
"Kau tidak ingin berkenalan dengan mereka terlebih dahulu?" tanya Sarah.
"Tidak penting sama sekali!" balas Mina yang kemudian melengos pergi memasuki mobil terlebih dahulu.
Sarah hanya bisa menatap kepergian Mina dengan perasaan tak enak karena sikap tak sopan Mina pada Briella dan Aurora.
"Bergegaslah, Bu!" teriak Mina dari dalam mobil.
"Iya, sebentar." balas Sarah, wanita itu kemudian kembali beralih menatap Aurora. "Jadi kau mau ikut ke rumah sekarang?"
"Akuㅡ"
"Tentu saja dia akan pergi dengan anda, Nyonya." sela Briella karena menurutnya Aurora terlalu lamban untuk menjawab.
Briella pikir Sarah orang yang cukup baik jadi tidak masalah jika Aurora ikut kesana, Sarah pasti akan melindungi Aurora dari Galen dan Mina.
Lagipula sudah jelas sekali jika Aurora sebenarnya sangat ingin bertemu dengan Galen meskipun dia terus saja menyangkal. Jika tidak dengan cara seperti ini, mungkin mereka tidak akan pernah bisa ketemu.
"Kau akan ikut?" tanya Galen tampak tidak setuju.
Briella menatap Galen dengan galak. "Kenapa? Kau keberatan?"
Ingin sekali Briella mencakar wajah Galen saat ini juga! Namun dia mencoba menahan emosinya sekuat tenaga.
Galen tidak menjawab, sedikit merasa terintimidasi dengan tatapan Briella. Tentu saja, saudara mana yang tidak marah setelah mengetahui adik kembarnya telah dihamili oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab macam Galen.
"Kau bisa jaga Aurora untukku 'kan? Sementara berada disana aku percayakan Aurora padamu, tuan Galen." ucap Briella dengan sengaja.
"Oh, kalian sudah saling kenal rupanya?" tanya Sarah.
"Sudah, Nyonya.. kemarin tuan Galen dan pasangannya sempat mempercayakan gaun dan tuxedo pernikahan mereka dirancang oleh butik kami. Namun tiba-tiba batal secara sepihak tanpa penjelasan." balas Briella.
"Kenapa harus dibatalkan? Bukankah Mina bilang dia sangat suka dengan gaunnya?" tanya Sarah penasaran.
Galen mendengus pelan, Briella benar-benar berusaha untuk memojokkan dia disana.
"Mina mendadak ingin gaun pernikahan yang berbeda, Bu. Sebagai pasangan yang baik, aku hanya mencoba untuk menuruti permintaannya." jawab Galen.
"Ah, begitu rupanya. Apa hal itu membuat butik kalian mengalami kerugian?"
"Sudahlah, Nyonya Sarah.. hal itu sudah berlalu. Kami bahkan sudah melupakannya." balas Briella yang masih merasa kesal dengan jawaban Galen.
Karena bukan hanya kerugian materi yang harus mereka tanggung melainkan juga tenaga dan waktu.
__ADS_1
"Aku tidak tau sebenarnya ada masalah apa diantara kalian hingga Mina memutuskan untuk tidak mengenakan gaun pengantin yang sudah dia pilih sebelumnya, meskipun begitu, jika hal tersebut memang menimbulkan suatu hal yang tidak mengenakkan, mewakili calon menantuku aku meminta maaf dengan tulus pada kalian."
Mendengar ucapan Sarah, Briella jadi merasa tak enak sendiri. Begitu pula dengan Galen, dia merasa bukan Sarah yang seharusnya meminta maaf melainkan dirinya dan juga Mina.
Sementara Aurora merasa mereka tidak seharusnya membawa-bawa Sarah dalam pembicaraan ini karena memang wanita itu tidak tau apa-apa.
"Bu, sudahlah.. jangan khawatir ataupun merasa bersalah, tidak ada kerugian yang terjadi. Percayalah padaku." ucap Aurora membalas ucapan Sarah.
"Benarkah?"
"Iya, Bu.."
Sarah tersenyum mendengar itu. "Kalau begitu kita pergi sekarang. Ayo, Aurora."
Sarah menggandeng tangan Aurora untuk berjalan menuju mobilnya. Didalam sana Mina menyambut kedatangan Aurora dengan tidak bersahabat namun tidak bisa bertingkah karena ada Sarah disana.
