
"iih...ini pada peluk pelukan cuma bertiga... Adara di abaiban.." Kata Adara yang tiba tiba nongol dengan bibir manyun nya
"cup...cup...cup...sini2 perawan nya mama" timpa Sang Mama sembari merenggangkan tangan agar Adara ikut dalam pelukan
Adara pun tersenyum sumringah dan berhambur ke pelukan 3 wanita yang ada di hadapan nya
kali ini bener2 kayak teletubis lah๐
Banyak moment yang terjadi dan tidak bisa di sebut satu persatu.
yang pada inti nya kekeluargaan semakin erat, hubungan antar lingkungan pun terjalin baik..
dan bisa saling berbagi rezeki untuk sesama yang benar membutuhkan.
Walau dengan jumlah yang tak besar... tapi berarti besar untuk mereka.
Ingatlah satu hal...
Jika kita membantu mempermudah urusan sesama.. Maka Allah pun akan mempermudah segala urusan kita pula.
Itu janji Allah
Doa dan Doa pun terucap...dan semoga kabulkan oleh sang Pemilik sesungguhnya.
yaitu Allah...
Tak terasa jam sudah menunjukan jam 8 malam...
Kianara Sedang bersandar di atas ranjang.
__ADS_1
Di kusuk nya kaki nya perlahan yang terasa sangat pegal..
Aditya yang baru saja masuk kekamar sembari membawa nampan yang berisi camilan dan susu untuk Kianara, tersenyum melihat sang istri yang begitu fokus pada kaki nya hingga tak sadar sang suami telah berada di samping nakas untuk meletakan nampan yang di bawa sang suami..
"Pegel ya??"sambil duduk di samping Kianara
"Abi kapan masuk nya??"
"di tanya kok balik tanya sich??"
"hehe...ia bi, sedikit pegal.."
"sedikit pegal, atau pegal banget" sembari mencolek dagu Kianara
Kianara hanya menyeringai senyum๐
"Sini, Abi pijit ya... Umma minum aja susu nya" Sembari melepas kaos kaki yang di kenakan Kianara, lalu mulai memijit2 ringan kaki Kianara
"Kata siapa???"
"Kan Umma ini Istri, Abi itu Suami"
"Tidak akan pantas dan tidak sopan apabila istri memerintah dengan tidak hormat, tapi ini berbeda sayang.... Abi yang mau, dan ini hal wajar yang harus Abi lakukan... Wajib bagi Istri bersikap hormat dan patuh... dan wajib pula bagi suami memperlakukan sang istri sebaik mungkin..."
"Jazaakallah khairan Abi....๐" sembari mencium singkat pipi sang suami...
"iih...umma mulai genit ya" ledek Aditya
"sesekali genit sama pacar halal kan gak di larang...weeek๐๐"
__ADS_1
"gimana pijitan Abi manjur gak nich...???"
"Alhamdulillah... enakan bi... kok Umma baru tau ya Abi selain dokter hebat juga ahli pijat memijat...hehe"
"ngeledek nich..."
" beneran lo bi... tapi cuma buat Mama dan Umma ya keahlian memijat nya...๐"
"hmmmm....tapi ke yang lain.boleh juga tu.. buat tambah tambahan uang belanja..." kini Aditya yang gantian meledek Kianara
"Abiiii...." sambil memanyunkan bibir nya
"kan bener kan???"
"coba aja berani ke yang lain... umma gak segan segan...."
"gak segan segan apa???" tanya Aditya penuh kemenangan
"Gak segan segan cubitin perut Abi...ya kan nak??? sambil mengelus perut nya tapi masih dengan ekspresi manyun nya
"ngambek ni...dah gitu ngambek nya ngajakin malaikan kecil abi ni...??"
"auuk ah..." sembari memalingkan wajah nya
"haha... dokter Ninja cantik ngambek"
"Abiiiiiii" dengan nada di pertegas nya
"Lihat ni nak... wajah ngambek umma itu buat Abi seneng banget..bangeet...bangeet" sembari mengelus2 perut sang istri yang masih memalingkan wajah nya
__ADS_1
Dan tak lama kemudian ada beberapa gerakan kecil yang dapat Kianara dan Aditya rasakan..
Rasa bahagian tak terkira setiap mendapat respon dari sang calon bayi yang masih berada di rahim Kianara