
Di ruangan Aditya sedang sibuk memeriksa laporan medis beberapa pasien
Dan Kianara menyibukkan diri dengan membaca.
Setelah pekerjaan Aditya selesai, mereka menuju ruangan Dr.Silfi yang kebetulan mereka telah buat janji dari kemaren.
Setelah sampai di poli kandungan, terlihat barisan bumil antri untuk menunggu panggilan,, karna memang Kianara sudah buat janji dari kemarin, tak perlu menunggu lama, nama nya langsung di panggil
"Ny.Kianara..."Panggil salah satu perawat
Saat Kianara berdiri dari posisi duduk nya tiba2 ada ibu hamil yang di papah oleh sang suami yang meminta untuk bertemu dengan sang dokter karna perutnya yang terasa sangat sakit.
Perawat meminta ibu tersebut mengisi data dahulu.. tapi ibu tersebut sudah tidak sanggup merasakan sakit di perut nya.
Terjadi sedikit perdebatan..
Aditya dan Kianara menyaksikan hal tersebut pun mempercepat langkah nya.
"Ada apa ini???" tanya Aditya
"Begini dok, ibu ini meminta masuk terlebih dahulu, saya meminta nya untuk mengisi data terlebih dahulu, atau jika ingin cepat bisa mengajukan ke UGD, di sana ada dokter juga yang siap membantu"
"Sudah terlanjur di sini, biarkan saja ibu ini masuk terlebih dahulu, ini kan emergency,,utamakan yang perlu di utamakan terlebih dahulu..."
"baik dok...silahkan bu" jawab perawat tersebut sembari memapah sang ibu
"Pak..."panggil Aditya kepada suami ibu tersebut.
__ADS_1
"iya...."
"biar ibu nya perawat dan dokter yang menangani, bapak silahkan isi data terlebih dahulu..."
"tapi saya....."
"bapak tenang saja,,setelah mengisi data bapak bisa melihat apa yang terjadi, ini demi kebaikan bersama, karna memang seharusnya jika darurat, harus melalui UGD" Aditya menjelaskan dengan lembut
"Mari pak" ajak salah satu perawat yang lain
Sang bapak pun menurut, walau tadi nya bisa di lihat ada raut emosi di wajah nya,karna perdebatan nya dengan sang perawat, tapi dengan penjelasan Aditya, sang bapak pun luluh.
Kianara kembali duduk di salah satu kursi yang kosong, dan Aditya dengan setia berdiri di samping Kianara, yang kebetulan semua kursi tunggu telah penuh.
"Suami nya dokter disini ya bu, kok perawat nya manut?" tanya salah satu ibu di sebelah Kianara
walau tertutup cadar tapi sang ibu tau bahwa Kianara tersenyum.
"pantas saja, dan begitu datang sudah langsung di panggil ya..." ucap ibu yang lain
"kami sudah daftar awal2, dan tadi ada pekerjaan yang harus di selesaikan, jadi baru bisa kesini. dan kebetulan dapat antrian pertama" kali ini Aditya yang menjawab
Kianara mengelus2 punggung tangan Aditya.
tidak ingin Aditya memperpanjang penjelasan nya.
"oh begitu....hehe saya kira karna dokter jadi begitu nampak langsung di panggil"
__ADS_1
"tidak ada pilih kasih, mau dokter ataupun pasien umum, semua punya hak yang sama, seperti saat ini, kami juga antri kok bu" Jawab Kianara
Setelah sang ibu yang darurat tadi keluar dengan kursi roda menuju ruang rawat, Aditya dan Kianara pun masuk
Saat berpapasan dengan bapak tersebut, sang bapak mengucapkan terima kasih kepada Aditya.
"Terimakasih dokter....berkat bantuan istri saya bisa di tangani dengan cepat"
" sama2 pak, saya hanya menjelaskan SOP yang berlaku"
" Rumah sakit ini akan semakin maju di pimpin oleh Dokter" lanjut sang Bapak tersebut sembari berjabat tangan
"Aamiin....dan ini juga sudah tugas kami"
"Kami ke ruang rawat dulu dok, "
"Silahkan pak"
"Syafakillah ibu" ucap kianara sambil mengelus perut buncit sang ibu tadi
Dan semua yang mendengar hal yang di ucapkan Bapak tersebut terkaget2...
Ternyata sosok Aditya adalah pimpinan RS. Harapan.
tapi tidak keberatan untuk antri.
seharusnya bisa memanggil secara pribadi sang dokter kandungan.
__ADS_1