
Malam ini rasa begitu lelah, walau Kianara tidak melakukan pekerjaan apapun.
Baby Arafah juga agak rewel.
bisa jadi efek lelah juga.
"udah di kasih ASI...??" Tanya Aditya dan bangkit dari sofa mendekati Kianara dan sang buah hati yang tampak rewel
"Udah bi... mungkin kecapean dia Bi..."
"Sini2 gantian Abi yang gendong...Umma rebahan aja ya"
Kianara pun merebahkan tubuh nya..Aditya sangat siaga dalam kondisi apapun.
Sekarang Aditya mulai handal dalam menggendong Arafah.
Di timang2 nya sang buat hati penuh ketelatenan.
"putri sholeha abi capek ya?? Masyaallah tadi putri sholeha Abi kedatangan banyak tamu ya... banyak yang doain putri sholeha Abi tadi... " oceh Aditya di hadapan sang putri tercinta
Dan Kianara tersenyum sumringah menyaksikan kesabaran sang suami.
Kianara sangat2 bersyukur.
__ADS_1
Arafah mulai tenang...dan Aditya duduk bersandar di samping Kianara, tapi Arafah masih dalam pangkuan nya.
Karna Arafah belum tertidur.
"Mau gak Abi ceritakan Kisah Nabi...???malam ini Abi ceritakan kisah Nabi NUH ya..."
"Nabi Nuh adalah nabi ketiga yang patut diimani setelah Nabi Adam AS dan Nabi Idris AS. Nuh merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam" Aditya memulai ceritanya
Tampak mata Arafah yang berkedip seakan mencermati kisah yang sedang di ceritakan sang Abi
"Nama Nuh berarti 'bersyukur'. Nabi Nuh juga mendapatkan gelar dari Allah SWT sebagai abdussyakur. Gelar itu berarti hamba yang banyak bersyukur sesuai dengan surat Al-Isra ayat 3"
"[Yaitu] anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba [Allah] yang banyak bersyukur," bunyi terjemahan surat Al-Isra ayat 3
"Nabi Nuh juga masuk dalam rasul Ulul Azmi, yaitu rasul dengan ketabahan dan keteguhan hati yang luar biasa. Sesuai surat Al-Ankabut ayat 14, Nabi Nuh bahkan berdakwah selama 950 tahun"
Aditya tersenyum melihat tingkah putri nya itu.
Dan Kianara tersenyum sembari mengusap usap pundak sang suami
"Nabi Nuh diutus oleh Allah SWT untuk menyerukan ajaran Allah pada umat Bani Rasib yang menyembah berhala berupa patung-patung. Kezaliman di masa itu juga tengah meningkat pesat" lanjut Aditya
"Dengan kesabaran, Nabi Nuh mulai berdakwah kepada umatnya. Dia mengajarkan untuk menyembah Allah, meninggalkan maksiat, dan berbuat kebaikan"
__ADS_1
Tampa di sadari Arafah sudah tertidur dengan senyum manis nya.
"Masyaallah...putri sholeha Abi udah tidur, tidur lah nak... cerita nya kita lanjut besok lagi ya" ucap Aditya sembari meletakan Arafah di ranjang, tepat di samping Kianara..
Di cium pipi sang putri.
"udah Umma tidur gih... nanti masih harus terbangun memberi Arafah ASI"
"Ia bi...Makasih ya bi...Abi tu paling jago nenangin Arafah"
"Abi juga jago loh nenangin Umma" Canda Aditya
"iih...Abi gak nyambung..."
"hehehe... Arafah udah tidur, apa Umma mau di ceritaan kisah Nabi juga" ledek Aditya lagi
"Abi..." Ucap Kianara dengan sedikit memanyunkan bibir nya
"Ia Umma.. abi di sini kok..gak kemana2" lagi2 dengan nada ledekan
Kianara yang mendengar ledekan demi ledekan memilih memejamkan mat nya, yang pasti nya di sertai senyum malu2...
"Tiga tahun menikah...tapi masih uka malu sama suami" Ucap Aditya lagi dengan senyuman mengembang melihat tingkah sang Istri.
__ADS_1
Kianara memilih tetap diam walau dia sendiri merasa geli dengan yang di ucapkan oleh sang suami.. hanya senyum tipis yang terlukis dan Aditya menyadari itu
Di kecup nya puncak kepala Kianara lalu ikut merebahkan diri