
Pagi ini, matahari akan mulai menampakkan diri saat bulan sudah mengakhiri tugasnya. Embun pagi yang menghiasi dedaunan sehingga memberikan efek sejuk pada manusia.
Ila dan Axel kini tengah bersiap untuk menuju ke Kantor Polisi guna melakukan penyidikan sebagai keluarga korban.
Sedangkan Wati bertugas untuk menunggu Bambang sadar dan sekalian untuk beristirahat karena semalam ia tidak tidur, malahan ia asik mengobrol dengan Axel.
Meski lelah, Axel rela menemani Ila pergi ke Kantor Polisi demi mendapatkan keadilan untuk sang Ayah.
Didepan mereka terpampang 1 monitor, pelaku tambrak lari dan juga beberapa polisi yang tengah mengamati video tayangan cctv di tempat kejadian kecelakaan yang menimpa Ayah mereka yaitu Bambang.
Disana terlihat saat Bambang tengah mengobrol ditempat parkiran motor, kemudia ia mulai mengendarai motornya menuju jalan raya.
Bambang menyalakan lampu sein karena didepan ada perempatan, tiba-tiba mobil melaju dengan kencang.
Brakk....
Motor Bambang terpental hingga 100 meter, sedangkan Bambang, ia terjatuh sejauh 10 meter.
Huaaaaa
Allah Hu Akbar
Lahaulawala
Astaghfirullah Hal'azim
Ila seakan mendengar teriakan semua orang yang berada ditempat kejadian, dari awal video diputar, Ila sudah menangis histeris. Ia kini berada dalam pelukan Axel untuk menumpahkan tangisannya.
__ADS_1
Tepat disamping tempat duduk Axel, terdapat seorang pelaku yang tengah ketakutan.
"Saudara Rudi (pelaku) ada yang bisa anda jelaskan?"
Suara berat dari Polisi yang duduk tepat didepan mereka. Dengan gemetar Rudi menjawab.
"Ssaya nggak ssengaja Pak! Ddia yang lambat pasang lampu sein jadi kketabrak saya"
"MATA LO NGGAK LIAT? AYAH GW UDAH PASANG LAMPU SEIN DARI TOKO 5 ITU, MATA LO AJA YANG BUTA NGGAK BISA LIAT LAMPU SEIN"
"LO UDAH BIKIN BOKAP GW MASUK RUMAH SAKIT ANJ!! DAN LO JUGA YANG UDAH BIKIN KELUARGA GW NETESIN AIR MATANYA!!"
"Saudara Axel mohon tahan emosi, ini Kantor Polisi"
Polisi tersebut menahan agar Axel tidak memukul Rudi, sedangkan Ila, ia menarik-narik tubuh Axel agar tidak memukul.
"Nana udah, kita disini mau minta pertanggungjawaban bukan bikin ribut, udah ayo duduk jangan emosi"
"Tidak Pak, dia memasang lampu sein nya terlalu jauh, jadi saya kira beliau lupa mematikan lampu sein, jadi saya langsung saja".
"Saudara Rudi, Anda jangan mengelak lagi! Jelas rekaman itu telah membuktikan bahwa Anda bersalah karna telah melanggar peraturan Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Yang berisi : untuk membina dan menyelenggarakan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang aman, selamat, tertib, dan lancar. Dengan itu Anda didenda atas 100 Juta Rupiah sebagai biaya pengobatan Bapak Bambang dan ditahan selama 2 bulan."
"Cepat tahan Bapak Rudi dan masukkan kedalam sel nomor 4"
"Baik komandan"
Rudi secara paksa dibawa ke sel tahanan, Polisi merasa kesusahan saat membawa Rudi karena ia terus memberontak meminta untuk dilepaskan.
__ADS_1
"ENGGAK PAK!! SAYA TIDAK BERSALAH!! LEPASKAN SAYA!!"
"Uang ganti rugi dari pelaku akan segera kami kepada pihak administrasi untuk melunasi biaya pengobatan sang korban, sisanya akan kami serahkan kepada keluarga. Semoga korban cepat diberikan kesembuhan".
"Aamiin, terima kasih atas bantuan bapak dan rekan-rekan Polisi sekalian, kami mohon undur diri Pak"
Ila dan Axel kembali menuju Rumah Sakit untuk melihat kondisi Bambang, serta ingin memberitahukan bahwa mereka pulang membawa kabar baik. Mereka tidak akan kesusahan untuk membayar biaya Rumah Sakit lagi.
RUMAH SAKIT
Saat memasuki lorong untuk menuju ruangan Bambang, terlihat Dokter dan beberapa Perawatan yang berlarian menuju ke arah yang sama seperti tujuan Ila dan Axel.
Perasaan Ila menjadi tidak enak, namun ia tetap berusaha berfikir positif bahwa Dokter yang berlarian tadi akan mengobati pasien yang berada disebelah ruang inap Bambang.
Namun sayang, setiap pikiran buruk pasti akan terjadi. Benar saja, Dokter dan semua perawatan yang mereka lihat di lorong, mereka menuju keruangan Bambang.
Terlihat didepan ruang inap Bambang, terlihat keadaan Wati yang lebih parah dari semalam. Saat mendengar suara langkah kaki, Wati segera berlari kedalam kepelukan Axel.
"Nanan, Ayah Nan. Ayah kritis, tadi A-ayah sempat kejang, ini Dokter baru mau periksa keadaan Ayah..."
"Ibu takut Nan, kalo Ayah kenapa-kenapa gimana?"
Ila berdiri tepat dibelakang mereka, senyuman yang menghiasi wajahnya seketika luntur, saat endengar kalimat yang keluar dari mulut Wati beberapa detik yang lalu.
Ila terduduk dilantai, kakinya lemas tak mampu menahan berat badannya sendiri. Apa ini? Baru saja Tuhan memberikan kebahagiaan kepada mereka, namun belum genap 1 jam kebahagiaan tersebut sudah diganti dengan kemalangan.
Bersambung.....
__ADS_1
Note : jika ada kesalahan terhadap isi UU dan lainnya mohon koreksi, terima kasih:)
Yuk bantu dukung karya aku dengan cara like, komen dan vote :)