
Sesi foto kelas Ila telah berakhir, mereka semua telah kembali ketempat duduknya masing-masing dengan tenang. Jiwa bobroknya saat dikelas, hari ini telah resmi hilang karena mereka semua tengah menikmati peran mereka bak wanita anggun dan pria berwibawa, tak terkecuali dengan Cinta.
Gaya Cinta hari ini memang elegan, ditambah lagi caa duduknya bak putri yang anggun. Namun semua itu tidak akan berjalan lama, dia sudah mulai menggoyangkan pantatnya ke kiri dan kanan guna mencari angle kamera yang pas menurutnya.
Jika ada yang menghitung, entah sudah berapa banyak gambar yang ia ambil hari ini. Mulai dari model selfie, gaya Model, Boomerang bahkan Live Instagram sudah ia lakukan. Ia menoleh ke kiri kala mendapatkan angle yang pas, ia segera memanggil Ila untuk ikut bergabung dalam selfie nya.
Disisi tenda sebelah, Fedri sibuk dengan pikirannya sendiri, ia mencari ide bagaimana ia bisa mendapatkan gambar bersama Ila tanpa harus ia yang memintanya lebih dulu.
Ia menggunakan gaya yang sama dengan Cinta yaitu membuat beberapa video melalu salah satu aplikasi media sosialnya. Namun jarak yang terlalu jauh membuat wajah Ila tidak bisa terjangkau oleh kamera. Ia kembali mencari cara lain yaitu meminta Resthi untuk memfoto kan dirinya dengan background belakangnya adalah Ila.
"Angle nya nggak pas Bang, gelap. Wajah Abang nggak kelihatan di kamera" Resthi berusaha memotret Kakak sepupunya. Menurut Resthi hasil jepretannya ini jelek, sebab wajah Fedri menjadi lebih gelap dibandingkan background belakangnya.
Resthi memberikan kamera tersebut kepada Fedri agar ia dapat melihat hasilnya. Tidak disangka, bukannya marah, Fedri justru tersenyum melihat hasilnya. Namun sesaat senyum tersebut hilang, Ila terlihat sangat kecil disana, hingga membuat Fedri menghela nafas panjang.
Resthi yang bisa menebak isi kepala Kakak sepupunya tersebut segera membuat rencana untuk membantu Abang nya ini agar bisa foto bersama dengan Ila.
Resthi melangkahkan kakinya menuju kearah tenda kelas Ila, ia berdiri tepat didepan Ila yang tengah duduk, sehingga Ila merasa terganggu karena seseorang menutupi pandangannya. Ila mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang telah mengusiknya. Ada rasa kaget dan juga takut, namun sebisa mungkin ia harus mengontrol mimik wajahnya.
"Kesana yuk, foto bareng sama Gw, Cinta juga sekalian yuk" Ajaknya menuju kearah tenda kelas Fedri. Ila tak bergeming, ia mencerna kalimat yang baru saja Resthi keluarkan. Ada sedikit rasa takut serta waspada, namun ia berusaha menghilangkan pikiran negatif tersebut. Ila menoleh kearah Rico yang tengah menatap tajam Resthi, ada rasa tak suka yang terlihat dimata Rico saat Resthi berusaha mengajaknya pergi.
__ADS_1
"Gw ikut" Kalimat tersebut keluar dari mulut Rico, ia tidak bisa membiarkan Resthi membawa Ila pergi dari pandangannya. Terlebih lagi, sebelumnya Resthi selalu menjadikan Ila sebagai sasaran empuknya untuk ia bully, ia tidak ingin membiarkan Ila mendapatkan perlakuan seperti itu lagi. Ini adalah masa terakhirnya disekolah, bagaimanapun caranya, Rico berusaha untuk memberikan kenangan indah saat SMA kepada Ila.
Resthi awalnya enggan untuk mengajak Rico, karena dengan melihat kedekatannya dengan Ila akan membuat hati sepupunya menjadi terbakar. Namun jika tidak mengiyakan, ia tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk sepupunya bisa berfoto dengan wanita yang akhir-akhir ini mengisi pikirannya.
