Arus

Arus
Plastik?


__ADS_3

"Eh anjirrrrrrrrrrrr Cinta....


"Lo viral njir...


"Cepat buruan cek Hp, Lo lagi viral di platform sekolah tuh lihat tuh muka Lo terpampang di antero Instagram"


"Apaan sih tinggal bilang aja njir ribet banget dah"


Cinta merebut ponsel milik Ila dengan paksa, ia kemudian mencari-cari apa yang sedang viral yang mengenai tentang dirinya. Terlihat di salah satu InstaStory anak sekolah SMA Widya Mandalay, di sana terpampang jelas wajah Cinta yang sedang tersungkur di atas rerumputan dengan kaki yang tenggelam di adonan semen dan pasir.


Cinta dengan tidak percaya melihat video yang ia putar barusan, bagaimana bisa itu tervideo dan kapan pengambilan video tersebut, jelas tidak ada satu siswa pun yang memegang ponsel saat mereka dihukum berlari di lapangan tadi.


Video tersebut adalah merupakan screen record yang berasal dari Live Instagram salah satu murid yang bernama Sintia. Cinta tidak mengenali siapa Sintia, ia bahkan tidak mengetahui bagaimana wajah seorang Sintia, jelas-jelas tadi di lapangan hanya ada teman satu kelasnya dari manakah munculnya Sintia yang berhasil merecord dirinya.


Sesaat kemudian Cinta mengeluarkan skill stalkernya untuk mencari akun milik Sintia tersebut, benar Sintia telah melakukan siaran langsung melalui Instagramnya.


Sintia beberapa kali merepost postingan dari InstaStory siswa lain yang mengunggah tentang screen record saat cinta terjatuh didalam Livenya.


"Astoge Gw viral gara-gara perkara yang memalukan kayak gini? Anjir malu-maluin banget, mau ditaruh di mana muka Gw ntar"


"Udahlah sekali-kali viral juga nggak papa kali, itung-itung itu sebagai ajang pansos Lo secara tidak langsung"


"Gundulmu pansos! Lo kira Gw kayak Resthi yang sukanya pansos ke anak cowok kelas lain? Gw mah nggak perlu pansos biar dikenal sama cowok lain, noh cowok-cowok juga udah pada antre tanpa Gw pansos. Cuma sayangnya nggak ada salah satu dari mereka yang masuk dalam kriteria cowok Gw mau"


"Idih sombong amat Mbak, awas ya ntar kalau sampai-sampai besok Lo ditembak sama si Rico awas aja Gw palakin lu!"


"Najis gua pacaran sama si Rico"


"Heh kurang ajar Lo! Najis entar juga klepek-klepek baru tahu rasa Lo sama Gw Cin"


Rico yang merasa namanya disebut itu langsung naik darah, apalagi setelah mendengar jawaban yang dilontarkan oleh Cinta, memangnya dia senajis itukah? Seburuk itukah sampai-sampai seorang Cinta manusia yang berwajah biasa saja itu berani menolaknya dengan mentah-mentah.


"Ta, Gw ganteng kan ya Ta? Tuh bahkan banyak kan ya yang pada ngantri buat jadi cewek Gw, bisa-bisanya tuh si Cinta nolak Gw"


Adu Rico kepada Aertha yang sedari tadi menyimak obrolan Cinta dan juga Ila.

__ADS_1


"Nggak juga sih, kalau dibandingkan sama cowok-cowoknya Cinta sama Ila mah gantengan cowok mereka, Lo emang nggak ada apa-apanya dibandingkan mereka sih kalau menurut Gw ya...


"Secara mereka tuh udah ganteng, kaya, bertalenta dan nggak suka nyinyir, sedangkan Lo? Lo cuman beban keluarga yang bisa pamerin harta orang tua doang"


"Aertha! Lo Homo ya? Kok Lo bisa sih suka sama cowok plastik kayak gitu njir. Astagfirullah Ta sadar"


Plok...


Suara tepukan dari belakang kepala Rico yang diberikan oleh Aertha. Dengan kompak, mereka bertiga sama-sama saling menepuk jidatnya masing-masing.


