
Lamunan Fedri buyar karena pundaknya yang ditepuk oleh salah satu wanita cantik. Ia menoleh sekilas kearah wanita yang kini duduk tepat disampingnya.
"Ngeliatin apa sih Bang?" Wanita tersebut celingukan mencari sosok yang membuat Kakak sepupunya ini fokus menatapnya. Tepat di kursi yang letaknya berada di tenda sebelah, ia sadar bahwa yang dilihat Kakak sepupunya adalah Ila.
Wanita yang banyak digandrungi oleh anak laki-laki seangkatannya. Pesona yang dimilikinya memang sangat kuat, siapa yang tidak akan tertarik dengannya, sudah cantik, pintar bahkan pekerja keras lagi.
Fedri sontak menoleh kearah wanita tersebut yang tak lain adalah Resthi. Ia menoleh guna dapat menyembunyikan sosok yang ia pandangangi tadi tidak dapat ditemukan oleh Resthi. Namun sayangnya, Resthi lebih dulu menangkap sosok tersebut sebelum ia menyadari keberadaan Resthi.
"Lo demen sama dia Bang? Hahaha" Tawa Resthi menggelegar kala Fedri tak menjawab pertanyaan darinya. Sudah dipastikan bahwa tebakannya kali ini benar.
Resthi mengeluarkan jurus andalan cewek, yaitu memberikan kompor meleduk ditelinga serta dihati Fedri. "Dia banyak yang suka, kalo Lo ketinggalan satu langkah aja, bisa jadi dia udah jadian sama yang lain"
"Apaan sih Lo? Gw nggak suka sama dia, orang Gw dari tadi ngeliatin Bu Ririn bukan dia"
"Dia siapa Bang? Kan Gw tadi cuma bercanda, terus tanggapan Lo yang gini, bikin Gw jadi curiga kalo Lo emang beneran suka sama dia" Tambah Resthi untuk lebih mengobarkan api dalam hati Fedri.
"Udah Gw bilang, Gw nggak suka sama Ila!!" Tanggapan tegas dari Fedri bukan membuat Resthi menjadi menciut, namun malah membuatnya menjadi lebih bersemangat dari sebelumnya, terlihat wajah Resthi sekarang tengah tersenyum dengan menggoda Kakak sepupunya itu.
"Gw nggak bilang kalo yang Lo liatin itu Ila" Ucapan Resthi membuat Fedri membeku seketika. Benar, kenapa dia malah menyebutkan nama Ila.
"La... Abang Gw naksir noh sama Lo!!!" Teriakan Resthi membuat banyak orang yang berada disekitarnya menjadi memfokuskan pandangannya kepada Fedri dan Ila yang bahkan tempat duduk mereka berjauhan. Bagaimana tidak, posisi Fedri dan Ila terhalang oleh 1 tenda lagi diantara mereka.
Mata Fedri sontak melotot saat mendengar teriakan Resthi yang begitu menggelegar disini. Ia segera menutup mulut Resthi menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya tengah menjitak kepala Resthi. Ia tak peduli akan tatanan rambut Adik sepupunya apabila rusak nanti, yang terpenting adalah image nya kali ini.
Fedri yang terkenal akan sifat es baloknya saat berhadapan dengan seseorang, bagaimana mungkin ia tiba-tiba menyukai seseorang yang bahkan jauh dari level keluarganya.
__ADS_1
Disisi lain, Ila pun tak kalah kagetnya mendengar suara Resthi yang menyebutkan namanya. Pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Bagaimana tidak, pipinya merah akibat polesan blush-on, ditambah lagi dengan godaan beberapa siswa dan siswi disana.
Ia bahkan tidak terlalu mengenal sosok Fedri, yang ia ketahui tidak lebih hanyalah sebatas nama panggilan serta ruang kelasnya.
