Arus

Arus
Cowok Ila


__ADS_3

Dasarnya Fedri adalah seorang yang penakut, hanya mendengar suara itu saja sudah berhasil membuat bulu kuduknya berdiri, tangannya sudah keringat dingin dan juga wajahnya memucat.


Dengan berhati-hati Fedri membalikkan badannya untuk melihat sosok yang tengah berdiri dibelakangnya. Melihat reaksi Fedri yang ketakutan seperti siang tadi, membuat Ila ingin sekali memuntahkan tawanya. Namun karena harus mendalami peran, ia harus memaksakan tawanya untuk ia tahan.


"Nanan...." Ila berlari dengan membentangkan kedua tangannya untuk menyambut kehadiran Axel dengan pelukan.Ila berhamburan menubruk tubuh kekar Axel untuk berada didekapnya.


Axel membalas pelukan Ila dengan satu tangannya, satu tanga sang lain ia gunakan untuk mengusap lembut rambut Ila. Axel dapat melihat bahwa pria didepannya ini yang entah siapa namanya tengah tertarik kepada sang Kakak. Sorot mata yang seolah tengah mempertanyakan hubungan antara Ila dan Axel jelas kentara dimata Fedri.


Mengetahui hal tersebut, Axel justru malah lebih memamerkan kebersamaannya dengan pria ini. Ia sengaja melakukannya untuk melihat reaksi apa yang akan ditunjukkan oleh Fedri.


"Dia siapa?" Tanya Axel pada Ila yang masih setia berada dipelukannya.

__ADS_1


Ila melepaskan pelukannya dari Axel, kemudian kembali menatap kearah Fedri. "Oh dia yang dulu mau donorin darahnya buat Ayah"


Ila tak mengakui diri Fedri minimal sebagai teman? Teman satu linting saja tidak. Ia hanya mengingatkan Axel terhadap dirinya yang memiliki niat untuk membantu mereka namun tak diizinkan oleh Tuhan.


"Oh dia, Axel mas" Axel mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Fedri sebagai perkenalan. Fedri tak menanggapi hal itu, ia justru malah fokus terhadap Ila yang terlihat begitu berseri saat bertemu dengan Axel ini.


Ada sedikit rasa sesak di jantungnya, terbukti bahwa detak jantungnya kini berdetak lebih cepat dari sebelumnya, namun tak lebih cepat dari saat sebelum ia mengetahui sosok dibelakangnya tadi adalah Axel.


Merasa tangannya diabaikan oleh lawan bicaranya, Axel memutuskan untuk menarik kembali tangannya untuk menggenggam tangan Ila. Semua itu tak luput dari perhatian Fedri yang masih bertanya-tanya dalam hatinya, benarkah ia harus menyerahkan secepat ini, bahkan untuk dikatakan memulai saja ini masih belum pantas untuk diakui sebagai permulaan.


"Yasudah yuk pulang" Axel menggandeng tangan Ila sampai menuju kearah motor butut milik mereka.

__ADS_1


Dikasih cowok yang punya motor bagus eh malah milih yang pakai motor butut, sesederhana itu keinginan mu Mil. Maaf kalau aku nggak bisa ngasih itu ke kamu. Modal ganteng doang nggak bisa bikin kenyang Mil, tentu semuanya butuh duid. Eh kenapa Gw jadi sombong, ya Allah ampuni Aku yang tak sengaja menjadi sombong.


Malam sudah mulai larut, Fedri pula sudah berada didalam kamarnya. Sepulang tadi ia begitu terlihat murung, dan itu menjadi pertanyaan sendiri bagi keluarganya. Bukankah keinginan Fedri untuk memasukkan Ila kedalam salon Mamanya sudah berhasil, lantas apalagi yang membuat anak laki-laki mereka ini kembali menjadi murung.


Rebecca menghampiri kamar Fedri yang tak dikunci. Ia masuk begitu saja tanpa mengetuk maupun izin kepada pemilik kamar terlebih dahulu.


Hal tersebut tentu saja membuat Fedri lagi-lagi dibuat terkejut. Sifat penakutnya seperti sudah mendarah daging, sebab hanya mendengar suara saja bisa membuatnya kaget dan takut.


Jika dilihat dari wajahnya, mungkin banyak yang mengira bahwa Fedri ini adalah sosok yang garang, tegas, berwibawa serta berkarisma. Namun nyatanya, dia adalah seorang yang penakut terhadap sosok gaib, kalau sosok tersebut adalah manusia tidak akan pernah membuatnya gentar dan juga takut.


Fakta ini sangat jarang ditemukan oleh orang luar, Ila adalah satu-satunya yang mengerti akan kelemahan Fedri tentang setan ini. Sebab, jika bersama dengan orang lain Fedri sangat pintar dalam menyembunyikan kelemahannya ini.

__ADS_1


"Abang kenapa? Kok diem aja dari tadi, Abang lagi sari malam?" Tanya Rebecca yang saat ini sudah duduk disisi ranjang milik Fedri.


"Sari malam apaan?" Tanya Fedri yang bingung dengan bahasa baru yang diucapkan oleh adiknya Rebecca.


__ADS_2