
Aditya dan Kianara duduk di balkon kamar, tempat favorit mereka.
mengeingat2 masa lalu, masa2 penuh cinta hingga detik ini
Hidup mengajarkan mengajarkan banyak Hal...
tak penuhi apa nilai manusia, yang terpenting nilai di mata Allah
Dikaruniai 2 bidadari cantik yg In Syaa Allah Sholeha... itu doa sebagai orang tua di setiap doa nya
"Anak2 udah dewasa, sebentar lagi akan sibuk dengan pekerjaan dan lain2, atau malah akan di pinang nanti nya" ucap Aditya sembari menyandarkan kepada Kianara ke dada nya
"ya.... maka nanti kita tinggal berdua saja"
"Abi belum sanggup melepas mereka...."
"sanggup tidak sanggup Bi... saat anak perempuan telah menikah, maka Sang suami adalah surga nya...kita sebagai orang tua hanya bisa memberi keridhaan agar mereka bahagia dunia akhirat"
"Abi bangga memiliki anak2 perempuan,.Karna mereka sumber surga kita, Saat mereka berama kita Mereka sumber kebahagiaan kita, Saat dia menjadi istri dan taat, maka mereka sumber surga untuk kita, jika sudah menjadi ibu maka mereka menjadi surga untuk anak2 nya"
"Bi... besok kita ke makam Ayah ya... Umma kangen, kita ajak bunda juga"
"ia... besok kita ajak 2 bidadari kita, bunda pasti kangen sama cucu nya"
__ADS_1
Sepulang dari makam Ayah Arya, mereka semua berkumpul di rumah Bunda ikha.. ya dimana semua berkumpul, Keluarga Alif alias ayah nya Hafidz, karna mereka memang tinggal disana, Mama Papa Aditya, semua kumpul, sudah lama gak liburan bersama, anak2 sibuk dengan kuliah masing2.
"kok nenek ngelamun sich???" tanya Fatimah
"bukan melamun, hanya membayangkan andai Kakek kalian masih bersama kita, betapa bahagianya dia, melihat cucu2 sudah tumbuh dewa, Sholeh Sholeha In Syaa Allah.."
"ya nek, kebersamaan kami memang tidak lama bersama kakek, tapi kami tau kakek sangat menyayangi kita semua ya kan, apalagi Fatimah, jika KK sekarang disini, Fatimah akan jadi kesayangan nya"
"waduh.. enak aja kak Hafidz ya yg no 1, kamu kan cucu no 3.. weeekk..." ledek hafidz
"karna Fatimah no 3, paling kecil jadi paling di sayang... weeekkkk" balas Fatimah
mereka semua tertawa melihat tingkah kakak beradik itu
"Semua kesayangan pokok nya" balas Opa
Kakak beradik itu asik berkejaran...
"Kalau kalian kejar kejaran aja, siapa yg bakal bakar ni sosis??" tanya Umma
Mereka bertiga pun terhenti, karna mereka harus lanjut membakar Sosis dan daging untuk mereka makan
"Semoga mereka bisa selalu akur, saling dukung, saling mengisi satu sama lain ya Bi..."
"Aamiin...."
__ADS_1
"Walau mereka suka saling ejek,ledek, mereka saling sayang" lanjut Aditya
"Bahagia itu sederhana... Melihat Keluarga bersama, rukun... itu adalah kebahagiaan.... Memiliki Anak Sholeh Sholeha adalah suatu kebanggaan, In Syaa Allah Mereka akan menjadi anak2 Sholeh Sholeha, berjalan di syafiat yg Allah tuntunkan... menjaga Sholat Mencintai Alquran" ucap Kianara sembari meneteskan air mata, mendoakan anak2 nya,
"aamiin..." seru semua yang ada di taman itu
menghabiskan malam di rumah Bunda
Aditya dan Kianara duduk di dekat balkon tapi masih di dalam kamar, kebetulan cuaca cukup dingin.
Berdua...Bersandar di dada bidang sang suami, menjadi tempat ternyaman
"Umma... Terimakasih ya sudah sabar,setia menemani Abi, menerima semua kekurangan Abi, siap belajar bersama menuju keluarga Sakinah Mawadah warahmah..."
"Abiii..... itulah pernikahan, saling menerima, melengkapi, membimbing, menginginkan, dan belajar.... Maafkan Umma ya, yang tak akan pernah bisa menjadi seperti Khadijah...."
"Umma adalah Khadijah untuk Abi... semoga Allah satukan kita hingga ke Jannah Nya" jawab Aditya sembari mencium puncak kepala sang istri dengan begitu dalam...
berlanjut mencium pipi, mata,hitung dan bibir mungil sang istri dengan begitu lembut
Bintang menjadi Saksi Cinta mereka, menjadi Saksi keromantisan mereka malam ini.
-------- Tamat -------
__ADS_1