Ila hanya dapat menutupi wajahnya yang memerah dengan menggunakan sebuah kias yang ia rampas tadi dari Cinta. Disampingnya, Cinta tengah menggoda sahabatnya itu dengan tersenyum penuh arti, kemudian ia membisikkan sesuatu tepat disamping telinga Ila.
"Mayan La, Fedri nggak jelek-jelek juga, ditambah dia juga kaya. Bisalah bersaing sama Babeh"
"Nggak ya!! Mana bisa remahan kerupuk kek dia jadi saingan Babeh!!"
"Oke, kita taruhan! Kalo sampe Lo tetep nggak suka sama dia, Gw bakalan bayarin Uang Kuliah Lo selama 1 semester, tapi kalau sampe Lo suka sama dia, Lo harus traktir Gw di coffee shop sultan langganan Gw. Gimana? Deal?"
Dengan ragu Ila mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Cinta sebagai tanda persetujuan dari taruhan mereka. Sebenernya ia yakin tidak akan menaruh hati pada Fedri, sebab tak pernah dekat maupun mengenalnya lebih jauh.
Kini giliran kelas Ila untuk melakukan sesi foto bersama, semua siswa-siswi kelas XII IPA 2 sudah berada di area studio mini yang dibuat oleh anak OSIS. Sesi foto kali ini, dihadiri oleh Pak Marmo pula sebagai Wali kelas mereka. Dari gaya formal hingga bebas telah mereka lakukan.
Mereka diberikan waktu 15 menit untuk melakukan foto bebas di area ini. Ila sudah seperti bunga kelas yang tengah mekar hari ini, teman-temannya silih berganti meminta foto bersama dengannya. Bahkan hingga membuat Rico sedikit cemburu, ia sama sekali belum berfoto dengan Ila selain bersama Pak Marmo tadi.
"Husttt stop stop stop, giliran Gw tadi belum foto sama ayang" Rico menarik tangan Ila untuk menjauhi kerumunan tersebut. Dan dengan sengaja Aertha memotret momen saat Rico menarik Ila tadi.
Ila dipanggil oleh Aertha, sekali lagi ia dipotret saat belum siap. Kali ini ia menyadari bahwa telah dipotret, dan meminta untuk melihat hasilnya.
Wajah Ila yang belum siap tersebut terlihat lucu dimata sahabatnya, seperti anak yang tengah bingung mencari Ibunya dimana.
"Ihh Gw belum siap, ulang!!" Ila sudah berpose dan menunggu Aertha untuk memotretnya bersama Rico.
__ADS_1
"Bilang aja Lo mau punya banyak foto sama Gw kan? hm" Rico lagi-lagi menggodanya, ia sangat kesal jika manusia disampingnya ini sudah berada dalam mode PD.
Ila berjalan keluar menuju area studio mini tersebut. Belum sampai pada pintu keluar, tangannya sudah dicekal oleh Rico, kali ini Rico dengan serius mengajaknya berfoto.
Rico tak hanya berfoto dengan Ila, Cinta dan Aertha pun masuk kedalam foto tersebut, beberapa gaya bebas mereka lakukan. Dari foto berdua antara Ila dan Rico, Rico dan Cinta, Cinta dan Aertha, Aertha dan Ila. Semuanya bergantian memotret dan dipotret.
Studio mini ini menggunakan tema outdoor, sehingga membuat orang yang kini berada ditengah lapangan merasakan hawa panas dihatinya. Melihat betapa akrabnya mereka, ia ingin sekali menukar posisi nya dengan Rico. Ia bisa terang-terangan meminta foto kepada Ila. Sedangkan dia, dia malu untuk mengatakannya.
Ia kalah langkah dengan Rico, ingin sekali ia berada didekat Ila, namun saat ini ia masih belum memberanikan diri.
Kamila, Cinta, Rico dan Aertha
Kamila Hilya Khalisa
Cinta Sisca Yofie
Kamila dan Rico
__ADS_1