
Hidup tak akan bermakna tanpa ada ujian.
Ujian bukan lah suatu beban.
Ujian akan mengajarkan kita banyak hal.
Ujian mengajarkan kita untuk lebih sabar.
Ujian mengajarkan kita untuk lebih yakin akan sang pembuat Ujian " Allah Swt"
Mengeluh???
Boleh.... tapi berkeluh kesahlah di atas sajadah Mu
Berkeluh kesahlah kepada pemilih kita seutuhnya "Allah Swt"
.......
Hari yang terasa begitu panjang..
Lelah melanda... bahkan Arafah pun seakan ikut merasakan nya.
Setelah puas meng ASI.. Arafah pun nyeyak dalam tidur nya.
Kianara pun ikut terlelap di samping Arafah...
tampak wajah lelah itu namun tetap tersenyum dalam pejaman.
Begitu teduh...
Aditya pun membelai rambut panjang Kianara, lalu di kecup nya ubun2 Kianara begitu dalan... namun tetap penuh kelembutan.
Seakan tak ingin sang bidadari terbangun dari tidur nya.
Kecupan itu cukup lama... setelah melepas kecupan nya di pandangi wajah sang bidadari.
__ADS_1
Namun ternyata Kianara menyadari kecupan yang singgah di ubun ubun nya.
Perlahan di buka nya mata nya.
"Abi... belum tidur??" tanya Kianara dengan khas suara serak bangun tidur.
"loh....kok bangun?? udah tidur gih.. Abi dah ganggu ya?? maag ya sayang..."
" Enggak kok bi...Umma pengen minum"
"ya udah... biar Abi yang ambil ke bawah... tadi kelupaan bawa stok air minum"
"biar umma aja bi" jawab Kianara sembari ingin beranjak, namun langsung di cegak oleh Aditya.
Aditya menahan pundak Kianara
"Biar Abi aja sayang... Umma rebahan aja ya" Ujar Aditya sambil berlalu turun dari ranjang untuk menuju dapur
Tak perlu waktu lama... Aditya pun kembali ke kamar dengan sembari membawa satu teko air mineral beserta gelas.
Di tuangkan nya air di gelas, lalu di berikan ke Kianara..
Minum dalam 3 tegukan. dalam setiap tegukan melafazkan Basmallah dan Hamdallah...
Sesuai sunah Rasulullah.
Setelah selesai Kianara minum, Aditya pun menuang kembali air ke dalam gelas yang telah di pakai oleh Kianara.
Dan Aditya pun minum dengan gelas yang sama.
dengan cara yang sama pula.
Minum dan Makan dalam wadah yang sama dengan pasangan itupun di lakukan oleh Rasulullah...
itu juga bentuk kasih sayang.
__ADS_1
Tiba tiba Kianara merangkul Aditya dengan manja.
Di cium pipi kiri dan kanan Aditya
Aditya yang mendapat perlakuan manja sang Istri pun tersenyum lebar.
"Tau ya kalau Abi kangen...???"
"hmmm...." belum sempat Kianara melanjutkan perkataan nya, Aditya men cium bibir Kianara dengan lembut...
"Abi kangeen banget... boleh???"
Kianara hanya menjawab dengan anggukan.
Aditya pun memindahkan Arafah ke dalam keranjang tidur nya.
setelah memastikan Arafah kembali tertidur lelap, Aditya pun kembali ke sisi Kianara
"Apa yang terjadi beberapa hari ini membuat kita sibuk masing masing, Alhamdulillah Allah beri kita jalan... dan yang tersisa rasa kangen..." Ujar Aditya sembari merangkul Kianara
"Hmm...kok Umma gak kangen ya bi" jawab Kianara dengan sedikit senyum
Mendengar jawaban Kianara, Aditya pun melepaskan rangkulan nya dan memalingkan wajahnya ke arah lain..
"Umma gak kangen bi... cuma Rindu... Rindu berat" Ucap Kianara lagi
Mendengar ucapan Kianara, Aditya pun langsung menatap lekat Kianara dan mencubit kecil hidung mungil sang bidadari
"Jangan rindu... rindu itu milik Dillah dan Milea.."
"Kalau kita kangen aja" ucap Aditya
Mereka pun bersenda gurau sejenak, saling melempar candaan.
Kini Aditya kembali men cium bibir Kianara dengan lembut, di belainya rambut panjang Kianara... Mereka saling melepas gejolak rindu yang mendera...
__ADS_1
Malam ini walau lelah tak menjadi penghalang untuk mereka melepas kerinduan...
bagi mereka ini semua adalah penawar rasa lelah dan rasa syukur yang mereka rasakan.