Fedri tersenyum tipis kala melihat Ila mulai melangkahkan kakinya menuju ke tempatnya. Senyum tersebut pudar kala melihat satu laki-laki yang berjalan dibelakangnya. Jarak mereka semakin dekat, Resthi yang sampai lebih dulu menepuk pundak Fedri agar ia sadar dari lamunannya.
"Woi, ayo" Ajaknya membuat Fedri sedikit kelagapan.
Alih-alih ia kesal, justru ia malah tersenyum manis kala kamera memotret gambar dirinya beserta Ila dan Resthi. Posisinya tepat berada disamping kanan Ila, bahkan siku mereka saling menempel sangking dekatnya.
Fedri mengakui bahwa ide Resthi kali ini sangat brilian, sehingga ia dapat berfoto dengan Ila tanpa harus memintanya secara langsung.
Tentu saja itu semua berkat ide pose yang diberikan oleh Resthi. Resthi ikut tersenyum kala melihat wajah Kakak sepupunya, dari suram bak tertutup awan hitam, kini berubah menjadi cerah bak matahari baru saja terbit setelah hujan menyerang.
Berbanding terbalik dengan orang yang berada di sampingnya yaitu Rico, wajahnya terlihat begitu masam dan ditekuk. Niat awalnya ia membututi Ila adalah untuk mencegah Resthi yang bisa berbuat macam-macam kepadanya. Namun ternyata malah ia dijadikan sebagai photografer untuk memotret mereka.
Ia sebenarnya tidak masalah jika dijadikan sebagai photografer, yang menjadi masalah adalah melihat pose mesra antara Ila dan Fedri.
Rico menyukai Ila dari dulu, ia menyukai semua tentang Ila kecuali perlakuan Wati kepada Ila. Selama 3 tahun ini perasaan tersebut tidak pernah berkurang maupun bertambah. Entah ini perasaan nyaman atau sekedar senang karena memilih Ila sebagai sahabatnya atau rasa ingin memiliki layaknya remaja ada umumnya.
__ADS_1
Rasa ingin selalu melindungi Ila terus bersemayam di hatinya, ia sangat tidak suka kepada orang yang tidak memperlakukan Ila dengan tidak baik.
Ia sering kali merasa cemburu karena Ila bisa dekat dengan siapapun, sifat Ila yang friendly selalu membuat hati Rico berkecamuk. Ia takut Ila akan nyaman dengan orang lain, ia takut Ila akan meninggalkan mereka dan juga ia takut apabila sudah tak dekat lagi dengan mereka.
Kalau hal tersebut terjadi, bagaimana nasib mereka? Mereka selalu bergantung kepada Ila, jika Ila menghilang tidak akan ada lagi orang yang bisa memberinya contekan dengan cuma-cuma.
Resthi mengajak mereka untuk foto berempat, dengan posisi perempuan berada di tengah. Resthi segera menggandeng tangan Ila agar kekosongan tersebut tidak dapat diisi oleh Rico, sebab disamping kanan Ila sudah ada Fedri. Sehingga membuat posisi keduanya tidak berubah maupun bergeser.
Beberapa foto telah berhasil mereka ambil, kini giliran Resthi mengajak Rico untuk berfoto, dengan alasan agar ia tidak terlihat seperti jones yang hanya memperhatikan pose mesra antara Ila dan Fedri.
Rico telah menolak berkali-kali, namun Resthi tetap memaksanya. Hingga pada akhirnya Rico pun mengiyakan ajakan dari Resthi.
Disini Resthi memberikan senyum manisnya kearah kamera, ekspresi mereka yang tampak tak kompak membuat Fedri protes sebagai photografer.
"Senyum dong Co!" Suruh Fedri. Resthi beberapa kali menepuk lengan Rico yang berada dalam rangkulannya dan menyuruhnya untuk tersenyum.
"Senyum dong Co, tadi aja Lo sama Ila senyum, masa sama Gw nggak" Bukannya menuruti perintah mereka, Rico justru memfokuskan pandangannya kearah Ila yang berada disamping Fedri, mereka saling bertukar pandang. Ila memberi isyarat kepada Rico untuk tersenyum manis kearah kamera. Lagi-lagi Rico salah mengartikan isyaratnya, ia justru malah tersenyum manis kearah Ila bukan ke kamera.
Saat disuruh untuk kembali menatap arah kamera, wajahnya kembali datar.
__ADS_1