Aroma Hujan

Aroma Hujan
Sosok yang unik!


__ADS_3

Begitu Austin membuka pintu, dia bisa melihat Aurora yang saat ini tengah duduk termenung didekat jendela.


"Hai, apa kabar?" sapa Austin.


Aurora menoleh menatap kehadiran Austin disana.


"Austin, aku pikir kau sedang pergi jauh kesuatu tempat, seperti yang kau katakan saat terakhir kali kita bertemu di restoran kemarin."


Austin berjalan mendekat. "Seharusnya memang begitu, tapi aku membatalkannya."


"Kenapa?" tanya Aurora heran.


"Karena itu hanya liburan biasa, aku bisa pergi di lain hari. Lagipula hal itu tidak lebih penting dari calon istri masa depanku yang saat ini tengah dilanda kesedihan."


Mendengar ucapan Austin, Aurora tidak beraksi apa-apa, gadis itu sudah cukup hafal dengan sifat Austin yang sedikit unik.


Austin mengambil posisi duduk didekat Aurora, lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.


Sebotol susu pisang.


"Aku tau kau suka rasa strawberry tapi rasa susu pisang ini cocok untuk mengatasi keadaanmu saat ini." ucap Austin menyodorkan susu pisang itu untuk Aurora ambil.


"Pasti ini minuman ajaib, jika benar-benar bisa mengatasi keadaanku saat ini." gumam Aurora.


Sudah pasti dia tidak percaya pada ucapan Austin. Ini hanya sekedar susu pisang bukan obat penenang.


"Setidaknya itu akan membuat suasana hatimu bisa menjadi sedikit lebih lega." balas Austin.


"Bagaimana bisa?"


"Bisa." ucap Austin dengan keyakinan penuh. "Dengan syarat kau meminumnya sembari curhat kepadaku. Aku jamin, itu akan sedikit meringankan beban di pundakmu."


Aurora menggeleng tak habis pikir. "Dasar kau ini! Selalu saja memiliki ide yang konyol." ucap Aurora dengan senyum tipis.


Melihat Aurora yang sudah bisa tersenyum, Austin menghela nafas lega.


"Aku sudah dengar semuanya dari Galen, dia 'kan tidak bisa jaga rahasia jika itu denganku." Austin mulai bicara saat Aurora sudah meminum susu pisangnya hingga isinya tersisa setengah botol.


"Baguslah.." balas Aurora. "Aku jadi tidak usah repot-repot menjelaskannya panjang lebar padamu."

__ADS_1


"Apa kau tau, reaksiku saat pertama kali mendengar berita itu?" tanya Austin.


Aurora menggeleng. "Bagaimana aku bisa tau?"


"Sejujurnya aku tidak yakin yang dikatakan Mina adalah sebuah kenyataan." jawab Austin.


"Apa maksudmu?" tanya Aurora tak mengerti.


"Mina mengaku hamil seminggu setelah Galen memutuskan hubungan mereka." gumam Austin.


"Mereka sempat putus?" seru Aurora tak percaya.


"Iya. Memangnya kau tidak tau?" Austin balas bertanya dengan raut wajah heran.


Aurora menggeleng pelan. Baru menyadari ternyata dia sempat begitu dekat dengan harapannya selama ini.


Galen putus dengan Mina kemudian mulai bersikap baik pada Aurora bukankah itu artinya Galen memiliki niatan untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya dengan Aurora?


Padahal sudah berada tepat didepan mata tapi Aurora masih saja merasa kesulitan untuk meraihnya.


"Mina mungkin saja juga baru tau jika dia sedang hamil." balas Aurora dengan gumaman. "Kenapa? Tidak ada yang aneh 'kan?"


"Memang tidak.. tapi dibalik semua itu Galen hebat ya?" tanya Austin tiba-tiba.


"Dia sudah dua kali berhasil menghamili dua orang gadis dalam satu kali percobaan. Wow!! Luar biasa! Dia pasti memiliki benih dengan kualitas super sementara kau dan Mina sama-sama subur." Austin sudah menunjukkan dua jempolnya disana dengan senyum bangga memiliki sosok sahabat seperti Galen


Kelakuan lelaki ini memang tidak bisa ditebak!


