
__ADS_1
***