Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 42


__ADS_3

Selesai Sholat isya berjamaah di mushola kecil mereka bersama Bi Tuti dan Mang Asep juga.. mereka langsung menuju meja makan.


"Bi Tuti dan Mang Asep mau ke mana??" tanya Kianara yg sudah duduk di meja makan


"ke dapur neng" jawab bi tuti


"makan bareng di sini aja, yukk duduk sini" ajak Kianara sambil menepuk2 kursi di sebelah nya


"kami di dapur saja neng" timpa mang Asep


"mamang dan bibi itu udah seperti keluarga, kenapa selalu menolak klo di ajak makan bersama???" kata Aditya


"ya sudah bu...ayuk, sesekali" ajak Mang Asep ke bi Tuti


Mereka selama ini selalu menolak, salah 1 alasan nya sungkan dengan Kianara, karna jika ada mang asep , dia harus makan menggunakan cadar.


bagi Kianara itu semua bukanlah masalah, karna sudah terbiasa.


Mang Asep dan bi Tuti adalah suami istri, biasa 3 hari sekali mereka bergantian pulang untuk melihat rumah mereka. Anak2 mereka sudah remaja.. dan ada juga yg sudah berumah tangga, jadi bisa di tinggal.


Kianara tidak tampak seperti biasa nya, sedikit kurang berselera, dan Aditya menyadari itu...


"sayang kenapa???" sambil menyentuh tangan kiri Kianara


"masakan bibi kurang enak ya neng???"


"Masyaallah....enggak bik, bukan gak enak, rasa nya lagi kurang berselera aja, maaf ya bi... jangan tersinggung" jawab Kianara dengan cepat mendengar pertanyaan bi Tuti


"mungkin neng, kecapean tu..." ucap mang Asep


Aditya pun dengan cepat mencuci tangan nya dan mendekatkan kursi nya dengan sang istri...


Punggung tangan nya di sentuhkan ke kening Kianara. Suhu tubuh nya normal.

__ADS_1


mungkin memang karena kecapean.


"ya udh sayang istirahat aja ya, nanti klo udah selera kita makan lagi"


" mas kenapa berhenti makan nya???" tanya Kianara dengan sendu


"gak papa, nanti di lanjut lagi, yuk... (sambil mengangkat tubuh Kianara dari posisi duduk nya) bibi dan mamang lanjut saja ya...kami ke atas dulu"


"baik..."


Aditya memapah Kianara ke kamar, sesampainya di kamar di baringkan nya tubuh mungil sang istri.


"mas....adx ga kenapa napa kok(sambil membuka cadarnya)mungkin karena tadi agak sibuk, jadi lumayan buat mood nya gak bagus" ucap Kianara berusaha agar sang suami tidak terlalu khawatir.


"yakin.....???" tanya Aditya meyakinkan


"yakin....hmmmm"


"kok hmmmm.....kenapa???"


Aditya tertawa kecil dan mencubit hidung sang istri...


"kalau ada yg mengganjal di hati dan pikiran, cerita... jangan di pendam sendiri"


"In Syaa Allah gak ada mas, gak tau kenapa lagi males aja dan gak berselera. pengen nya manja manja sama suami...hehehe..."


Cukup lama mereka bermanja manja bahkan bercerita masa-masa kecil dulu... yang kadang membuat mereka terpingkal


Hingga Akhirnya mereka tertidur pulas.


"Sayang..... sayang......." Aditya mengigau hingga keluar keringat di wajah nya...


Aditya memanggil Kianara, kepalanya bergerak kenan dan ke kiri, Aditya berusaha untuk untuk membuka mata nya dgn paksa, tapi seakan dia bermimpi semakin dalam.

__ADS_1


"Astaugfirullah...." ucap Aditya yang tiba terbangun dari mimpi buruk nya. di usap nya wajah nya dengan kasar dan selalu ber istighfar, lalu langsung melihat ke arah Kianara.


Melihat sang istri masih ada di sini nya, ia pun mengelus dada nya, rasa tenang pun ia dapat kan... lalu menghujani sang istri dengan ciuman di seluruh wajah Kianara.


Merasakan ada yang menyentuh wajah nya berkali-kali membuat nya terbangun...


"hmm...... mas, geli..." dengan nada serak baru bangun tidur


Aditya tidak peduli, malah sekarang di peluknya Kianara dengar erat...


Kianara tak mampu memberontak...di nikmati nya pelukan hangat sang suami.


Suara adzan subuh pun berkumandang,,mereka bergegas membersihkan diri dan bersiap sholat subuh.


Selesai sholat subuh Kianara baru akan berdiri untuk membereskan perlengkapan sholat nya, tapi Aditya menarik tangan Kianara dengan lembut


Kianara menurut dan duduk di hadapan sang suami


"ada apa???"tanya Kianara lembut


"Jangan pernah berfikir untuk ninggalin mas, sekalipun...." pinta Aditya dengan mata berkaca-kaca...


"gak akan mas, hanya maut lah yang akan jadi pemisah untuk kita... jika pun itu tiba waktu nya... Cinta ini akan ku bawa hingga ke Jannah"


Mendengar jawaban Kianara, Aditya langsung memeluk erat Kianara.


Entah apa yg membuat nya begitu khawatir, tapi sungguh mimpi yang di alami nya benar-benar mengganggu pikiran nya..


rasa Khawatir,Cemas, Takut entah apa lagi... sulit di utarakan.


" mas...."


" iya sayang..."

__ADS_1


"mas kenapa???"


" gak papa kok..." jawab Aditya berusaha tenang


__ADS_2