
Malam hari setelah bada Isya, Setelah Arafah tertidur dan stok ASI untuk nya terpenuhi, karna di takutkan Arafah terbangun dan ingin ASI di saat Kianara belum pulang.
Kianara dan Aditya telah bersiap untuk menghadiri acara IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yang sudah menjadi rutinitas tahunan.
Malam ini Kianara mengenakan Gamis berwarna Grey dengan Hijab dan Cadar senada, dan Aditya mengenakan Jas berwarna Grey juga dengan dalaman Kaos hitam polos, di padukan dengan celana jeans. Casual tapi tetap keren pasti nya..
Mereka benar2 kompak.
Sesampai nya di Gedung dimana acara di laksanakan Aditya dan Kianara sudah biasa menjadi sorotan, di maklumi saja, Kianara satu satunya perempuan yang bercadar. dan Aditya adalah seorang dokter yang cukup di kenal oleh kalangan dokter.
Jadi wajar saya mereka selalu jadi sorotan.
Aditya menggandeng tangan Kianara dengan mesra, Aditya pun menyempatkan menyapa beberapa dokter yang cukup di kenal nya sebelum menuju meja tamu undangan.
Mereka pun memilih menduduki meja tamu barisan ke 2.
"Wah Dr.Aditya sudah punya gandengan ya??" sapa salah satu dokter sembari menepuk pundak Aditya dan duduk di sebelah nya.
"Dr. Romi?? apa kabar, sudah lama gak jumpa ya..." Balas Aditya
__ADS_1
"hahaha...ia nich... saya baru balik dari Malaysia, btw siapa wanita di sebelah Dr ini??" tanya nya kembali
"istri lah Dok..." jawab Aditya singkat
Dr.Romi pun mengulurkan tangan tanda memperkenalkan diri, tapi di balas Kianara dengan menangkupkan tangan di dada sembari mengangguk dan tersenyum di balik cadar nya.
Dr.Romi pun malu dengan respon yang Kianara berikan dan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
"Kianara nama nya dok, kami sudah menikah 3 tahun lebih" Aditya menjelaskan
"Wah berarti saya ketinggalan berita ya...hahaha"
Dan sudah jadi rutinitas tahunan Aditya medapatkan penghargaan. Sebagai dokter yang berprestasi.
Acara IDI tidak lah pernah di ekspos ke publik, tapi kali ini tiba2 ada beberapa wartawan yang mengambil beberapa foto secara diam2.
Satpam sempat memergoki mereka lalu meminta mereka untuk keluar dari gedung. mau tidak mau mereka pun menurut.
Siapa pun wartawan itu dan apa niat nya belum ada yang mengetahui nya.
__ADS_1
Sedangkan Aditya dan Kianara memilih pulang setelah Aditya memberi kata sambutan dan tak lupa berterima kasih kepada seluruh team nya, rumah sakit, keluarga dan serta sang istri yang selalu mendukung dan mendoakan nya.
Setelah berpamitan dengan beberapa rekan Dokter mereka pun menuju parkiran, tampa mereka sadari ada seseorang yang sempat mengabadikan momen saat Aditya membukakan pintu mobil untuk Kianara melalui kamera nya.
Aditya pun melajukan mobil nya karna Kianara sudah merasa tidak nyaman meninggalkan Arafah terlalu lama.
"Ayo biii... Takut Arafah rewel"
"ia sayang.. kan ada Mama, kalau rewel pasti hubungin kita"
"pokok nya ayo buruan..."
Sesampai nya di rumah Kianara langsung membersihkan diri di kamar mandi bawah sebelum menuju kamar, di pastikan nya dalam keadaan bersih setelah aktifitas di luar rumah.
Benar saja, sesampai nya di kamar Arafah sedang merengek minta ASI tapi tidak mau dari dodot yang di berikan sang Oma.
Melihat itu Kianara langsung berganti pakaian, selesai berganti pakaian di ambil nya Arafah dari gendongan sang Oma.. lalu melotot sekilas ke arah Aditya, mengisyaratkan... filling seorang ibu tak akan meleset .
Dan melihat ekspresi sang istri Aditya hanya bisa menyengir kuda...😁
__ADS_1