
"Iya-iya Nanan jelasin, tapi Ibu lepasin dulu tangannya, aduhhhh sakit Bu..." Mendengar itu, Wati akhirnya melepaskan tangannya dari telinga Axel.
"Jadi, Seungcheol itu adalah cowok Korea, Kakak suka banget sama dia, terus Kakak juga mau nikah sama dia. Nah, karena Nanan tuh Adek yang baik, makanya Nanan nyadarin Kakak kalau Seungcheol itu nggak mau dan nggak akan pernah bisa jadi suaminya Kakak"
Axel terus mengusap telinganya yang memerah dan memanas akibat jeweran dari Ibunya. "Kenapa nggak akan pernah bisa, kalau memang saling suka ya bisalah"
Axel dan Ila merasa bahwa Wati ini tidak mengerti arah pembicaraan mereka, makanya bisa berkata seperti itu. Ya kalau cowok Korea biasa mah masih mungkin, namun jika sekelas Seungcheol, sepertinya harus puasa selama 200 tahun baru bisa dipertimbangkan sama Tuhan agar mereka dijodohkan.
Tetapi apakah umur manusia biasa bisa mencapai 200 tahun? Nabi Muhammad saja yang sebagai Nabi dan Rasul usianya hanya 63 tahun.
__ADS_1
"Aduh, nggak mungkin Bu, soalnya si Seungcheol itu artis, Idol yang terkenal itu yang banyak disukai sama cewek-cewek" Terang Axel kepada Wati.
"Apa? Artis? Disukai sama banyak cewek? Nggak, nggak boleh kak. Kalo cari calon suami tuh ya sadar diri dikit. Orang kamu aja kayak gembel gini kok pengen bersanding sama spek bidadari"
"Laki Bu, bidadari mah cewe" Axel mengoreksi kalimat Wati, ia tersenyum kemenangan karena merasa dibela oleh sang Ibu. Bukan dibela sih, tapi lebih kesatu pemikiran.
"Eh, bidadara maksudnya" Di kursi single tempat duduk Ila dengan menekuk wajahnya. Tidak bisakah keluarganya ini sekali saja mendukung impiannya. Kenapa mereka selalu membuatnya menjadi pesimis seperti ini.
Memang, tak ada yang benar-benar bisa mengerti tentang mimpinya kecuali Cinta. Ingin rasanya Ila curhat kepada Cinta tentang keluarganya yang menentang keinginannya ini. Namun apalah daya, Cinta sudah tidak ada di Indonesia. Ia memutuskan untuk menempuh studi nya keluar negeri dan hidup bersama dengan orang tuanya disana.
__ADS_1
Cinta sudah cukup menderita tinggal disini, orang tuanya yang jauh dan pekerjaan mereka yang tidak dapat ditinggalkan memaksa Cinta untuk tinggal sendiri disini bersama para asisten rumah tangganya.
Ia sedari kecil kekurangan akan kasih sayang dari orang tuanya, Mamanya yang menjadi desainer terkenal di Paris dan Papanya yang bekerja sebagai CEO GRG Entertainment, yang mana merupakan sebuah agensi besar yang menaungi beberapa artis terkenal dan juga unggulan Paris, membuatnya tak memiliki cukup waktu luang untuk sekedar mengunjungi putri mereka di Indonesia.
Mereka hanya melakukan panggilan video maupun telepon saat malam. Itupun dilakukan oleh Rina Mamanya, sedangkan Papanya biasa pulang tengah malam dan kembali bekerja lagi dipagi hari.
Setelah selesainya perdebatan serta sidang panjang tadi, kini ketiganya sudah kembali kedalam kamarnya masing-masing. Ila membuka aplikasi chatnya, ia memilih opsi status untuk melihat kegiatan Cinta hari ini.
Disana terdapat beberapa video serta foto yang ia ambil bersama wanita lain disampingnya, meskipun tak terlihat jelas, namun Ila dapat menebaknya bahwa wanita itu adalah sosok Mama dari Cinta.
__ADS_1
Terdengar suara tawa riang dari bibir Cinta, dengan itu saja sudah dapat membuat garis sudut bibir Ila terangkat. Sebuah momen dimana Cinta selalu memimpikan hal tersebut, akhirnya Tuhan memberikan sebuah kesempatan untuknya. Kesempatan untuk menghabiskan hari bersama orang tuanya, meskipun hanya bersama Mamanya, itu sudah cukup bagi Cinta.