"Bagaimana kau bisa tau jika dengan Mina dia hanya melakukannya satu kali? Itu mungkin sudah beberapa kali atau bahkan sudah tak terhitung lagi mengingat mereka telah berpacaran dalam waktu yang lama." ucap Aurora mengutarakan kemungkinan yang bisa saja terjadi.


Austin mengangguk-angguk paham. "Masuk akal juga."


"Tapi jika tidak seperti itu, kau harus tau ada satu kalimat yang mengatakan di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin."


"Benar." balas Austin. "Aku sih santai-santai saja selagi kenyataan sebenarnya masih belum terkuak, kau seharusnya juga sama seperti itu."


"Kau santai sampai lima tahun kedepan juga tidak masalah karena ini 'kan bukan masalahmu. Beda cerita kalau kau berada di posisiku, mana bisa santai? Semangat hidupku bahkan sudah hampir menghilang seluruhnya." ucap Aurora lirih.


"Pokoknya jangan sampai hal ini terlalu lama mempengaruhimu, kasihan baby rangers kalau kau terus menerus merasa stres. Pikirkan nasib baby rangers juga! Katanya kau sayang pada calon bayimu, kalau benar-benar sayang kau harus bisa membuktikannya jangan sekedar berkata-kata saja." ucap Austin memberikan nasehat.

__ADS_1


Aurora mengangguk singkat. "Aku mengerti."


"Kau tenang saja. Aku akan bertemu dengan Galen secepatnya, berusaha menyadarkan dia. Dia pasti sudah berpikiran dangkal jika lebih memilih Mina dibandingkan kau." ucap Austin dengan menggebu.


"Dia memang sedangkal itu." balas Aurora mengakui.


"Baguslah jika kau menyadari hal itu, telah jatuh cinta pada seorang lelaki yang bodoh dan bahkan memiliki kepribadian yang busuk."


Sebentar..


Aurora jadi meragukan jika Galen dan Austin adalah sepasang sahabat setelah mendengar kalimat semacam itu lancar keluar dari mulut Austin. Tapi kembali lagi, Austin adalah sosok manusia yang unik!


"Padahal sudah jelas terlihat jika aku lebih pintar juga lebih menarik dan lebih segala-galanya! Tolong lihat aku, Aurora.. satu kali ini saja. Pilih aku sebagai calon suami masa depanmu." Austin mempromosikan diri sudah seperti dia yang sedang mempromosikan restoran daging miliknya.


"Hentikan, Austin! Kau menggelikan!"


Austin hanya tertawa ringan. "Kau memang gadis yang kuat, Aurora.. suami masa depanmu ini sangat bangga sekali padamu."


"Dasar aneh!" ejek Aurora. "Mengapa bicara padamu selalu tidak ada ujungnya dan melebar kemana-mana sih? Setidaknya bantu aku untuk menemukan solusi."


"Kalau begitu mari kita cari tau ujungnya saja karena aku belum bisa menemukan solusinya." balas Austin. "Kau sudah makan belum?"


Aurora menggeleng. "Tidak nafsu."


"Hei, jangan seperti itu! Ayo kita pergi makan bersama-sama." ajak Austin.


"Daripada itu, apa kau bersedia menemaniku minum saja? Aku akan meminta pegawaiku untuk membeli beberapa botol di minimarket."


"Orang hamil tidak boleh minum." tolak Austin dengan tegas.


"Tahan keinginanmu itu sampai waktunya kau melahirkan nanti, aku akan pesan menu ayam saja untuk makan siang kita. Kau suka ayam 'kan?" tanya Austin.


"Terserah." balas Aurora cuek.


Dan Austin sudah seperti mengadakan traktiran dadakan saat dia memesan banyak menu ayam bukan hanya untuk dirinya dan Aurora saja melainkan juga para pegawai JJ Bridal Boutique.


Austin berkata makan bersama-sama rasanya jauh lebih menyenangkan daripada makan hanya berdua.


Terbukti dari Aurora yang bisa menghabiskan lebih banyak porsi ayam setelah makan sembari mengobrol dengan pegawai yang lain.

__ADS_1


Apalagi drama pertengkaran antara Austin dan Anna yang tidak bisa dilewatkan begitu saja, sukses menghibur Aurora dengan tingkah konyol mereka berdua.


***


__ADS_2