Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
Kianara Anfal


__ADS_3

"Assalamualaikum...."


"Waalaikumsalam...."


"kak Adit Sarapan dulu gih... ini Dara udah bawakan sarapan,,," ucap Adara sambil mempersiapkan sarapan untuk Aditya


"ehmm...iya dx...mama mana???"


"mama kedatangan tamu, jadi nanti nyusul nya, gimana Kak Nara???"


tok...tok...tok...


"masuk..." jawab Aditya saat mendengar pintu ruangan di ketuk


"wah saya menggangu di dok...???"


"eh... Dr.Silfi, gak kok dok... ada apa dok???" tanya Aditya


"Dr. Aditya lanjutkan saja sarapan nya, sama mau cek kondisi janin serta memberi nutrisi"


"Silahkan dok..."


Aditya sarapan dan Dr. Silfi beserta Asisten nya mulai mengecek kondisi janin Kianara.


Mereka juga membawa alat di tempelkan di perut, dan menghasilkan seperti gelombang suara.


"Gimana dok... saya takut obat yang kita berikan berpengaruh buruk untuk janin nya" tanya Aditya setelah secepat mungkin menyelesaikan sarapan nya

__ADS_1


"Kondisi terkini Stabil Dok, kita tinggal menunggu perkembangan ibu Kianara, semoga ibu Kianara bisa melewati masa kritis nya, jika tidak itu bisa berdampak pada janin"


Aditya memang dokter, tapi kalau soal janin dr.Silfi lah ahlinya dan lebih faham.


"saya akan menyuntikan nutrisi ini ke infus, sebagai pengganti nutrisi saat hamil, agar nutrisi janin tetap terjaga"


Teman dokter lain pun juga datang, ingin melihat perkembangan Kianara.


Serta mereka sempatkan berdiskusi untuk ambil jalan jika dalam 2×24 jam Kianara belum juga sadar.


Bukan mau mendahului Allah... mereka hanya berantisipasi.. karna kondisi Kianara memang belum bisa di tebak.


Saat mereka serius berdiskusi,di luar dugaan... tiba-tiba alat monitor jantung berbunyi..


tiiittt.......


"Astagfirullah...."


"Kak Nara...." tangis Adara yang tiba melihat kondisi kakak iparnya


dan segera menghubungi papa pranaja.


mendengar kabar tersebut papa Pranaja pun menuju Rumah sakit.


Dengan sigap Aditya mengambil Defibrillator (alat pacu jantung).


Saat akan meletakan nya di bagian dada Kianara, Dr. Silfi meminta untuk mengambil alternatif lain.

__ADS_1


"Dok...jangan, berbahaya untuk janin, ambil alternatif lain"


Team medis lain nya pun ambil tindakan,


Dengan cepat Aditya dan team medis bertindak...


Ada salah satu team medis yang memompa dari mulut menggunakan alat, dan Aditya memompa jantung Kianara dengan manual tangan nya di letakkan di dada sang istri. Di tekan nya secara perlahan.


"Ya Allah tolong istri hamba..."batin Aditya


Tidak ada respon, ke khawatiran memuncak, Adara menangis sambil menutup mulut nya penuh ketakutan, kecemasan.


Monitor masih saja berbunyi..


tiiiittttt.....


Kini Aditya naik ke atas ranjang, posisi aditya melingkari tubuh Kianara dengan paha nya... Aditya terus memompa jantung Kianara...


"Sayang.. plis, jangan kayak gini, ayo donk lawan semua nya, kamu kuat sayang, kamu bisa... kamu tega ya giniin mas, kamu tega dengan calon anak kita, anak kita berusaha sekuat mungkin, masa kamu nyerah... ayo donk sayang... kamu udah janji gak akan ninggalin mas kan??? hanya maut yang akan memisahkan kita, tapi bukan sekarang sayang... ayoo donk...." gerutu Aditya terus menerus sembari terus memompa jantung Kianara, tampa memperdulikan banyak orang yang mendengar ucapan nya.


Team medis pun saling pandang,ada rasa sedih dan kasihan melihat kondisi serta usaha keras Aditya.


Ada juga yang sudah geleng geleng seakan menandakan tidak ada harapan.


Tak lama kemudian Papa Pranaja pun tiba di ruangan, papa Pranaja juga sudah menghubungi anggota keluarga yang lain.


Melihat sang Papa masuk, Adara langsung memeluk Papa nya dan menangis di pelukan sang papa.

__ADS_1


"sayang... mas mohon...." air mata yang berusaha di tahan itu pun terjatuh mengenai pipi Kianara


__ADS_2