
Kini usia kehamilan Kianara telah memasuki usia 7bulan...
dan tepat di hari ini semua keluarga berkumpul di rumah Aditya dan Kianara untuk mempersiapkan acara doa bersama di Rumah Singgah dan anak2 panti yang telah di undang.
Mereka akan menggelar doa bersama serta berbagi sedikit rezeki untuk semua.
Aditya juga memboking beberapa pedagang kecil untuk mengisi menu santapan di acara tersebut, ada tukang Siomai,Bubur Ayam, Aneka Kue jajan tradisional, dan masih ada beberapa pedagang lain nya.
Doa bersama memohon kelancaran serta keselamatan untuk proses persalinan Kianara.
Acara di mulai dari pembacaan ayat suci Al-quran yang di bacakan salah satu anak panti.
Serta sedikit ceramah singkat dari salah satu ustadz di tempat mereka tinggal.
dan di tutup doa.
Tidak ada ustadz komdang ataupun Qari ternama.... bukan pelit atau menghemat,
tapi mereka memang sengaja melibatkan orang2 di sekitar, agar bisa saling berbagi.
Untuk Ust komdang atau Qari terkenal sudah pasti job nya banyak... tapi tidak dengan yang Ustadz atau Qari di sekitar lingkungan mereka.
dan ini lah cari berbagi dari Aditya dan Kianara.
Menu santap juga bukan gak mampu yang mahal2 ataupun ala jepang.
__ADS_1
Restaurant mewah berserak....dan sudah jelas omset mereka pun besar.
berbeda dengan pedagang keliling atau kaki lima. mereka makan dari apa yang mereka hasilkan hari ini.
Membatu mereka dalam mendapat rezeki itu semua tak ternilai harga nya.
Tindakan sederhana untuk Aditya dan Kianara, tapi berarti besar untuk mereka.
dan untuk semua menu makanan sudah mengikuti anjuran dari Aditya, No MSG dan Pemanis Buatan.
Walau sederhana, tetap sehat.
"bunda...." rangkul Kiarana
"ada apa???" tanya bunda dengan lembut
"Maafin Nara yang tak henti2 merepotkan bunda...bahkan sampai detik ini"
"Nara...lihat bunda nak....tidak ada kata merepotkan bagi seorang ibu nak... seperti Nara saat ini, apa merasa di repotkan dengan membawa sang calon bayi di dalam perut ini (sambil mengelus perut buncit Kianara) kemana Nara berpijak.??"
Kianara menjawab dengan gelengan dan di sertai air mata yang mulai mengalir.
"Seorang itu tak mengharapkan hadiah apapun... tapi mendapatkan seorang anak shaleh dan shaleha itu adalah kado dunia akhirat yang tak akan terputus"
"Nara adalah salah satu kado terindah dari Allah... kado luar biasa.."
__ADS_1
Kianara masih terdiam dengan menunduk.
"Sampai nafas terakhir bunda... tidak akan ada kata merepotkan... karna setiap perjuangan seorang ibu... itu adalah pahala"
"bundaaa....." hanya itu kata yang mampu dia ucapkan sembari memeluk erat sang bunda
"Bunda hanya bisa mendoakan...doa terbaik untuk anak2 bunda... dan untuk perjuangan yang akan anak perempuan bunda jalani sebentar lagi..."
"Makasih untuk semua nya bunda...Doa bunda adalah obat dari segala kegundahan setiap anaknya😢😢ðŸ˜"
Aditya yang menyaksikan kegiatan ibu dan anak itu ingin menghampiri, tapi di cegah oleh sang Ayah
"biarkan ibu dan anak itu melepas keluh kesah..."
Aditya faham yang di maksud Ayah Arya...
dan memilih tetap bersama Ayah dan yang lain nya di tempat duduk nya saat ini.
"Sudah...jangan nangis2 lagi..." ucap mama mega yang baru saja bergabung
"Mama... Maafin Nara juga ya ma... belum bisa jadi menantu yang baik atau seperti yang mama inginkan...malah sempat mengecewakan" sambil menggenggam tangan sang Mama mertua.
"Tidak sayang... Nara adalah menantu terbaik...bahkan bukan sekedar menantu, tapi juga anak perempuan bagi mama.... Mama juga hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Nara dan calon cucu mama ini" sembari mencium pipi Kianara
Tiga Wanita... 2 orang ibu dan 1 calon ibu pun berpelukan bersama.
__ADS_1
yang pasti bukan teletubis yaaa....😊