Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 92


__ADS_3

Pagi ini Aditya akan menuju rumah sakit, tiba HP nya berdering.


"Assalamualaikum, ada apa Rif???"


"Waalaikumsalam dok, begini dok, rumah sakit penuh dengan wartawan"


"Astaugfirullah tu wartawan ya" geram Aditya


"Sepertinya sebelum dokter menjelaskan semua nya para wartawan akan tetap mengganggu ketenangan RS dok..."


"Kamu tolong telfon pak Herman, No HP segera saya kirim, dan soal klarifikasi saya sudah bicarakan dengan pengacara saya"


"Baik dok....Assalmuallaikum"


"Waalaikumsallam"


Aditya pun menutup telfon nya dan mengambil kunci mobil di laci dimana biasa menjadi tempat penyimpanan kunci2.


Pagi tadi Aditya sudah menghubungi sang pengacara keluarga nya. dan mencerikan apa yang terjadi.


dan saat ini sang pengacara sedang mencari bukti2, setelah bukti terkumpul mereka akan melakukan konferensi pers.


"Siapa yang nelfon bi???"


"Arif.... dia bilang rumah sakit banyak wartawan, Umma jangan kemana2 dulu, kita gak tau situasi di luar sana" titah Aditya sambil perangkul pundak Kianara dan mencium kening Kianara

__ADS_1


"Umma kan pakai cadar bi... mereka gak akan bisa kenali umma kalau hanya 1x mereka melihat"


"Umma... dengar kata Abi... kita gak tau kan gimana nekat nya wartawan itu... bahkan mereka bisa mencari info2 yang sulit di temukan orang lain"


"ya udah.. umma nurut baik nya aja, nanti umma hub Wahid soal bakery"


"Ya udah... abi berangkat, Assalamuallaikum"


"Waalaikumsallah...hati2 ya bi..."


Bagaimanapun situasi nya Aditya tetap harus memenuhi tugas nya sebagai dokter.


Sesampai nya di depan RS, Aditya geleng2 melihat rumah sakit nya yang terusik akibat gosip yang tak berbobot yang sedang menimpa diri nya dan sang istri.


mau bagaimana lagi, jika wartawan2 itu tahu itu dirinya yang ada dia akan di cecar pertanyaan2 yang akan membuat nya kesal.


Situasi Rumah sakit benar2 sangat gaduh dengan keberadaan para wartawan, sampai2 pintu masuk pun di perketat oleh scurity yang berjaga.


Aditya bukan tidak mau angkat bicara, hanya dia sedang menunggu intruksi dari sang pengacara.


para staf RS.Harapan pun di perintahkan untuk tidak bicara apapun atau memberi infomasi ke pada wartawan.


......


Dan pagi ini di kediaman Aditya, dimana Kianara berencana akan keluar sebentar untuk sekedar bermain di taman berama Arafah.

__ADS_1


tapi semua di luar kendali, saat akan menuju taman, gerbang depan sudah di penuhi oleh wartawan.


Melihat situasi itu Kianara langsung kembali masuk ke dalam rumah bersama Arafah.


Walau tampa dia sadari, bahwa ada wartawan yang telah mengabadikan dirinya dalam sebuah foto saat sedang menggendong Arafah.


"Kok masuk lagi bu??" tanya bi Tuti


"Diluar bi..."


"Diluar?? diluar ada apa bu??" tanya bi Tuti masih belum faham


"Di luar banyak Wartawan..."


" ya Allah... seperti nya Bapak dan Ibu harus segera mengklarifikasi semua nya dech..."


"ia bi.. Mas Aditya sedang cara solusi bersama pengacara nya" jawab Kianara sembari duduk di sofa dan meletakan Arafah ke Ayunan kecil nya.


"ada saja ya bu, emang gak takut ketahuan apa tu perempuan, kan kalau ketahuan bohong akan merusak nama nya sendiri"


"hmmm... semoga semua bisa terselesaikan dengan cara yang baik, saya cuma gak mau punya musuh bi..."


"yang sabar ya bu... ya sudah saya kembali ke belakang"


.......

__ADS_1


__ADS_2