"Aduh"


Ucap Rico dengan mengelus kepala bagian belakangnya yang kena tampol oleh Aertha.


Rico ini tak hanya lemot, bahkan goblok dan juga tolol sudah menjadi peliharaannya yang sangat setia bernaung di otaknya.


Benar, tak semua orang yang bersekolah itu pintar, contohnya Rico. Sekolah sudah 12 tahun bahkan 13 tahun jika ditambah dengan TK saja masih goblok sampai sekarang.


Entah dia bersekolah ini dengan niat apa, otaknya saja kemungkinan masih ditinggal di dalam rumah di atas kasur tempat tidurnya, sehingga ia tak dapat memikirkan apapun yang ia pelajari di sekolah selama ini.


Namun mau bagaimana lagi, kita kan tidak bisa menyalahkan seseorang atas kegoblokannya. Karena semua itu adalah di luar keinginannya, namun apabila dia malas untuk belajar itu juga salah mereka bukan?


Bahkan sekarang, saat ia sudah tidak berbicara, bukankah seharusnya mereka harus bersyukur, namun tidak bisa. Hidup mereka tidak bisa bersantai sedikit saat berhadapan dengan Rico, karena bisa dilihat ia sedang memamerkan tampang yang tidak berdosa dengan wajah cengo, mata yang tidak tahu di mana arahnya dan mulut terbuka karena melamun.


Plak...


Untuk kedua kalinya Rico mendapatkan tamparan, bukan dari Aertha melainkan tamparan itu berasal dari tangan mungil Ila yang kini masih berada didepan mulut Rico.


"Aduh sayang, sakit tahu bibir aku bengkak kan jadi ijo nih"


"Ijo gundulmu itu kuning ******"


Ucap Cinta dengan mimik wajah yang sudah sangat lelah menghadapi sifat Rico yang sudah mendarah daging tololnya itu.


"Kalian jangan gitu dong, aku jadi ga like kalau kalian suka bully aku begini. Aku kan anak ganteng masa di bully sih kalian jahat"

__ADS_1


"Iyuh jijik hiii"


Satu kantin serentak berteriak seperti itu karena suara yang dikeluarkan oleh Rico tergolong sangat keras, sehingga mereka semua bisa mendengarnya.


Ila, Cinta dan Aertha meninggalkan kantin karena malu memiliki teman seperti Rico.


"Hei!! Kok kalian ninggalin Gw sih, eh tungguin Gw!"


"Nah gitu dong bang, laki. Jangan letoy kek tadi, kan jadi jijik kita"


Rico tak menggubris orang yang baru saja berbicara dengannya, ia sibuk melarikan diri untuk mengejar teman-temannya yang lain.


"Den bayar dulu atuh makanannya sama minumannya tadi belum dibayar"


"Hutang dulu deh Tante, besok aja bayarnya"


Saat berada dalam depan pintu kantin, Rico dikagetkan oleh suara dari 3 orang yang sedang mereka tujukan padanya.


"Katanya kaya, kok ngutang hahaha"


Ternyata suara tersebut adalah milik ketiga sahabatnya, mereka hanya berpindah kantin, bukan kembali ke kelas.


Rico mengikuti dimana tempat sahabatnya berada, ia kini tengah berada didepan Ibu kantin untuk memesan minuman lagi.


namun saat akan duduk dimeja mereka, baru saja pantat Rico menyentuh kursi, teman-temannya sudah meninggalkan ia lagi.


"Ooo anj kalian semua!!!"


Hahahaha


Teriakan kemarahan Rico hanya dibalas dengan tawaan oleh sahabat-sahabatnya, hari ini mereka puas mengerjai Rico habis-habisan. Setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun bersama, akhirnya mereka bisa membalaskan dendam atas kekesalan mereka yang sudah terpendam akibat tingkah Rico.


Bersambung...


Yuk bantu dukung karya aku dengan cara like, komen dan vote, terimakasih :)

__ADS_1


__ADS_2