Arus

Arus
D-1 Jadi Babu


__ADS_3

Ila pergi memasak di dapur untuk memulai mengerjakan hukuman yang diberikan oleh wati.


Ia mulai mengambil beberapa bahan masakan yang berada didalam kulkas. Terlihat semua sayuran sudah terpotong dengan sempurna, tidak biasanya Wati sudah memotong sayuran seperti ini, apalagi ia sedang marah dengan Ila. Tidak mungkin jika itu dikerjakan oleh Wati, atau jangan-jangan ini semua dikerjakan oleh Axel? Meja makan juga terlihat bersih dan tanpa debu dan bekas air.


'Tumben rajin haha'


Batin Ila dengan senyum kecil yang terbit di bibirnya. Siapa sangka adiknya yang terlihat cuek dan bodo amatan itu diam-diam juga perhatian terhadapnya.


Ila memotong berbagai bumbu seperti cabai, bawang merah, bawang putih dan sebagainya.


30 menit kemudian, tepat setelah makanan matang dan siap dihidangkan untuk 2 penghuni rumah, adzan Maghrib berkumandang, Wati dan Axel sudah siap untuk sholat berjamaah. Sedangkan Ila, ia harus pergi mandi dahulu kemudian menyusul mereka yang tengah memuji nama Allah sembari menunggu Ila.


Axel kembali menjadi Imam untuk sholat kali ini, dibelakang ada Ila dan Wati yang menjadi makmumnya.


Setelah salam, ketiganya memanjatkan doa kepada Allah untuk keselamatan dunia dan akhiratnya. Mereka sembari meneteskan air mata saat mereka sedang mengeluh kepada Tuhan-Nya. Ujian yang diberikan sungguh hebat, bahkan mereka hampir menyerah untuk ujian ini. Axel memilih melanjutkan membaca wirid selagi menunggu Wati dan Ila menyajikan makanan malam ini.


...~~~...


Ila kembali ke kamar setelah selesai membereskan meja makan dan juga mencuci piring kotor bekas makan tadi.

__ADS_1


Ia mengambil handphone diatas nakas, entah berapa lama benda itu tak terjamah oleh tangan Ila. Beberapa notifikasi terlihat di lock screen nya.


Terlihat beberapa chat WhatsApp, Manga maupun Instagramnya. Rata-rata pesan tersebut berisi tentang,


'tugas sekolah sudah selesai belum, cepat di share'


'Kapan live lagi, kenapa tidak live'


Views Ila rata-rata adalah anak game, K-Popers serta Wibu, tak sedikit dari mereka yang meminta untuk Mabar, Nobar Wibu maupun Konser Idol Korea.


Biasanya Ila yang akan membeli tiket Konser Online dan digunakan untuk nobar di Instagram, ia memungut biaya Rp. 10.000,00 untuk setiap orang yang menonton.


Ia biasanya meminjam rekening Cinta untuk transfer gajinya. Maksudnya, platform akan mentransfer gaji Ila kedalam rekening Cinta, baru kemudian ditransfer lagi kedalam dompet digital Ila.


Ila membuka handphonenya untuk memulai live di Instagramnya. Ia menyapa dan menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh penggemarnya terlebih dahulu, kemudian ia membuka tasnya untuk mengeluarkan beberapa alat tulis serta buku tugasnya.


1 tugas telah ia selesaikan dengan cepat, ia kembali mengobrol dengan penggemarnya.


"Jadi hari ini temanya adalah nontonin Ila belajar haha, kalian jangan lupa belajar juga ya gais, atau boleh kita belajar bareng terus nanti kita bantu jawab sebisanya. Khusus hari ini pas aku live yah haha"

__ADS_1


"Wahhh ada temen kita yang mau join nih gais"


Ila menekan ikon acc untuk live bersama salah satu dari mereka.


"Haii, kamu kelas berapa?"


"Aku kelas 9 ka"


"Oh, kamu juga lagi belajar? Barengan aja yuk, nanti kalo ada yang nggak kamu tau kamu boleh tanya ke kita, oke?"


Gadis tersebut hanya menganggukkan kepalanya dengan sebut kecil terbit di bibirnya itu.


Ila menghilang dari layar untuk mengambil beberapa buku tugasnya yang lain, sebelumnya ia sudah mencatat pelajaran apa yang sedang ada tugas.


1 setengah jam berlalu, Ila sudah mulai lelah dan pamitan untuk mengakhiri live pada hari ini.


Bersambung....


Yuk bantu dukung karya aku dengan cara like, komen dan vote, terimakasih :)

__ADS_1


__ADS_2