
"bu... jika kontraksi nya mereda posisi nya miring ya... nanti jika mulai terasa lagi kontraksi nya baru telentang..." ucap salah satu perawat..
Tak lama kemudian Dr.Silfi datang. Dr.Silfi kembali memeriksa Kianara,
"Gimana Dok???"tanya Aditya khawatir
"sudah buka 7 dok... sebentar lagi ya... Bu Kianara, jangan ngwat dulu ya bu... nanti ibu kehabisan tenaga"
Lagi dan Lagi Kianara mengremas tangan Aditya, dan bunda juga ada di samping Kianara, Kianara tadi yang meminta untuk sang bunda dan mama menemani nya, tapi mama memilih keluar, tidak sanggup rasa nya melihat nya menahan sakit.
Saat seorang wanita melahirkan rasa sakit itu akan sekuat tenaga ia tahan... di lalui proses demi proses dengan penuh kekuatan. walaupun sebenar nya tenaga nya telah habis terkuras, tapi demi sang buah hati tenaga yang tersisa itu seakan selalu terisi dan terisi kembali.
Tapi saat dia harus melihat perjuangan wanita lain menjalani proses melahirkan... Kekuatan nya seakan menghilang.. entah bagaimana, tidak bisa didefinisikan...
"Biii....." lirih Kianara
"ia sayang..."sambil menggenggam erat tangan Kianara
"Jika terjadi sesuatu saat umma nanti melahirkan... Abi harus jaga dan didik dia dengan baik..."
"Umma... jangan bicara seperti itu" sambil geleng2 kecil
"Hidup mati tidak ada yang tau bi.... jika Umma harus menghadap Sang Illahi saat selesai melahirkan... Umma ikhlas, dan Jika Umma di beri kesempatan untuk Menjaga,Mendidik nya umma pun sangat bersyukur" ucap Kianara lirih
"Nara.... lihat bunda nak.... Kamu harus Kuat dan berfikir positif... tidak ada kebahagian yang bisa kita tandingi saat bisa merawat buat hati kita dengan tangan kita sendiri"
Kianara menganguk2 kecil...
Dr. Silfi sudah siap siaga dan terus membimbing Kianara, memberikan sentuhan2 kecil di perut Kianara
"Umma... pasti bisa, abi akan selalu dampingi umma..." mengecup kening sang istri, lalu beralih ke perut sang istri
__ADS_1
"sayang nya Abi dan Umma.. lahir lah nak, abi menemani mu...."di cium nya perut sang istri lalu Aditya bersholawat tepat di perut Kianara...
"Allahumma Sholli Alaa Muhammad... Yaa Robbi Sholli Alaihi Wasallim....Allahumma Sholli Alaa Muhammad... Yaa Robbi Sholli Alaihi Wasallim...."
Saat Aditya sedang bersholawat tiba Kianara meremas tangan Aditya dengan sangat kuat.
Di sebut nya Lafaz Allah...
"Allah....."
dan di saat itu pula ketuban Kianara pecah...
Dr.Silfi dan perawat dengan sigap membimbing Kianara.. Bunda memilih keluar... di rasa kaki nya sangat lemas.
Dan Aditya sebenarnya tak sanggup melihat perjuangan sang Istri... Tapi dengan sekuat mungkin dia menguatkan diri, walaupun kaki nya sudah gemetar, air mata nya tampa di sadari nya mengalir.
"Ya Allah... selamatkan Istri dan Anak hamba mu ini" batin Aditya
Beberapa kali Kianara nguwat, mengikuti intruksi dari Dr.Silfi
Rasa nya tenaga nya sudah tak bersisa
"Ayo bu...sedikit lagi bu... ni sudah nampak, sikit lagi... ibu tarik nafas... tahan...lalu tekan..."
Mendengar penuturan Dr.Silfi seakan kukuatan nya terisi dengan sendiri nya.
Di tariknya nafas dalam2... lalu di keluarkan nya dari mulut sembari menekan sekuat yang dia mampu... tangan sang satu meremas pegangan ranjang bersalin dan tangan satu nya menggenggam tangan Aditya...lagi2 sembari menyebut lafaz Allah...
"La Illaha Ilallah"
Ooweekk...Ooweek....
__ADS_1
Tepat Adzan Ashar Anak dari Aditya dan Kianara Lahir...
Tak henti2 Sujud Syukur di lakukan oleh Aditya dan Di cium nya puncak kepala sang istri begitu dalam...
Kianara hanya mampu ngedipkan mata nya..
Rasa sakit itu hilang seketika, Rasa sakit yang di rasakan nya di setiap sendi2 nya hilang besamaan dengan tangis sang bayi..
yang tersisa hanya rasa lemas.
Tapi Kianara masih bisa merasakan ciuman dalam dari sang suami..
"Selamat ya Dok... Anak nya perempuan... Masyaallah cantik dan tak kurang satu apapun..." ucap Dr.Silfi lalu memberikan sang bayi kepada perawat untuk di bersihkan
"Setelah nanti selesai di bersihkan... Dr.Aditya bisa mengadzani nya... dan kami minta dokter bergeser sebentar, agar Kami bisa membersihkan Ibu Kianara"
Aditya beralih melihat proses sang bayi cantik mungil itu di bersihka.
Dan Keluarga yang menunggu di luar pun saling rangkul setelah di beri kabar dari salah satu perawat.
......
Assalamualikum....
**Gimana kabar sahbat readher semua...
Mohon di maklimu ya jika Cerita masih banyak kekurangan nya.
Karna Author nya masih dalam proses.
Dan Jangan Lupan LIKE DAN VOTE NYA YA...
__ADS_1
SYUKRAN**