
seakan sudah jadi hakikatnya manusia,
saat hal buruk akan begitu mudah di terima, malah akan semakin banyak keburukan yang tampak.
tapi untuk hal baik, masih butuh pertimbangan untuk di terima. malah kadang kala masih di pertanyakan.
...
Aditya selesai menangani pasien, dan memutuskan untuk segera kembali ke rumah.
Aditya berjalan seperti biasa menyusuri setiap koridor, tapi seperti begitu banyak mata yang menatap nya.
berita tentang dirinya begitu cepat tersebar.
Aditya hanya bisa berusaha tenang dan terus betistighfar dalam hati.
Saat akan sampai di pintu keluar RS, Aditya di hentikan oleh pak satpam yang sedang bertugas.
"Maaf dok...dokter seperti tidak bisa lewat pintu depan, didepan begitu banyak wartawan" kata pak Eko memberi tahu situasi diluar RS.
Tamba kata2 Aditya langsung mengeluarkan HP yang dikantongi nya.
__ADS_1
"Assalamualaikum pak Herman, saya Dr.Aditya Surya, saya butuh bantuan bapak dan team, RS saya di penuhi oleh wartawan, itu mengganggu ketenangan RS pak... tolong segera di amankan pak" Ujar Aditya di dalam panggilan telfon nya.
yaa Aditya menghubungi Rekan Polisi nya, karna pihak kepolisian lah yang mengamankan para wartawan.
karna tempat yang mereka datangi bukan lah tempat yang pas untuk sekedar mencari informasi.
Karna bagaimana pun rumah sakit butuh ketenangan.
tak butuh waktu lama untuk para polisi datang.
Sesampai nya team polisi yang di perintahkan pak herman sampai di RS.Harapan, mereka langsung mendatangi para kerumunan wartawan, sempat terjadi perdebatan. tapi pihak polisi menegaskan jika yang mereka lakukan mengganggu ketenangan para pengunjung dan pasien RS. dan mereka bisa di tuntut.
Setelah para wartawan bubar, pak Eko pun membawa mobil Aditya tepat di pintu depan RS. dan setelah mobil di depan pintu RS, Aditya pun langsung masuk ke mobil dan melajukan mobil nya menuju rumahnya.
Setiba nya di rumah sudah di sambut oleh sang Papa.
apalagi tujuan sang Papa jika bukan membahas soal berita terkini mengenai diri nya.
Sebelum nya Aditya izin untuk bergati pakaian.
Selesai dengan aktifikas membersihkan diri, Aditya pun menuju ruang santai dimana biasa di gunakan oleh diri nya bersantai bersama keluarga kecil nya.
__ADS_1
"Gimana ceritanya ini bisa terjadi??? dan bawa2 nama RS lagi???"
"Aditya juga gak tau pa... Sejak SMA kelas 2 Adit sudah tidak pernah berhubungan dengan Nadia, bahkan dia juga sudah pernah ke RS dan Aditya juga sudah memperkenalkan Kianara sebagai istri"
"Kamu harus selidiki ini semua dit, dia tidak hanya melibatkan nama RS, tapi juga memberikan tuduhan yang tidak pantas kepada istri kamu"
"Ia pa...Hari ini adit harus fokus menangani pasien, besok pagi Adit akan hubungi pak Budi untuk menyelidiki semua nya dan konsultasi apa yang harus kita lakukan"
"Karna Adit pun gak mau ketenangan keluarga Adit tergangu dan begitu juga dengan RS, apalagi tadi wartawan mulai ke RS"
"Astaugfirullah..." ucap mama yang baru nongol dari dapur sembari membawa 2 cangkir kopi.
"Adit sudah menghubungi pak Herman untuk menangani nya kok Pa, Ma"
"apa perlu papa hubungi orang tua Nadia??"
"Tidak perlu pa... Adit gak mau nanti ini juga berdampak ke bisnis Papa"
Setelah cukup lama berdiskusi Papa dan Mama pun pamit pulang
Kianara memang tidak ikut berdiskusi karna sedang menidurkan Arafah.
__ADS_1