Arus

Arus
Jadi mantunya Tante


__ADS_3

"Kak, Tante, Axel izin matikan teleponnya ya, Kak Ila sudah tidur soalnya" Izin Axel dengan memperlihatkan posisi tidur Ila saat ini.


Perhatian kedua wanita itu teralihkan oleh suara bariton milik Axel. Keduanya kompak menghentikan aksi debatnya.


"Eh Axel, lama nggak kelihatan, bagaimana kabar kamu sama Tante?"


"Aduh gantengnya... Namanya siapa ganteng? Mau nggak jadi mantunya Tante?"


"Ih Mommy, dia itu Adiknya Ila Mommy ingat, aku nggak mau sama dia, dia masih terlalu kecil dan masih dibawah umur..."


Tak lagi ingin mendengar sebuah perdebatan keduanya lagi, Axel pun memilih untuk memutuskan sambungan telepon tersebut.


Dilihatnya Ila yang tengah tertidur pulas itu, ada sedikit rasa kasihan kepadanya. Ila yang biasanya akan rela begadang untuk mendapatkan uang tambahan, ia tak memperdulikan tubuhnya yang lelah.


Ia dapat melihat betapa lelahnya menjadi seorang Ila melalui ekspresinya saat tengah tertidur. Guratan di dahinya membuktikan bahwa saat sudah tertidur saja, ia masih begitu gelisah.

__ADS_1


Kamar mereka yang berdampingan membuat Axel tahu jam berapa waktu tidur Ila. Ia sering kali terbangun karena suara yang masih terdengar dari balik tembok kamarnya. Benar saja, setelah ia dengarkan dengan cermat, saat itu Ila masih melakukan live streamingnya dengan suara yang ia pelankan agar tidak menggangu waktu istirahatnya maupun sang Ibu. Dan saat Axel melihat jam, jam sudah menunjukkan pukul 00:00 WIB.


"Lala... Kalau cape tuh ya tidur, bukan malah ngerjain yang lain" Ucap Axel dengan menepuk kepala sang Kakak dan membuat Ila sedikit menggeliat.


Axel sedikit membereskan kamar milik Ila yang belum sempat ia bereskan tadi. dari tas, jaket, jepit rambut, semua masih berada diatas meja belajarnya. Hingga ia kembali menaruh ponsel Ila tepat berada disampingnya.


Dilihatnya ponsel tersebut yang ternyata telah kehabisan baterai, dan Axel pun mencolokkan ponsel tersebut dengan chargernya. Ponsel sangatlah penting, tidak mungkin jika Ila harus kehabisan baterai besok saat bekerja, bisa-bisa ia tidak dapat menghubunginya untuk meminta dijemput.


...-----...


Hari ini adalah akhir masa training Ila, seperti hari sebelumnya, Fedri terus saja datang ke salon saat salon tersebut akan tutup, tujuannya hanya satu, yaitu menjemput Ila.


Sama sekali Ila tak pernah menerima ajakannya untuk diantar pulang. Pria yang masih tidak diketahui statusnya dengan Ila ini terus saja menjemputnya, dan itu membuat hati Fedri terus memanas disetiap pulang kerumah.


Harapan bisa berbonceng berdua dengan Ila terus saja pupus. Padahal Fedri juga sudah mengganti motornya dengan motor matic biasa, tapi entah mengapa masih saja ditolak oleh Ila.

__ADS_1


Dan pria yang selalu bersama Ila itu terus saja memberikan tatapan mengejek kepadanya, tatapan tersebut seperti mengisyaratkan bahwa 'Aku menang dan kamu kalah'.


Disis lain, Ila telah melayani 2 pelanggan pada siang ini. Ia sudah dilepaskan dari pengawasan Sista. Selama 1 Minggu terakhir, ia mengerjakan semuanya sendiri dengan berbekal ilmu yang telah diberikan Sista 2 Minggu sebelumnya.


Sifat cekatan serta tetap berhati-hati ini banyak disukai oleh para pelanggan, Ila terlihat seperti sudah berpengalaman dalam hal ini. Banyak yang mengira bahwa Ila adalah pegawai pindahan dari cabang Miss Beauty lain yang dipindahkan kesini.


Dengan skill yang luar biasa ini, banyak mengundang pertanyaan seperti 'Kakak, dari cabang mana? Kok saya tidak pernah melihat', 'Kakak awalnya bekerja di salon kecantikan yang mana?' banyak didapatkan oleh Ila. Namun saat tahu fakta bahwa Ila adalah pegawai yang masih menjalani masa training atau bisa disebut dengan pegawai magang.


Kabar mengenai skill bekerja Ila ini bahkan sudah didengar oleh Recka, Recka yang pada dasarnya memang begitu akrab dengan pelanggan, Recka mendapatkan tuai pujian dari banyak pelanggan yang telah dilayani oleh Ila. Recka dipuji karena memiliki pegawai seperti Ila, bahkan ia didesak untuk segera merekrut Ila sebagai karyawan tetap di salonnya.


Mendengar kabar baik tersebut, Recka menyuruh Sista untuk segera melaporkan bagaimana kinerja yang dilakukan oleh Ila, bahkan ia juga sudah mengecek CCTV yang berada di ruangan tempat Ila bekerja.


Dan benar apa yang ia dengar dari para pelanggannya, bukan hanya cekatan, Ila juga melakukan semuanya sesuai dengan step yang telah diajarkan dengan hati-hati. Kenyamanan pelanggan menjadi kunci utama dalam Ila bekerja.


Ia merasa beruntung karena putranya telah memberikan kesempatan emas ini untuknya dan juga untuk Ila. Seorang yang tidak memiliki pengalaman bekerja apapun, tapi sekalinya bekerja malah memuaskan semuanya, sungguh susah didapat.

__ADS_1


__ADS_2