Arus

Arus
Pelanggan pertama


__ADS_3

Setelah amit undur diri, kini Ila dan Sista berjalan untuk mengelilingi seluruh bangunan salon Miss Beauty, sebab tadi hanya beberapa ruangan saja yang baru Sista kenalkan kepada Ila.


Hingga tepat didepan salah satu ruangan yang tak kalah mewah dan luasnya daripada ruangan milik Recka, Ila sekali lagi dibuat kagum oleh beberapa furniture yang terpasang dibeberapa dinding bangunan ini. Bukan hanya elegan, namun juga mewah. Membayangkannya saja Ila rasanya tak mampu, mungkin hanya untuk membeli salah satu barang tersebut Ila memerlukan untuk menabung selama 3 tahun bekerja disini.


"Kamu jangan pernah masuk kedalam ruangan ini tanpa instruksi dari atasan, iri ruangan anaknya Bu Recka, dia sangat benci apabila ada seseorang yang memasuki wilayahnya. Dia sangat galak dan tempramennya sangat buruk"


"Dulu pernah ada pegawai yang nekad memasuki ruangan ini hanya karena penasaran, keluarnya dari ruangan ini bajunya sudah basah semua dan rambutnya acak-acakan. Ditambah lagi pipinya merah gitu seperti bekas tamparan"


"Beliau memang sangat jarang datang kesini, namun didalam ada seekor kucing hitam yang sangat ganas, dan juga tidak ada yang pernah tahu kapan dia datang, karena setiap kali beliau ada ditempat, kami tidak pernah melihatnya memasuki salon ini. Itu menjadi pertanyaan besar bagi kami selama ini, namun kami tidak berani untuk mencari tahu lebih dalam lagi mengenai putra sulung Bu Recka tersebut. Selama 5 tahun aku bekerja disini, aku tidak pernah melihat wajahnya, ia selalu mengenakan masker dengan pakaian yang super rapi seperti CEO"

__ADS_1


Penjelasan panjang yang diberikan oleh Sista, bukannya membuat Ila menjadi takut dan ingin mengindari ruangan tersebut. Tetapi semua rasa penasarannya menjadi menumpuk lebih tinggi dibandingkan tadi saat ia masih belum mengetahui cerita tentang anak Bu Recka.


Ila hanya menanggapi pernyataan Sista dengan menganggukkan kepalanya agar segera usai dan melihat tempat yang lain. Itu semua Ila lakukan untuk menutupi rasa penasarannya terhadap sosok yang memiliki ruangan mewah dibelakang mereka.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka, hingga satu deretan ruangan yang begitu luas yang membuat Ila tertarik untuk mengetahui tempat apakah itu. Tak selang berapa lama, rasa penasaran itu berbayar saat ia melihat nama ruangan tersebut yang terletak diatas pintu. Sebuah balok kayu yang diukir menjadi sebuah karya seni cantik bertuliskan nama ruangan, ditambah dengan lapisan plitur serta sebuah kaca bening untuk menutupi ukiran kayu tersebut dari debu, menambahkan kesan mewah.


"Ini ruangan V.. I.. P?" Ila tergagap saat pintu ruang tersebut dibuka. Benar-benar mewah, bahkan tak kalah jauh dengan mewahnya dengan ruangan Recka, mungkin hanya berbeda luasnya ruangan saja. Ruangan ini hanya ditempati untuk 1 pelanggan saja, ruangan ini juga didesain khusus untuk private room, semuanya tertutup rapat untuk kenyamanan pelanggan. Sista menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Ila.


Hingga beberapa tahun kemudian saat ia ditempatkan pada bagian Resepsionis sekaligus kasir, ia baru sadar bahwa semua fasilitas yang disediakan disini memanglah setara dengan uang yang harus mereka keluarkan.

__ADS_1


Sista menyuruh Ila untuk berbaring di kasur untuk pelanggan reguler, ia mencontohkan beberapa pijatan lembut yang harus ia lakukan saat melayani pelanggan. Tak hanya pijatan, namun juga memperkenalkan beberapa alat beserta fungsinya yang terletak tak jauh dari tempat mereka.


Dengan sabar Sista menjelaskan semuanya kepada Ila, mulai prosedur pelayanan serta beberapa prosedur perawatan wajah, meni pedi dan banyak lagi.


"Disini enak Mil, kita dikasih jatah libur 4 kali dalam 1 bulan. Namun, tidak boleh lebih dari itu. Kamu juga boleh tidak ambil libur tersebut, tentu saja dengan upah yang sama saat kamu bekerja di hari biasa. Gaji disini juga bukan kecil, minimal kamu bisa ah buat nyicil uang kuliah 1 semester dalam 2 bulan kamu bekerja disini"


Ila menganggukkan kepalanya, ia setuju dengan penjelasan Sista, sebab tadi saat Recka mewawancarainya, Recka beberapa kali menjelaskan beberapa peraturan serta gaji yang akan Ila dapatkan nantinya saat sudah menjadi karyawan tetap disini.


Ila mempraktekkan pijatan yang tadi Sista ajarkan, Ia mempraktekannya pada wajah Sista, meski tak mengenakan produk kecantikan langsung, namun dengan hanya menggunakan teori pijatan yang benar pasti akan berhasil.

__ADS_1


Setelahnya, Ila dan Sista sama-sama pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangannya agar tetap higienis. Sista mendapatkan sebuah Saat mereka keluar dari kamar mandi yang berada didalam ruangan tersebut, seorang teman Sista yang berada di bagian Resepsionis datang untuk mengantarkan seorang pelanggan mereka.


__ADS_2