Arian & Rin

Arian & Rin
Chapter 19


__ADS_3

Sore harinya di apartmentku aku terdiam menatap kosong ke arah jendela sambil terduduk di sofa depan tv 'astaga... Semalam itu... Seharusnya aku nggak lakuin itu ahrg!! Aku terlalu cemburu pada Arian, dimana harga dirimu Rin come on please Rin biasanya aku ini kan tahan banget gengsi, tapi semalam hah... Sudahlah sudahlah membuatku tidak ikhlas saja mengingatnya' fikirku~


 


 


Ini pukul 05:05 PM sebentar lagi Arian datang aku harus mandi dulu.


 


Setelah aku bersiap 25 menit kemudian ada yang mengetuk pintu tapi ketukan itu berbeda dari biasanya aku langsung bergegas menuju pintu kemudian aku membukanya...


.


.


Hos~Hos~ Hos~ , duh kepalaku sakit sekali tubuhku rasanya remuk sekali, kini aku di ikat di kursi, kakiku,tangan ku di ikat kebelakang mulutku di ikat oleh kain dan di sekujur tanganku banyak memar, mataku bergelinang air mata dan sangat sakit di sekitar pipi kiriku ini, aku sangat sulit berbicara dan tubuhku sedari tadi tak hentinya bergelinjat hebat hingga kursi yang ku duduki ini jatuh beserta aku.


 


Sekitar 25 menit yang lalu..


 


Aku membuka pintu itu dan ternyata seorang laki-laki yang tak tahu identitasnya karena semua yang dia pakai serba hitam dan juga kepala nya di tutupi seperti maling tapi dia tidak mencuri barang-barang yang ada disini.

__ADS_1


"siapa kamu!!??" tanyaku sembari ketakutan karena dia membawa kayu base ball, dia langsung memukulku hingga terjatuh dan menyiksaku, menamparku, menendangku, kemudian dia menyeretku masuk kamar di iringi jeritan dan tangisanku hingga aku tak sadarkan diri.


 


Aku terus teriak minta tolong tapi tak sanggup karena badanku lemas, suaraku mulai mengecil, ada yang datang menghampiriku ternyata itu laki-laki yang tadi menyiksaku dia membenari kursiku yang jatuh, dia masih memakai penutup mukanya itu setelah dia membenari kursiku dia bertekuk di depanku kemudian dia membuka kain yang ada di mulutku ini aku langsung berteriak tapi dia menamparku dan memberi bahasa tubuhnya yang mengartikan jangan berisik padaku, aku tidak mau di sakiti lagi jadi aku berhenti berteriak, dan dia membuka penutup mukanya itu perlahan dan..


"Anjasta..." sumpah aku kaget banget liatnya.


"kaget yah ?" katanya sambil senyum jahat.


"maksud kamu apa lakuin ini ke aku hah !!!??" marahku yang 10X lipat tak tertara.


"uhh.. My sweet ku marah" dia memegang daguku, aku langsung memalingkannya, nggak sudi aku harus di pegang sama bajingan kayak dia, ada suara telepon berbunyi dari ponselku , itu dari Arian karena aku mengaktifkan notice khusus untuk  Arian, Anjasta pun langsung berbalik badan dan mengarah pada bunyi yang ada di ponselku itu yang berada di kasur, Anjasta meniliknya dan langsung mengangkatnya.


"siapa ini ?" Tanya Arian dan aku teriak nama Arian dan meminta tolong.


"datang lah ke apartment nya Rin sekarang sebelum dia aku habisin dan kalian tidak akan bisa menikah hahahaha" Kata Anjasta di iringi suara tawa jahatnya itu, Anjasta langsung mematikan teleponnya dan akupun menangis dan rasanya seperti ada yang mengoyangkan kepalaku jadi aku terdiam.


"pangeranmu itu pasti akan datang untuk menyelamatkanmu Rin aku akan biarkan pintu apartmentmu terbuka dan aku langsung menusuk punggungnya dari belakang , lucu bukan ? Hahahahaha" Kata nya sambil bertepuk tangan aku hanya diam dan memajang muka amat sangat marah kepada bajingan ini.


"kau tak pernah tau betapa sakitnya hati aku ini!!!" katanya.


"tapi kamu emang salah Anjasta!!! Terima kesalahan mu itu, kamu telah menyia-nyiakan aku dulu dimana hatimu !!!! Mungkin kau itu bukan di lahir kan dari seorang wanita sehingga kamu tidak pernah sedikitpun merasakan amat sangat sakit hatiku dulu!!! Dulu.. Aku menunggu kabar darimu, berharap kau memberiku penjelasan dan kita bina kembali tapi apa yang aku liat dulu kamu malah enak-enakan sama wanita lain!!!! Laki-laki macam apa itu !!?? Pantaskah kau di anggap seorang laki-laki !!??.." belum selesai aku bicara dia langsung berteriak.


"aahhhrrgg!!!! Cukup!!!" dia menamparku untuk kesekian kalinya, dia seperti orang tidak waras dengan tingkahnya seperti ini.

__ADS_1


"dia akan datang aku akan mempersiapkan diriku" dia telah memegang sebuah pisau lipat dari saku celananya itu, aku terus bergelinjat hebat dan berteriak 'jangan lakukan itu' pada Anjasta tapi ia tidak mendengarnya karena posisiku masih terikat dan kini mulutku di sumbat kembali oleh kain itu , dia pun menutup pintunya dan mengunciku di dalam dan aku ingat dia akan menusuk punggungnya Arian dari belakang aku sangat bergemetaran dan menangis kencang tapi percuma karena mulutku di sumbat kembali.


 


10 menit kemudian ada suara keributan di luar seperti saling menonjok aku takut Arian terkena tusukan itu ya tuhan lindungi lah Arian aku sangat mencintainya tuhan sebentar lagi kami akan menikah... Ya tuhan cobaan apa lagi ini.. Arian.. Aku mohon bertahanlah aku disini menunggumu menolongku Arian.


 


Tak lama dari situ ada yang mendobrak pintu kamarku aku yakin itu pasti Arian jika Anjasta dia tidak akan mendobraknya karena dia punya kuncinya. Ternyata benar itu Arian , Arian langsung berlari ke arahku dengan tubuhnya yang di lumuri darah , dia langsung memelukku, dan langsung membuka tali yang ada di kaki dan tanganku dan membuka sumbatan di mulutku.


"sayang.. Ayo cepat kita keluar dari sini" katanya sambil menggendongku hingga keluar karena aku tak sanggup lagi berjalan kakiku sangat sakit sekali.


 


Akhirnya kami mendatangi kantor polisi dan kita pun di masukan ke rumah sakit karena Arian juga terluka di bagian punggungnya sobek parah sehingga harus di jahit sedangkan aku hanya di beri obat memar dan sedikit sobekan luka di bagian kaki dan tangan saja, untung lah tak terlalu parah hanya perlu di rawat 5 hari.


 


Aku tidak memberitahu keluargaku karena aku tidak mau membuat mereka khawatir .


 


Akhirnya Anjasta pun di masukan ke penjara dan di fonis kekerasan dan pembunuhan selama hidupnya . 


***

__ADS_1


__ADS_2