
2 Bulan kemudian..
Dimana waktu ditunggunya dan juga dihindari banyak orang, waktu melepas penat dengan masa sekolah dan digantikan oleh penatnya memikirkan dimana dan bagaimana perjalanan mereka yang baru akan dimulai.
Waktu untuk mengantarkan mereka dari masa remaja menuju ke dewasa. Menata sedikit demi sedikit masa depan dengan mengandalkan bekal yang tidak seberapa. Ajaran norma dan sopan santun dari pendidikan sekolah, keluarga serta sosial, sangat dibutuhkan saat ini. Dimana hal tersebut juga menjadikan cerminan bagi diri sendiri.
Ditengah lapangan, sudah berdiri sebuah panggung serta beberapa tenda untuk tempat berteduhnya audiens. Hari Wisuda Kelas Xll Tahun ajaran 2021-2022 diadakan hari ini.
Hari haru dan semangat baru dimulai, sebuah masa perkenalan yang pernah mereka lakukan 3 tahun yang lalu telah usai.
Disini, tepatnya dibawah salah satu tenda yang berjejeran, terdapat salah satu murid unggulan yang tengah duduk dan melamun kan masa depannya.
Gadis yang usianya kini genap 18 tahun ini hadir dengan tatanan rambut sanggul ala wanita Bali, wajahnya dipoles dengan make up natural, mengenakan kebaya warna maroon, jarik motif batik truntum menjadi pilihannya untuk dijadikan rok, sepatu dengan high setinggi 4 cm menambah kesan cantik dan elegan dalam dirinya.
Disampingnya ada Cinta, penampilannya tidak jauh berbeda dengan Ila. Ia mengenakan kebaya berwarna abu muda, dan roknya batik motif sawat.
Mereka duduk menikmati serangkaian acara ini, dengan beberapa penampilan yang dibawakan oleh masing-masing kelas. Suasananya meriah ini menutupi kesenduan yang dirasa.
Undangan bagi siswa-siswi dan wali murid berbeda, itu disebabkan agar siswa-siswi dapat berkumpul sesuai dengan kelas masing-masing untuk melakukan sesi foto bersama.
Dari kejauhan terlihat pria dengan badan tegap dan langkah kaki yang pasti berjalan menuju kearah Cinta dan Ila. Pria tersebut mengenakan setelan jas yang pas di badan mereka sehingga memberikan kesan tampan dan berwibawa.
__ADS_1
Kesan tersebut tidak bertahan lama pada diri Rico. Karena sesaat kemudian, tepatnya saat sampai di kursi tepat samping Ila, ia terperangah oleh kecantikan Ila yang kian memancar hari ini.
"Ya ampun Beb, kamu cantik banget hari ini, jadi nggak sabar buat nikahin kamu" Puji Rico dengan nada manja kepada Ila. Ila sendiri hanya memperlihatkan wajah jijik karena melihat Rico sedang memonyongkan bibirnya seakan minta dicium.
Plakk...
"Hiii iyuh" Reflek Ila menampar pelan bibir Rico yang menggelikan dimatanya, namun menggoda dimata wanita lain. Ila mengusap telapak tangan yang tadi ia gunakan untuk menampar bibir Rico ke jas yang tengah Rico gunakan. Ada bekas sedikit ludah Rico yang menempel disana. Tak menyerah begitu saja untuk mendapatkan ciuman dari Ila.
"Jilat aja Beb, manis kok kayak permen rasanya, atau mau coba dari pabriknya langsung?" Tak hanya memanyunkan bibirnya, kini Rico menambah dengan ekspresi nya yang merem melek seperti Om mesum yang tengah melihat mangsa. Tak dapat mengatasi Rico dengan dirinya sendiri, Ila kini meminta pertolongan kepada Aertha untuk memberikannya pelajaran.
"Tataaaaaa... Tabok bibirnya Rico, Gw jijik!!"
Aertha maju paling depan jika ada seseorang yang membutuhkan bantuannya untuk membasmi manusia seperti Rico ini. Tak segan, tidak hanya sekali ia menampar bibir tersebut tapi sebanyak 3 kali tamparan.
