Arus

Arus
Berkeliling


__ADS_3

Di kamarnya, Ila kembali menyibukkan dirinya dengan ponsel yang beda di genggamannya. Ia menghentikan tarian jarinya saat telah berada di upload an nya tadi.


Ia membaca satu persatu komentar yang ditinggalkan oleh followers nya. Hingga salah satu komentar yang menarik perhatiannya. "Cek massage, beberapa informasi sudah saya berikan disana"


Ila bergegas pergi ke ikon Massage yang ada diaplikasi tersebut. Benar, disana ada salah satu akun anonymous yang mengirimkan pesan untuk Ila.


Beberapa lowongan pekerjaan telah terlampir disana, mulai dari lowongan kerja di coffe shop,toko roti, salon kecantikan, rumah makan, penjaga kasir dan banyak lagi.


Ila merasa aneh dengan lowongan pekerjaan tersebut, bagaimana 1 orang memberikannya beberapa informasi yang bahkan bidangnya berbeda-beda. Namun bersyukur nya, perusahaan tersebut memberikan dua pilihan yaitu pendaftaran lewat online maupun offline.


Demi mengantisipasi penipuan, Ila memutuskan untuk mendaftarkan diri secara offline saja, yang mana itu artinya dia harus datang langsung ke tempat kerja tersebut.


Hingga esok harinya setelah selesai mengerjakan semua pekerjaannya, Ila berangkat ke beberapa toko yang tertera yang ada di massage nya, yang dengan sengaja memang mencantumkan alamat kantor.


Ila berangkat dengan membawa beberapa amplop coklat yang berisi persyaratan-persyaratan yang harus dicantumkan dalam surat lamaran. Diantara beberapa toko, maupun kantor, Ila sengaja meninggalkan masing-masing 1 amplop lamaran pekerjaan.


Ila benar-benar membutuhkan pekerjaan tetap saat ini, bahkan semalam ia rela mengorbankan waktu tidurnya hanya untuk menulis beberapa surat lamaran serta daftar riwayat hidup.

__ADS_1


Dari pukul 23:40 WIB sampai pukul 02:37 WIB, Ia baru menyelesaikan semuanya. ia menggunakan metode tulisan tangan, yang mana dalam penulisan ini tidak boleh ada 1 huruf pun yang salah. Berlembar-lembar kertas folio telah Ila habiskan, ini adalah pertama kalinya ia menulis surat lamaran pekerjaan serta daftar riwayat hidup, dan juga mata yang sudah berat membuatnya ia sering kali salah dalam menulis.


Ia memasrahkan semuanya kepada Allah, ia telah berusaha dan berdoa, biarkan Allah yang memberikan hasilnya. Bukankah seberapa keras pun kita berusaha, jika Allah tidak menghendaki-Nya maka akan tetap gagal. dan juga, bukankah Allah adalah satu-satunya yang bisa kita andalkan? Seberapa pintarnya kita, seberapa hebatnya kita itu semua adalah pemberian dari-Nya.


Dengan semua kenikmatan serta kekuatan yang kita dapatkan dari-Nya, apa yang bisa kita sombongkan kepada-Nya serta makhluk ciptaan-Nya


Diberikan kesehatan itu juga merupakan bentuk kenikmatan yang Ia berikan kepada kita, apalagi jika Ia memberikan sebuah harta dan kebahagiaan yang lengkap, bukankah itu bisa membuat yang lainnya iri terhadap kita.


Namun apakah orang yang berkecukupan dalam hal harta dan keutuhan keluarga adalah manusia yang paling sempurna? Tidak, didunia ini tidak ada yang sempurna, itu semua hanyalah sebuah pandangan orang lain saja. Nyatanya Tuhan selalu memberikan cobaan pada setiap makhluk-Nya yang masih bernafas.


Semua tergantung pada diri sendiri, ada yang cobaannya begitu terlihat berat ada juga yang terlihat tak memiliki beban apapun dalam hidupnya. Hanya berbeda orang, bukan berbeda Tuhan.


Ila berjalan mengiringi kota untuk mencari alamat yang ia tuju, beberapa tempat terasa begitu asing karena tak pernah ia lihat selama ini. Bukan karena bangunan baru, melainkan sangking tidak pernahnya Ila keluar dari rumah.


Sesampainya disalah satu lokasi yang ditunjukkan oleh Google Maps, Ila memberhentikan langkah kakinya dan masuk kedalam tempat tersebut. Ia menuju kearah kasir dan bertanya soal lowongan pekerjaan yang ada disini apakah benar atau tidaknya.


"Selamat Pagi, Kak. Mau pesan apa?" Ucap salah satu kasir wanita yang berjaga disana.

__ADS_1


"Kak, apakah benar kalau Coffe Shop ini sedang membutuhkan karyawan?" Tanya Ila to the point.


"Oh, iya Kak, kebetulan tempat kami sedang membutuhkan karyawan dengan posisi waitress. Apakah Kakak ingin mendaftarkan diri?" Ucap kasir wanita tersebut saat melihat amplop coklat yang berada dalam pelukan Ila.


"Ah iya Kak, saya datang untuk memberikan surat lamaran pekerjaan saya disini"


"Baik, bisa dititipkan di kasir sini saja Kak, biar nanti saya sampaikan kepada pihak atasan kami"


Ila kemudian menitipkan berkas lamaran pekerjaannya kepada kasir wanita tersebut, setelahnya ia mengucapkan terimakasih dan pamit untuk undur diri. Ia kembali mengelilingi kota menuju ke tempat toko maupun kantor lainnya.


Hingga pukul 16:26 WIB, Ila telah sampai didepan rumah. Punggung serta kakinya sangat lelah karena berjalan cukup jauh. Ila mulai memasuki rumah mereka dan tak lupa mengucapkan salam.


Wati yang melihat Putrinya yang baru saja sampai pun seketika menoleh dan kembali mengerjakan pekerjaannya yaitu menyetrika baju. "Baru pulang Kak? Habis dari mana jam segini baru pulang?"


"Iya Bu, habis cari pekerjaan makanya jam segini baru pulang. Ila pamit kekamar dulu ya Bu" Ucap Ila dengan nada lesu karena energinya telah terkuras habis.


"Eh udah solat ashar belum?"

__ADS_1


"Sudah..." Jawab Ila sembari berjalan menuju ke kamarnya.


__ADS_2