
Sekolah pulang lebih awal dari biasanya, disekolah hanya tersisa beberapa orang yakni panitia lomba serta beberapa siswa siswi yang masih betah nongkrong di kantin. Tak terkecuali Resthi dan antek-anteknya.
Siang tadi, untuk pertama kalinya ia mendapatkan poin dari BK. Didalam hatinya ada kesal serta takut, kesal karena mendapatkan poin dan takut karena ancaman dari Rico tidak pernah main-main.
Banyak rumor yang tersebar bahwa Rico ini sebenarnya adalah anggota geng motor, ia menduduki jabatan sebagai wakil ketua. Wajah serta humornya yang receh saat berada didekat sahabatnya itu semua menutupi wajah beringasnya saat menghadapi lawan.
Dalam hal siksa menyiksa Rico adalah pawangnya. Mengingat hal tersebut membuat bulu kuduk Resthi berdiri, tangannya dingin dan memucat karena ketakutan.
Jujur ia tak sengaja melukai Ila kali ini, ia mengira bahwa lawannya yang tepat disampingnya bukan Ila, melainkan Siti kelas XII F.
45 menit yang lalu, sekolah sudah dibubarkan, Resthi sengaja pulang terlambat agar tidak bertemu dengan Rico, Ia menghindarinya bagaimanapun caranya. Tidak masalah jika ia harus bertemu dilingkungan sekolah, Rico tak akan berani memberinya pelajaran jika masih disekolah, tapi saat pulang nanti, tidak bisa dijamin keselamatannya.
Resthi merasa ia sudah cukup lama duduk disini, ia mulai keluar dari kantin dan pulang menuju ke rumah. Kali ini ia memutuskan untuk naik taksi online agar tidak diketahui oleh Rico jika ia sudah pulang.
Untuk mobil, Resthi sudah menitipkannya kepada Siska teman satu kelasnya. Resthi berpikir bahwa jika ia pulang menggunakan mobilnya sendiri, ia takut akan dicegat oleh Rico ditengah jalan, sehingga ia memilih jalan aman ini untuk pulang.
Taksi datang tepat saat Resthi sampai didepan gerbang sekolah, ia celingukan mencari orang yang seharian ini membuatnya takut.
Ia mengelus dada saat orangnya tidak terlihat disana dan ia tenang karena tidak akan ada gangguan kali ini. Ia tersenyum lega sembari memasuki taksi pesanannya tadi.
"Tumben Dek, jam segini sekolah sudah sepi, atau Adek lagi bolos ya?"
Ucap supir itu untuk mencairkan suasana, namun seperti ada yang aneh disini. Perasaan Resthi tidak enak, suara itu terdengar tidak asing ditelinga Resthi.
"Pak... Pak stop Pak"
"Nggak bisa Dek, kita belum sampai ditempat tujuan Adek"
__ADS_1
"Nggak papa Pak, saya bakalan bayar 2 kali lipat dari harga yang tertera di aplikasi "
"Tidak bisa Dek, keselamatan Adek jauh lebih penting dibandingkan dengan uang"
Supir tersebut menurunkan masker dan topi yang ia pakai. Setelah masker terbuka terlihat bahwa seorang itu tengah tersenyum, bukan senyum ramah yang ia tampilkan, melainkan senyum smirk tanda menantang kepada Resthi.
Boom...
Terpampang jelas wajah supir itu adalah wajah seorang yang benar ia kenal dan sedang ia hindari saat ini.
'Rico...
Resthi mencoba membuka pintu mobil yang sedang berjalan itu dengan sekuat tenaga, ia benar-benar dalam bahaya kali ini. Meskipun ia akan tetap hidup tapi itu tidak menjamin bahwa ia tidak akan merasakan sakit yang luar biasa dan juga kedepannya ia tidak akan hidup dengan nyaman.
Lagi-lagi Rico mengeluarkan senyum smirk nya yang mengerikan itu.
"Mendingan Lo jangan buang energi Lo dengan nggak guna seperti itu...
"Gw beneran nggak sengaja Co, Gw nggak ada niatan buat ngelukain Ila kayak tad.."
"Sayangnya Gw udah nggak mau tahu alasan apapun yang keluar dari mulut Lo hahaha"
Tubuh yang tadinya tenang kini kembali bergetar saat mendengar ungkapan yang Rico keluarkan. Resthi bukanlah anak yang mudah memperlihatkan air matanya didepan orang, namun kali ini ia benar-benar ketakutan hingga tak dapat membendung air mata tersebut.
Mobil melaju dengan lebih cepat dari sebelumnya, Wajah sini tadi berubah menjadi wajah merah dengan emosi yang membara.
"Co... Maafin Gw, Gw janji nggak bakalan ganggu Ila lagi...
__ADS_1
"Sayangnya semua sudah terlambat haha, sudah waktunya Lo habis sama Gw"
Mobil berhenti di gedung tua yang terletak diantara gang sepi, Rico keluar dari mobil dan berlari mengitarinya untuk membukakan pintu untuk Resthi.
Resthi tidak mengetahui tempat apa ini, dalam perjalanan tadi ia terlalu sibuk memikirkan bagaimana nasibnya, namun lupa memperhatikan jalan yang ia lewati.
"Silahkan Tuan Putri...
Resthi tetap diam didalam, ia tidak beranjak dari tempatnya walau 1 cm pun.
"Ini terakhirnya Gw bakalan baik sama Lo, keluar sekarang!!"
Resthi hanya menggelengkan kepalanya, penampilannya sangat berantakan walaupun Rico belum menyebutnya sekalipun.
Rico tidak sabar karena terlalu lama menunggu Resthi yang tak kunjung keluar, akhirnya Rico menyeret Resthi keluar dari mobil dan menuju ke gedung tua tersebut.
Resthi meronta-ronta meminta Rico untuk melepaskannya, Resthi terus mengulangi kaliamat yang ia keluarkan tadi kepada Rico, kalimat tersebut adalah Co... Maafin Gw, Gw janji nggak bakalan ganggu Ila lagi...
Sayang sekali, telinga Rico seakan tuli tak mendengarkan ucapan dari Resthi.
Setelah sampai didalam gedung tua tersebut, Rico membanting tubuh Resthi hingga terbentur cukup keras dengan tembok.
Rico mencengkeram kuat pipi Resthi hingga kukunya memutih. Ringisan serta tatapan sayu terlihat dari wajah Resthi itu tak membuat Rico luluh.
Plakk...
Suara tamparan tersebut menggema di ruangan gedung itu.
__ADS_1
Bersambung...
Yuk bantu dukung karya aku dengan cara like, komen dan vote, terimakasih :)