"Kau tau bagaimana dia merasa sangat menderita akhir-akhir ini?"
Suara Briella dibelakang membuat langkah Galen yang hampir ikut menyusul Sarah dan Aurora terhenti.
"Dia mengalami morning sickness parah dan yang lebih menyebalkan lagi adalah segala makanan yang dia inginkan ada hubungannya denganmu. Bisa kau bayangkan bagaimana repotnya aku menghadapi mood swing-nya itu?"
Galen berbalik menatap Briella disana.
Briella cukup terkejut mendengar ucapan itu keluar dengan lancar dari bibir Galen. Baru mengetahui fakta jika Galen ternyata seorang pria yang berhati dingin.
Briella hanya bisa menatap penuh kebencian pada Galen yang mulai berjalan menjauh. Jika saja hukum tidak berlaku lagi di dunia ini, maka bisa Briella pastikan dia akan segera membunuh Galen ditempat!
***
Kediaman Sarah..
11:09
Aneka makanan pembuka, menu utama juga berbagai macam dessert sudah tersedia disana.
Semua itu adalah test food catering untuk acara pernikahan Galen dan Mina bulan depan.
Aurora menatap hamparan makan yang terlihat sangat menggoda didepan matanya tanpa minat. Dia benar-benar tidak nafsu untuk menyentuh apapun.
"Coba kau tawarkan ini pada Aurora." ucap Sarah.
Sarah menyodorkan sebuah piring kecil berisi cheesecake pada Galen untuk diberikan pada Aurora.
__ADS_1
"Ibu rasa dia bisa makan yang ini karena rasanya tidak terlalu manis dan tidak akan menimbulkan rasa mual." jelas Sarah karena sedari tadi dia melihat Aurora hanya diam tanpa ingin mencicipi sesuatu.
"Kenapa harus aku, Bu?" protes Galen.
"Karena ibumu ini harus pergi untuk mencicipi makanan yang lain. Memangnya kau bisa melakukannya? Jika ditanya kurangnya apa kau pasti hanya akan menjawab semuanya terasa enak." balas Sarah sedikit kesal.
"Aku mana mengerti yang seperti itu sih, Bu!"
"Itu sebabnya! Biarkan ibu dan Mina yang mengambil alih pekerjaan ini." Sarah menyerahkan dengan paksa cheesecake itu pada Galen.
"Sudah ya! Pastikan Aurora makan sesuatu atau kalau tidak ajak dia mengobrol. Kasian sekali dia hanya diam sendirian disana." pesan Sarah.
"Aku mengerti, Bu." balas Galen dengan terpaksa.
Setelah Sarah pergi, Galen berjalan mendekati Aurora disana, tanpa menyadari dari kejauhan sedari tadi Mina terus saja melihat gerak-geriknya.
"Mina.. coba kau cicipi yang ini." Sarah menyodorkan potongan ayam berbumbu saus mentega yang segera Mina terima.
"Bagaimana menurutmu? Apakah rasanya sudah pas?" tanya Sarah setelah Mina melahapnya.
Mina mengangguk. "Ini enak, Bu."
Konsentrasi Mina kembali buyar, lagi-lagi dia tidak bisa tenang hanya karena melihat Galen dan Aurora disana.
"Ini.."
Aurora menatap Galen dan cheesecake ditangan laki-laki itu secara bergantian.
"Aku tidak minat." gumam Aurora.
"Ibu memintaku untuk memberikannya padamu." ucap Galen.
"Aku sedang tidak ingin makan apapun."
Galen mendesah kesal kemudian beralih duduk disamping Aurora, menaruh piring cheesecake itu diatas meja begitu saja. Tidak peduli Aurora akan memakannya atau bahkan tidak.
"Kalau tidak minat dan tidak nafsu sebaiknya kau pulang saja!" usir Galen dengan tidak berperasaan.
Aurora mengangguk. "Aku sudah minta Briella untuk menjemputku kemari."
"Kau tidak sadar ya? Sifatmu ini akan mengecewakan ibuku!"
"Asal kau tau saja! Beliau tidak akan merasa kecewa. Karena disini hanya ibu yang paham bagaimana rasanya menjadi wanita hamil." balas Aurora kesal.
__ADS_1
***