Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 95


__ADS_3

Aditya, Kianara dan baby Arafah pun sampai di rumah,


Sesampainya dirumah mereka telah di sambut oleh keluarga besar.


Mama yang baru saja melihat tayangan televisi begitu melihat kedatangan mereka pun langsung merangkul Kianara.


"Alhamdullah...satu persatu persoalan terselesaikan. semoga tidak ada lagi gangguan2 seperti kemarin" Ujar Mama


"Alhamdulillah... in syaa allah banyak pelajaran yang bisa kita petik ma..." jawab Kianara


"Kalian pasti capek, Arafah pasti juga udah gerah, lebih baik kalian naik dan istirahat... Bunda dan Mama sudah siapkan menu untuk kita makan malam" Ujar Bunda menghampiri Kianara


Mereka pun menuju kamar dan mengistirahatkan tubuh sejenak.


Sesampainya di kamar, Baby Arafah langsung di baringkan ke ranjang.


seperti lelah membuat Arafah tertidur pulas sesampainya di rumah..


"Abi mau mandi air hangat..??"


"hmm...boleh juga, enak seperti nya mandi air hangat...apalagi dk temenin istri" jawab Aditya sembari menggoda Kianara


"iih...geniit"


Aditya tersenyum lebar lalu menjulurkan lidah nya, mengejek sang istri tercinta, lalu membaringkan tubuh nya tepat di sebelah Arafah...


"ya udh umma siapin dulu ya"

__ADS_1


....


Waktu magrib pun tiba, Arafah tepat berada atas sajadah Kianara.


Sudah jadi hal biasa untuk mereka berjamaah bersama Arafah sang buah hati.


Menurut mereka mengenalkan Agama itu baik di mulai dari masih kecil.


Dan Baby Arafah seakan sudah biasa dan faham... ia begitu tenang, walau terkadang ada juga rengekan rengekan kecil keluar dari mulut mungil nya.


Dan kali ini seluruh keluarga besar berkumpul di kediaman Aditya.


Hafidz juga tak mau kalah... dia ikut mengambil bagian sholat nya.. bahkan memilih sejajar dengan imam...


kali ini Alif sang Ayah yang menjadi Imam nya.


Sudah jadi ciri khas untuk Hafidz, setiap lafaz Aamiin terucap..


Tapi itu semua sama sekali bukan gangguan bagi para orang tua.


Mengenalkan dan membiasakan hal baik itu jangan pernah di tunda.


Setiap anak punya kenakalan kenakalan nya..


tapi tetap jangan jadikan beban.


karna di setiap kenakan sang anak pasti ada hal baik yang bisa kita ambil.

__ADS_1


Ingat... bukan anak yang mengimbangi orang tua..


melainkan orang tua lah yang harus bisa mengimbangi tumbuh kembang sang anak.


hingga tidak ada rasa keterpaksaan saat sang anak mengikuti apa yang kita ajarkan.


Selesai sholat magrib, mereka semua pun menuju meja makan...


"cacing di perut rasa nya sudah tak sabar dan ingin loncat menikmati makan malam.." Ucap Wahid dan semua anggota keluarga pun tertawa mendengan penuturan wahid😊


"ia ni... papa juga udah laper banget rasa nya... yuk kita makan, jangan sampai tu makana merasa kita anggurin" Balas Papa


"hahaha...ayo..ayo...Istri soleha sudah menyiapkan menu makanan yang membuat perut meronta2" Balas Ayah


Mereka pun makan malam bersama...


Baby Arafah untuk malam hari belum terbiasa makan, lebih ke ASI, jadi saat makan malam Arafah di jaga oleh bi Tuti.


Selesai menyantap ria menu makan malam.. dan selesai melaksanakan sholat isha, para suami duduk santai di ruang depan... entah obrolan apa.


yang pasti obrolan para lelaki.


Dan para istri duduk santai di tuang santai, sembari menikmati tayangan televisi dan bermain bersama Hafidz dan Arafah


Malam begitu cepat berlalu..


Dan Semua anggota keluarga memilih pulang ke kediaman masing masing.

__ADS_1


Kianara sempat meminta untuk bermalam di rumah mereka..


tapi besok aktifitas sudah menanti. pulang ke kediaman masing masing adalah pilihan terbaik.


__ADS_2