"Haha mampus" Tawa mereka pecah saat melihat Rico yang kesakitan. Jangan berharap mereka akan bersikap anggun dan berwibawa jika keempatnya sudah berkumpul bersama. Pakaian mereka tidak bisa menutupi sifat asli masing-masing yang sama absurd nya.
Disisi lain tapi ditempat yang sama, Pria lain berpakaian setelah jas berwarna hitam dengan pandangan mata tajam tengah kepalang panas. Fedri sedari tadi menatap interaksi dari geng Ila. Betapa bahagianya mereka saat berkumpul, seakan hidup mereka hanya hura-hura tanpa ada masalah apapun.
Bukan menatap keempatnya orang, namun Fedri lebih fokus pada wajah Ila yang jauh lebih cantik dari hari biasanya. Udara sejuk karena efek hujan semalam sama sekali tidak dirasakan oleh Fedri, yang ada malahan udara disekitarnya terasa panas.
Banyak tatapan kagum dari beberapa wanita disekelilingnya seakan tidak ia gubris. Hal dikelilingi oleh wanita seakan sudah menjadi makanannya sehari-hari.
__ADS_1
Pria yang ketampanan serta aura wibawa yang senantiasa melekat dalam dirinya, tak berhasil membuat 1 wanita ini melirik kearahnya. Bahkan satu sekolah saja mengenal dirinya, namun ini? Ila sama sekali tidak mengenalinya bahkan tidak tahu namanya.
Apakah mata wanita ini tertutupi oleh katarak yang tebal, sehingga tidak dapat melihat ketampanannya?
Sunggu Fedri sangat kesal dengan Ila karena tidak dapat mengenalinya. Hingga membuat Fedri penasaran apa yang setiap hari Ila lakukan dan siapa saja yang ia temui, kenapa bisa tidak mengenalinya?
Setelah kurang lebih 2 bulan ini memantau Ila dari kejauhan, semua pertanyaan yang ada di benak Fedri terjawab, bahwa kehidupan Ila sungguh sangat membosankan.
Berawal dari pagi berangkat ke sekolah sampai sore, istirahat pun palingan hanya kekantin dan perpustakaan untuk belajar lagi. Sore sepulang sekolah juga langsung pulang dan tidak pergi hangout bersama yang lain.
Sehingga wajar jika ia tak mengenalinya, sebab dunianya sudah penuh dengan belajar, dan temannya pula tidak sering membicarakan tentang pria. Membicarakannya pun Fedri tidak mengerti siapa, sebab topik mereka saat sedang membahas pria ialah Artis maupun aktor dari Korea Selatan.
Sedangkan Fedri, ia merupakan haters kelas atas dalam menghujat beberapa artis Korea. Menurutnya kulit putih untuk pria itu terlalu lembek, laki tuh harus hitam. Begitu pikirnya.
Hingga suatu saat ia dibuat penasaran oleh satu sosok yang bernama Choi Sengcheol alias S-Coups, nama yang sering kali keluar dari mulut Ila saat ia tengah mengobrol dengan Cinta. Ia penasaran seberapa tampangnya S-Coups tersebut jika dibandingkan dengan dirinya.
Nggak jauh beda, cuma 10 25 doang, masih bisa lah Gw kalahin, pikirnya dengan menyombongkan diri. Namun sesaat setelah men searching lebih lanjut tentang sosok tersebut, Fedri seakan tengah ditampar oleh prestasi yang dimiliki artis favorit Ila tersebut.
Bagaimana tidak, pria kelahiran Sangin-Dong ini tidak hanya sekedar artis yang memamerkan wajah tampannya, ia merupakan Lead Rapper serta, leader grup yang memiliki ciri khas self producing.
Anjir anjir, kalo seleranya gini, terus Gw bisa apa? Mau mundur sayang, kalau mau maju ya nggak pede
__ADS_1
Lamunan Fedri pecah kala bahunya ditepuk oleh wanita cantik dengan pakaian yang senada dengan yang lainnya.
"Ngelamun ae bang...