
Begitu Adara dan Wahid memasuki kamar, begitu terkejut nya mereka dengan indah nya suasana kamar.
membuat kedua nya jadi bingung.😅
"Dar... kamu berbersih dulu gih"
"Kamu aja dulu...aku mau bersihin make up dulu"
"atau bareng aja gimana??" tanya Wahid
Pertanyaan itu membuat mata Adara melotot karna kaget..
"hehehe....becanda ko, aku duluan ya" sambung Wahid dan berlalu ke kamar mandi
Selesai Wahid mandi, Adara pun mandi.
Ada sedang asik menyisir rambut nya yang sebahu lurus dan hitam....
Wahid sedang duduk di tepi ranjang dan asik memperhatikan Adara yang sedang menyisiri rambut nya.
"Dar.... sini dech" sambil menepuk nepuk ranjang yang tepan di sebelahnya.
Ada rasa canggung, tapi Adara tetap memberanikan diri mendekati Wahid sang suami.
Setelah Adara duduk Wahid pun mulai bicara.
" Dar... kamu tau gak???"
"Gak... kan kamu belum kasih tau" jawab singkat
"hahaha... ia ya..😃😃"??
"hmmm....aku boleh jujur gak??"lanjut Wahid
"jujur apa???kamu punya mantan kekasih??" tanya Adara menebak nebak
"eh..eh... dosa loh seudzon sama suami..."
"ya abis kamu buat pensaran dari cara ngomong nya..."
__ADS_1
"aku tuk gak punya wanita lain selain mama sebelum.ada kamu di sisi ku saat ini"
Adara tertunduk malu...
"ni ya... aku kasih tau"
Adara begitu serius mendengar penuturan dan setiap penuturan Wahid.
"jujur ya...Aku tu udah menaruh hati sama kamu sejak kita sekolah"
"serius...??" tanya Adara masih tak percaya
"1000 riuss Adara,, istriku tercinta" jawab Wahid sambil mengangkat dagu Adara
"Awal nya aku fikir hanya sekedar rasa2 masa puber SMA, tapi saat kita lulus Rasa nya semakin besar"
"tapi aku tau posisi ku, bahkan tak setara dengan mu... bahkan melamarmu saja itu entah keberanian dari mana, bermodal Bismillah..."
"plis... jangan bahaa soal harta, Alhamdulillah.. aku bersama orang2 yang baik... kami tidak pernah menilai dari segi harta maupun tahta...yang kita nanti bukanlah harga"
"Alhamdulillah... aku bener2 bersyukur Dar... kamu siap kan mendampingi ku, sesulit apapun jalan kita nanti??"
"In Syaa Allah... oh ia seperti nya kak Kianara begitu menjadi panutan mu??"
"Dia mengajari ku banyak hal... bahkan dia yang meyakinkan ku hingga aku mantab ber hijau... sungguh luar biasa"
"Apa istri ku ini tak ini seperti dia??" sambil menutup wajah nya dari hidung ke bawah menggunakan telapak tangan nya.
"Aku belum siap untuk itu..." jawab nya sendu
"kok jadi sedih sich....aku hanya bertanya, hukum nya sunah kan??"
"doakan yang terbaik saja ya.."
"oh ia..mau sampai kapan kita akan panggil aku kamu???"
"hmmm...mau nya di panggil apa??" tanya Adara balik
"Sayang...romantis kali ya" sambil memain2kab mata nya menggoda Adara
__ADS_1
"genit...."
"serius ni loh.... Aku sayang banget sama kamu Dar..." ucap Wahid dengan sepenuh hati sembari meletakan tangan Adara di dada nya, dan Adara bisa merasakan detang jantung Wahid.
Detak jantung Wahid seakan menyetrum nya... jantung nya pun tak kalah ingin melompat lompat.
"Aku akan terus belajar menyayangi mu MAS..." dengan malu2 saat mengucap MAS dan menunduk
"Bismillah dengan ke Ridhoan Allah" lanjut Adara
"Kamu panggil aku apa tadi???gak denger" tanya Wahid pura2 gak mendengar
"malu tau....."
"Dar......" sambil mengangkat dagu Adara
di tatap nya wajah Adara dengan lekat...
mata mereka saling bertatap, jantun ini seakan saling sahut menyahut..
entah perasaan apa itu.
tubuh ini seakan bergetar hebat.. itu yang mereka rasakan
Wahid memberanikan diri untuk lebih dekat dengan Adara... kini wajah mereka seakan tak berjarak... Adara bener2 terpaku.. tubuh nya tak dapat di gerakan..
Perlahan Wahid menempelkan bibir nya ke bibir Adara....Awal nya hanya menempel, karna tidak ada penolakan, kini berubah menjadi ciuman kecil, dan lambat laun seakan tersihir oleh cinta yang sedang mereka pupuk, di tambah lagi suasana kamar yang romantis, malam ini mereka menyatukan cinta mereka dengan hasrat yang menggebu gebu....
*Sisa nya silahkan berimajenasi masing2 ya...hehehe
.....
Maaf jika lambat Up...
biasa faktor kesibukan
Dan Terimakasih untuk semua dukungan nya
di tunggu Like dan Vote nya ya...
__ADS_1
Syukran*