
Matahari sudah selesai menerangi sebagian bumi ini dan berganti tugas untuk menerangi bagain bumi lainnya. Bintang senantiasa menemani Bulan dimalam hari, walaupun ia sering kali ditutupi awan hitam yang akan menurunkan hujan.
Resthi tidak diantar sampai rumah, ia meminta untuk diturunkan di Indoagus dekat komplek perumahannya. Sesuai janjinya bahwa ia tidak akan memberitahukan kepada siapapun akan insiden sore ini.
Sebelumnya, Rico membawa Resthi ke Rumah Sakit dahulu untuk mengobati lukanya dan meminjamkan hoodie nya untuk menutupi bekas darah yang berada di baju olahraga nya.
Semua perlakuan Rico ini ambigu, sore tadi ia yang melukainya, namun sekarang dia pula yang mengobati luka.
Dan lagi, sebelum ia menurunkan Resthi tadi, Rico sempat meminta maaf akan perbuatannya kepada Resthi.
Tidak Resthi tidak boleh terjatuh dalam pesona dan perhatian yang ada dalam diri Rico. Rico adalah sahabat dari musuh bebuyutannya yaitu Ila.
Resthi merasa bahwa Rico ini sebenarnya menyukai Ila, namun mengetahui Ila yang tidak tertarik akan hubungan komitmen dan juga tidak mempercayai ucapan manis dari laki-laki.
Itu akan sangat sulit bahkan akan membahayakan hatinya, ia tidak ingin untuk terluka yang kesekian kali. Bersaing dengan Ila itu hanya membuang tenaga dengan sia-sia. Ia akan kalah dengan Ila dalam segi apapun kecuali harta orang tua, namun sahabat Ila tidak ada yang memandang tentang hal itu.
Menjauh dan berusaha tidak mengenal adalah salah satu cara Resthi untuk tidak jatuh cinta.
...***...
__ADS_1
Hari berganti menggantikan semangat dan juga membuang kelelahan yang orang padat akibat hari panjang kemarin.
Sebelum matahari tertib dan adzan subuh berkumandang, Ila sudah bangun untuk membantu Wati membuat barang jualan, hari ini adalah hari pertama Wati kembali untuk berjualan setelah kurang lebih 1 minggu libur.
Disini, didalam dapur adalah tempat Ila dan Wati berada, Ila sedang membungkusi nasi serta lauk untuk nasi bungkus. Untuk Axel, ia sedang membersihkan meja dan menyapu halaman untuk tempat jualan.
Axel membantu mengangkat beberapa barang yang berat, ia bolak balik dari dapur ke halaman rumah untuk membawa sayur beserta teman-temannya.
Wati memasak bukan menggunakan kompor gas, melainkan ia menggunakan tungku. Selain menghemat biaya, apinya ini bisa diatur lebih besar daripada api kompor, dengan ini tungku dapat mempercepat proses memasak.
Wati tidak hanya memiliki 1 tungku disini, melainkan ia memiliki 3 tungku. 1 digunakan untuk memasak sayur pindang, 1 nya lagi untuk memasak sayur santan tahu dan satunya untuk menggoreng gorengan.
Saat pagi hari seperti ini, Ila tidak diberatkan oleh pekerja berberes rumah, karena ia telah melakukannya saat sepulang sekolah dengan dibantu oleh Axel.
Dirumah ini hanya ada 1 kamar mandi, dengan itu Ila dan Axel harus bergantian. Ila membiarkan Axel untuk mandi terlebih dahulu daripada nya, Ila membuka handphone yang sejak tadi ia belum sentuh. Ia mengecek grup kelas lebih dahulu untuk mengetahui berita terkini. Grup ini hanya ramai saat sore sepulang sekolah hingga malam menjelang tidur, selalu saja ada pembahasan random dari mereka hingga dengan membacanya saja Ila bisa tertawa ngakak.
Namun, akhir-akhir ini Ila sangat jarang menimbrung di grup tersebut, alasannya adalah ada pekerjaan yang lebih penting daripada memperhatikan grup tidak jelas itu.
Dapat dihafal, jika pagi seperti ini grup tersebut ramai, sudah pasti ada tugas yang belum mereka kerjakan dan harus dikumpulkan hari ini.
__ADS_1
Waktu Ila sudah habis untuk membaca ratusan chat yang dikirimkan oleh temannya, tak sedikit mereka berulang kali men tag nama Ila disana agar dapat di notice oleh Ila secara langsung.
Tanpa meninggalkan pesan apapun disana, Ila kembali menggeletakkan ponselnya begitu saja diatas kasur. Ia berlari menuju kamar mandi dengan handuk yang tersampir dipundaknya.
...----------------...
Bus telah terparkir tepat didepan gerbang sekolah SMA WIDYA MANDALAY. Ila berjalan menuju kelasnya dengan melewati beberapa koridor sekolah.
Tepat satu langkah Ila memasuki kelasnya, sorakan kekesalan warga kelas ini sudah terdengar nyaring.
"Ilaaaaaaaaaaaa.....
Bisa ditebak siapa orang yang telah berteriak di pagi hari? Iya benar, Cinta. Cinta adalah manusia yang seringkali melupakan tugasnya dengan memilih nongkrong dengan teman SMP atau berguling diatas kasurnya.
Ila dan teman lainnya serentak menutup kedua telinga mereka saat mendengar suara Cinta yang sangat memekakkan telinga.
"Dasar.. Dasar... Dasarrr....
"Di chat bukannya bales malah di read doang...
__ADS_1
Bersambung....
Yuk bantu dukung karya aku dengan cara like, komen dan vote, terimakasih :)