
Setelah pak Ahmad di rasa cukup kenyang, makan dengan tenang, karna anak dan istri bisa merasakan apa yang ia makan nanti nya.
"Pak.. ini kembalian belanja bapak tadi, dan sekali lagi terima kasih, berkat pak A..." belum selesai pak Ahmad dengan kata2 nya Aditya sudah memotong nya
"Pak... Kembalian nya buat bapak, dari awal Saya sudah berniat memberikan kembalian nya untuk bapak, dan aya memang berniat mengundang bapak kerumah saya, saya ingin tau,. kenapa bapak melamun tadi, dan soal jualan bapak yg ramai, itu bukan karna saya, karna Allah... itu rezeki yang Allah berikan untuk bapak... dan soal saya mengingatkan bapak untuk sholat tepat waktu, itu adalah tugas kita sesama muslim..."
"kalau saya gak ketemu pak Aditya, dan pak Aditya tidak mengarahkan saya untuk sholat, saya sudah berniat putar arah pak.. sungguh saya malu...."
"Pak saya hanya mengingatkan akan kewajiban kita sesama muslim, tidak lebih... Jalan rezeki setiap manusia itu berbeda2... sesulit apapun kita tetap harus minta kepada Allah... karna Allah lah pemimpin kita seutuhnya" ucap Aditya
"Sejak pandemi, untuk sebutuhan sehari2 pun sangat sulit, saya baru memulai lagi"
"Pak.... bapak biasa jualan ke mana saja???" tanya Kianara
"Gak pasti Bu... nama nya keliling.."
"Pak saya punya Kios, dan kios itu saya buka secara gratis untuk pedagang kecil, yang ingin membuka usaha, dan itu saya jalankan sejak pandemi, dan soal jualannya banyak yang seperti sembako, dan jajanan. karna kadang kalau kita mengadakan berbagi kita ambil barang nya dari pada pedagang yang ada di kios .. dan setiap hari nya itu ada sedekah... nama nya "Taruh Seikhlasnya, Ambil Secukupnya" di sedekah itu siapa saja bebas ingin menaruh sedekah apa saja, ada beras, sayuran, ikan, bebas pak... dan siapa saja yang membutuhkan boleh mengambil nya" ujar Kianara
__ADS_1
"Betul pak, kalau bapak mau jualan di kios atau di depan kios kami juga boleh, bebas pak, tampa syarat... yg penting adalah ada yg di jual..."tambah Aditya
"ini alamat nya pak, jika bapak minat, pak Ahmad bisa langsung ke kios" ucap Kianara sembari memberi alamat Bakery nya
kebetulan kios nya ada bersebelahan dengan bakery milik Kianara.
---------
Aditya di sibukkan di depan Laptopnya,melihat laporan salah satu pasien yang akan ia operasi besok pagi...
"Bu... udah malam,besok lagi ya di lanjut.."
"Lihat apa si Bi.. serius banget??"
"Ini ada kasus pasien yg cukup serius dan harus Abi tangani besok" jawab Aditya namun mata nya masih fokus ke laptopnya
"Udah malam,,.Umma ngantuk, Arafah juga udah tidur, tidur yok, Abi lanjut besok selesai subuh gimana"
__ADS_1
mendengar rengekan sang istri Aditya pun menutup laptop nya, lalu mengalihkan pandangannya ke sang istri tercinta
"hmmm...Arafah kan udah tidur, kenapa kita gak buat adik untuk Arafah..." tanya Aditya dengan senyum -sumringah nya
"abiiii...." sembari mencubit kecil hitung mancung sang suami
"ih.. Umma kok Abi malah di cubit, Abi serius loh...yah... biar Arafah ada temen nya"
"hmmm.... mau langsung 2 atau 1 dulu..." balas Kianara sedikit meledek sang suami
"Tiga...😄"
Aditya mem belai rambut Kianara, di cium nya puncak kepala Kianara dengan penuh cinta, mereka membayangkan saat saat pertama mereka menikah dahulu
Dibopong Kianara ke atas ranjang, di kecupan bibi mungil Kianara penuh kelembutan.
Malam itu seakan alam semesta mendukung, hujan yang rintik rintik, dan Arafah yang tidur dengan nyenyak seakan mengharap hak yang sama, seorang adik...😍
__ADS_1
Kianara tidur dengan nyeyaknya selesai ikhtiar mereka untuk mendapatkan adik untuk Arafah..
"Makasih ya sayang... 😘 " bisik Aditya sembari mencium puncak kepala Kianara dengan penuh cinta