
Kianara telah terpejam... tampa di sadari nya Aditya tahu akan semua aktifitas nya, dan Ungkapan Cinta Kianara terdengar jelas oleh nya.
di balikkan nya tubuh itu menghadap Sang istri... di peluk nya sang istri, tapi beda nya tak serapat dulu, karna ada perut buncit yang menghadang nya...๐
Di cium nya ubun-ubun sang istri, dan itu membuat Kianara membuka mata nya yang mulai terpejam.
Tapi Aditya tak menghiraukan... malah ciuman itu berpindah ke mata, hidung dan bibir mungil sang Istri.
Di cium nya bibir itu dengan penuh hasrat yang menggebu..,Kianara tak menolak sama sekali bahkan Kianara menikmati setiap ciuman yang di berikan sang suami.
jantung mereka sama-sama berdetak begitu kencang dan saling memburu...
Dari bibir turun ke leher...sungguh membuat hasrat kedua nya memuncak.
Aditya berhenti sejenak, dan mengalihkan bibir nya ke telinga sang istri, di bisikan nya dengan lembut, bahkan sangat lembut disertai hembusan nafas yang memburu
"ana uhibbuka uhibbuki fillah"
Mendengar kata-kata itu membuat Kianara menyunggingkan senyum terbaik nya... dan dia sadar bahwa sang suami tahu akan ungkapan Cinta nya yang sempat di utarakan nya beberapa menit lalu.
Dan dari aktifitas itu... berlanjut ke aktifitas yang lebih ekstra..
Tampa di jabarkan faham sendiri ya, adegan ini di sensor๐
Tepat jam 5 subuh Aditya telah terbangun, di lihat nya sang istri masih tertidur pulas dengan posisi miring nya.
Dia faham, aktifitas nya tadi malam pasti sungguh melelahkan.
__ADS_1
Aditya memilih beranjak bangun tampa membangunkan sang istri dan menuju kamar mandi, Di nyalakan nya mesin penghangat air, lalu di alirkan nya ke badhtub.
Lalu Aditya kembali ke kamar.. dan mendekat ke posisi sang istri.
"sayang... bangun, mandi yuk...Abi udah siapkan tuch air hangat nya..."
Kianara masih enggan untuk membuka mata
"sayang... keburu telat loh subuhan nya"
Mendengar kata telah subuhan nya, Kianara langsung membuka mata nya lebar-lebar... kantuk nya seakan lenyap seketika.
"emang udah jam berapa bi...???"
"jam 5" jawab Aditya santai
"Astagfirullah abi...kok baru bangunin umma sich..." ingin buru-buru bangun tadi di tahan oleh Aditya
Tanpa ba..bi..bu mereka langsung menuju kamar mandi, selesai mandi dan berganti pakaian, mereka langsung sholat subuh, yang pasti nya sudah ambil wudhu ya.
Selesai aktifitas subuh, Kianara pun mengenakan hijab dan cadar nya lalu menuju ke bawah bersama Aditya.
Kehamilan nya sudah memasuki bulan ke 5, tapi jika tercium bawang yang sedang di masak, mual nya masih terasa, jadi bik tuti lah yang masih menangani dapur.
Tapi untuk kue dan camilan, masih kianara yang menanganinya dan di bantu oleh bi tuti pasti nya.
Selama tidar berbaur bawang, kianara masih ok untuk mengerjakan nya.
__ADS_1
Pagi ini di halaman belakang sambil menikmati cemilan dan susu.
"bi..."
"hmmm..." sambil fokus ke laptop nya
"Abiiii...."
"iya umma.... abi denger kok, ada apa???" Sambil menoleh ke arah Kianara yang terlihat manyun karna merasa di cuekin
"pengen siomai....๐" jawab Kianara yang merubah ekspresi nya dengan ekspresi super manja nya
"siomai??? jam segini emang udah ada???"
"ya di cari dong bi... hayuuuk" sambil menarik tangan Aditya
Aditya pun meletakan laptop nya di atas meja.
"sekarang...??" tanya Aditya lagi untuk memastikan
"iya abiii... sekarang juga sambil jalan-jalan pagi... ayuuu bii....." sambil terus menarik tangan Aditya
"ok...ok.. hayuuh kita cari, jalan kaki nich???" tanya Aditya lagi
" iya abiiiii....iiih lama dech" jawab Kianara yang mulai kesal
" ok... kita jalan-jalan pagi sambil cari siomai"
__ADS_1
Setelah pamit dengan bi tuti dan memberi tahu jika bi tuti dan mang asep mau sarapan duluan saja, karna Kianara ingin sarapan siomai.
mereka pun mulai jalan santai pagi-pagi sambil mencari siomai.