Arus

Arus
Tragedi


__ADS_3

Angin sore dari barat tak memberi kedamaian untuk hati Ila, bagaimana mungkin org yg tak beranjak satu langkah pun dari tmpt duduk bisa dituduh mengambil uang.


"Mak, nih uang kembaliannya."


Suara berat tersebut datang dari seorang remaja yang baru saja pulang dari bermain pulang dengan wajah yang amat ceria.


"Darimana saja kamu, dan ini uang apa ini?" Tanya Masita - Bibi Ila kepada putra semata wayangnya yang bernama Ridho.


"Main Bu, itu uang aku ambil lah dari dompet Ibu, darimana lagi aku bisa dapet uang" Jawab Ridho dengan wajah santai.


Ringisan terdengar dari mulutnya karena tangan Masita sudah berada ditelinga nya dengan gerakan memelintir.


Kata yang diucapkan oleh Masita masing-masing memiliki penekanan tersendiri di setiap katanya.


"DASAR ANAK NGGAK BERGUNA!!!"


"KALAU NGAMBIT UANG TUH NGOMONG, JANGAN ASAL AMBIL!!"


"JANGAN BIKIN IBU BINGUNG NYARIIN DIMANA UANG NYA"


Perasaan kecewa dan juga malu berputar menjadi satu dlm hati Masita. Bukan hanya Ila yang telah ia tuduh, namun juga Maya, gadis berambut pendek dengan bola mata berwarna kecoklatan bak seperti Barbie.


Namun nasib Maya lebih baik daripada Ila, karena ia belum disebutkan namanya oleh Masita langsung.

__ADS_1


Masita menatap Ila dengan wajah merasa bersalah karena telah menuduhnya tanpa bukti sehingga mengakibatkan Ila terfitnah.


" Emmm... Bibi minta maaf La, Bibi sudah menuduh kamu tanpa bukti. Bibi benar-benar minta maaf sama kamu La"


...***...


Adzan Maghrib telah berkumandang, semua makanan telah tersaji.


Didalam ruangan kecil bernuansa islami, Ila, Axel dan Wati kini berada. Mereka sedang menunggu sang imam keluarga yang belum pulang dari bekerja.


Senandung sholawat dan pujian-pujian terhadap Sang Maha Kuasa senantiasa terucap dari mulut mereka.


20 menit telah berlalu, namun tidak ada tanda-tanda kepulangan dari sang Ayah. Mereka telah mengulur waktu lama untuk menunggu dan waktu sholat pun semakin menipis.


Setelah mengucapkan salam, ruangan ini hanya terdengar lantunan doa-doa dan juga ayat-ayat suci dari Al-Qur'an, karena tepat hari ini adalah malam Jum'at, yaitu malam pulangnya para arwah dari keluarga kita untuk meminta doa berupa lantunan ayat suci.


......~......


Makanan sudah hampir dingin, namun Bambang juga masih tidak terlihat batang hidungnya.


'Ah mungkin sedang lembur karna ini akhir bulan' Pikir mereka positif.


Namun siapa sangka, saat mereka sedang menikmati makanan, Ila mendapatkan panggilan telepon dari sang Ayah.

__ADS_1


"Halo...


Suara berat tersebut terdengar asing ditelinga Ila, ini bukan suara sang Ayah, siapa dia?.


Setelah memperkenalkan diri masing-masing, orang tersebut kembali mengutarakan maksudnya hingga membuat Ila terkejut bukan main.


Jantungnya seakan berdetak dua kali lebih cepat setelah mendengar bahwa sang Ayah mengalami kecelakaan di area pabrik saat ingin menyeberang menggunakan sepeda motor. Ia tertabrak oleh mobil yang sedang melaju kencang.


Ila berlari kembali ke meja makan, ia menceritakan kembali apa yang telah ia dengar dari petugas rumah sakit tadi. Dengan air mata bercucuran Wati lari ke dalam kamar untuk mengemasi pakaian yang akan ia bawa ke rumah sakit.


Ila dan Axel masih diam ditempat sambil meratapi nasib sang Ayah. Teriakan dari Wati telah menyadarkan mereka.


"Tunggu apalagi? Ayo berangkat"


Ucapnya dengan menenteng tas ditangan kanannya.


Dengan bergegas mereka berjalan kearah jalan raya untuk mencari Taxi. Jarak rumah mereka dan jalan raya tidak jauh, mungkin membutuhkan waktu 2 atau 3 menit saya sudah sampai.


Detak jantung mereka sudah tak ter irama, mereka selalu berharap bahwa itu bukanlah Bambang Ayah mereka. Didalam hati mereka, mereka senantiasa memohon perlindungan terhadap keluarga mereka kepada Yang Maha Kuasa.


'Tuhan, semoga orang ini bukanlah orang terdekat kita'


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like komen fav and vote :)


__ADS_2