
Hingga pukul 03:00 dini hari, Ila baru membaringkan tubuhnya keranjang kesayangan, Hari yang lelah membuatnya dengan cepat terlelap.
Ia tak melaksanakan solat tahajud karena ia belum tidur sama sekali tadi, dan syarat dari solat tahajud adalah solat tahajud harus dilakukan setelah tidur, walaupun itu hanya sebentar.
Tidak lebih dari 2 jam Ila tertidur, jam alarm yang biasa ia stel telah berbunyi menandakan ia harus segera bangun dan membantu Ibunya di dapur. Rutinitasnya sekarang tak berubah dari dulu, hanya satu yang berbeda. Jika dulu setelah membantu Ibunya di dapur, ia harus segera pergi mandi untuk berangkat sekolah, kini sudah tidak.
Ila menggantikan Ibunya berjualan sayur untuk menu sarapan di pagi hari. Sedangkan Wati ia harus pergi ke pasar mencari bahan masakan untuk jualan besok.
Warung mereka dibuka mulai pukul 05:30 WIB, tidak membutuhkan waktu lama, semua dagangan mereka telah ludes dibeli oleh para tetangga serta tukang sayur yang akan mereka jual lagi nantinya.
Masakan Wati sudah terkenal akan rasanya yang sedap dan kaya akan bumbu rempahnya. Sehingga membuat masakan tersebut terasa pas di lidah para pembeli.
Ila bolak-balik masuk kerumah untuk mengembalikan serta membersihkan bekas jualannya. Ia mencuci semua peralatan tersebut sembari ia mencuci pakaian orang rumah serta beberapa pakaian pelanggan. Meskipun rumah serta keluarga ini adalah keluarga sederhana, namun jika hanya sekedar mesin cuci juga ada dirumah ini, mereka sadar bahwa pentingnya mesin cuci bagi mereka, terlebih lagi pekerjaan yang mereka lakukan di pagi hari sudah cukup menguras energi.
Dengan cekatannya Ila membersihkan wadah-wadah tersebut tak sampai menghabiskan 30 menit. Ia menaruh wadah tersebut untuk ditiriskan airnya. Sembari menunggu wadah tersebut kering, Ila mulai menjemur pakaian yang telah selesai dicuci tadi.
__ADS_1
Matahari sudah mulai naik, sinarnya yang terik membuat siapapun enggan untuk keluar dan menikmati sinar sang surya tersebut. Itu sangat panas dan membakar kulit, pakaian saja yang mereka jemur tak sampai menunggu waktu sore untuk kering karena sangking teriknya.
Warung Wati kini telah resmi ditutup, dengan keuntungan yang sangat kecil dan tidak akan mampu mencukupi kebutuhan mereka, dengan berat hati Warung yang telah menjadi saksi perjuangannya bersama dengan sang suami dengan terpaksa harus ditutup.
Kini ia membuka jasa laundry kiloan, banyaknya warga yang menyukai masakan Wati, sehingga mereka juga dibuat penasaran akan seberapa bersihnya hasil laundry Wati.
Hingga banyak sekali orang yang telah mempercayai ketekunan Wati, buktinya kurang lebih 2 bulan membuka jasa laundry, costumer nya sudah membeludak. Lelahnya berkali lipat daripada sebelumnya, meskipun terkadang Ila juga ikut membantu dalam hal mencuci dan menyetrika, namun pekerjaan tersebut seakan tidak ada habisnya.
Ila telah menyelesaikan sesi pertama baju cuciannya, kini ia menunggu sesi kedua itu selesai. Ia membuka ponselnya dan kembali menjelajahi beberapa akun media sosial yang berjalan dalam bidang bisnis.
Lagi-lagi semua menolaknya, seakan tak mengenal kata menyerah, Ila kemudian membagikan informasi disalah satu akun media sosialnya. Bukan menginformasikan bahwa dirinya yang membutuhkan lowongan pekerjaan, melainkan ia meminjam atas nama teman. Ia tidak ingin banyak orang mengetahui kehidupan pribadinya, sehingga tak jarang ia sangat berhati-hati dalam meng-upload sesuatu.
Ila memilah beberapa pakaian yang akan ia masukkan, dilihatnya dengan teliti mulai dari warna serta bahan pakaiannya, dan juga apakah ada noda yang sulit dibersihkan oleh mesin cuci tersebut atau tidak. Jika ada ia akan mencucinya sendiri secara manual akan noda tersebut hilang.
Ia tak ingin mengecewakan kepercayaan pelanggan, sebab melakukan 1 kesalahan saja akan berdampak pada kedepannya. Masih untung jika hanya diprotes saja, kalau sampai pelanggannya berpindah tempat bahkan menceritakan hal yang tidak enak kepada yang lain, akan membuat usaha Wati menjadi bangkrut.
__ADS_1
Ilmu tersebut telah diajarkan oleh Bambang kala ia masih kecil. "Jangan pernah meremehkan kepercayaan orang lain, sebab kita tidak akan mudah untuk mengembalikan atau membangun sebuah kepercayaan yang telah hilang"
Jika bisa dihitung, kurang lebih mungkin Ila telah 6 atau tujuh kali telah bolak-balik dari dalam rumah ke halaman belakang untuk menjemur pakaian.
'Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu'
Tibalah Wati dari pasar dengan membawa beberapa tas Indoagus yang ia jadikan untuk menyimpan belanjaannya tadi. Suara lantang dari Wati membuat Ila melihat kearah teras rumah, benarkah Ibunya sudah tiba. Setelah memastikan hal tersebut, Ila segera menghampiri Wati dan membantunya untuk memasukkan beberapa tas yang masih tergeletak di teras rumah.
Wati pulang dengan menaiki sebuah becak, tak hanya ramah lingkungan, becak ini juga lebih menghemat biaya transportasi dan dapat membuat penumpang menjadi lebih menikmati udara di pagi hari.
Mereka beriringan masuk kedalam rumah, Wati tersenyum melihat rumahnya telah bersih. "Kamu lagi ngapain?" Tanya Wati pada Ila.
"Nggak ngapa-ngapain, cuma nyuci aja" Jawab Ila seadanya dengan memasukkan beberapa hasil belanjaan Wati tadi kedalam kulkas.
"Kamu istirahat dulu gih! Oh ya, cuciannya tinggal berapa gilingan?"
__ADS_1
"Ini yang terakhir Bu"
"Ya sudah, kamu istirahat aja biar Ibu yang lanjutin nanti" Ila meninggalkan area dapur yang terhubung langsung dengan kamar mandi.