Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
Masa Kritis


__ADS_3

Aditya masih duduk di samping ranjang Kianara sembari menggenggam tangan Kianara, dan sesekali mengecupnya lama..


"Diiittt...."


"eh ayah....iya yah"


"cerita ke ayah gimana kondisi terkini Nara.." sambil mengambil kursi dan duduk di sebelah kiri ranjang Kianara.


Aditya dan sang mertua pun saling berhadapan.


"huuufff.... (mengambil nafas panjang)"


"Jangan di pendam sendiri, ayah pun berhak tahu"


"Saat ini ada lah masa kritis, 2 × 24 jam adalah masa penentu, jika Nara tidak sadar dalam masa itu, maka Nara di nyatakan Koma yah...."


Aditya menceritakan bagaimana proses operasi yang di jalani. dimana Kianara sempat kehilangan harapan, bahkan para team medis pasrah.. Tapi lagi dan lagi pertolongan Allah... mulai dari Peluru yang hanya berjarak beberapa inci dengan jantung.. Hingga denyut nadi kembali normal saat adzan berkumandang.


Ayah pun meneteskan air mata dan menatap wajah pucat sang anak.


"maafkan Adit yah....adit....."


belum sempat terselesaikan kata-kata nya


"kamu sudah berusaha semaksimal mungkin dit, bahkan kamu menahan rasa sakit saat harus menangani kondisi Nara, Ayah bangga dengan kamu. tidak perlu meminta maaf... Ayah yakin Nara akan segera sadar"

__ADS_1


"Aamiin...."


"ayah nyusul bunda tidur dulu ya, nanti klo ada sesuatu bangunkan ayah..."


Aditya hanya mengangguk menandakan iya.


Lelah pasti... hingga Aditya tertidur sembari menggenggam tangan sang istri.


Adzan subur berkumandang...


"Dit....Adit, bangun sudah masuk sholat subuh..." Ayah menepuk-nepuk punggung Aditya agar segera bangun


"ehm... iya yah" sambil mengucek-ngucek mata nya walau masih terasa berat untuk di buka


"kita sholat di sini saja ya" sahut bunda yang baru selesai wudhu..


sembari melihat wajah sang istri.


Berharap sang istri merespon..


12 jam berlalu Kianara belum ada tanda-tanda sadar...


Aditya memilih stay di ruangan, tugas nya untuk beberapa waktu di serahkan nya ke dokter pengganti. Terkecuali kondisi darurat yang mengharuskan untuknya menangani langsung.


Cukup terlihat Egois... tapi dia tidak pedulikan semua itu.

__ADS_1


kali ini Aditya sedang menjadi sosok yang cukup egois.


Ayah dan Bunda sudah pulang, nanti akan di gantikan Adara dan Mama Mega untuk menemani nya.


Di tatap nya lekat wajah sang istri...


"Sayang... bangun donk, mau sampai kapan mas di diemin gini.... gak kangen ya...??"


Tiba-tiba Aditya teringat pertama kali mereka bertemu di Big dan harus pergi mewakili sang Papa untuk pergi ke acara anak teman rekan bisnis sang papa


"Sayang... kamu tahu ga... sebelum kita bertemu di Big... kamu itu sudah sering hadir menemui ku di Sepertiga malam ku... wajah ini (sambil mengelus pipi Kianara)seakan selalu membayangiku,,seakan membuat ku menutup hati untuk wanita lain..."


"wajah ini yang semula samar samar, menjadi begitu jelas di saat pertama kita bertemu... tingkah malu kamu yang tak mau menatapku, sungguh membuat hati ku bergetar"


"wajah ini... ya wajah ini (terus membelai wajah sang istri, tanpa di sadari nya air mata itu turun) saat pertama kali mas melihat nya, seakan merubah semuanya, membuka ruang hati seluas mungkin, membawa mu masuk kedalam nya, bahkan sedalam dalam nya"


"entah apa yang Allah rencanakan....tapi Allah seakan membuat semua seperti kebetulan, dari matic yang mogok, acara di YaDu...."


"sayang.... mas udah cerita panjang lebar loh... masa sayang diem aja sich, tega banget suami nya di cuekin(sambil memanyunkan bibir nya, ber ekspresi ngambek) mas kalau udah ngambek susah loh obat nya..."


Namun Kianara masih diam.


Beralih mengelus perut sang istri...


"Assalamuallaikum anak abi(dengan senyum lebar tapi ada air mata yang menetes)sehat sehat ya nak....bantu umma agak terus kuat, bantu umma melewati masa-masa sulit umma... kamu adalah kekuatan terbesar umma nak, kamu adalah doa di setiap sujud umma... anak abi ini hebatnya masyaallah....cepet besar ya... abi udh gak sabar lihat kamu lahir dan mendengar suara tangis pertama mu nak..."

__ADS_1


Getir rasa hati.... tapi harus tetap kuat..


Doa dan Doa lah terus terucap... mungkin bila manusia yang mendengar dia akan bosan... tapi Allah tidak akan pernah bosan... malahan Allah menyukai hamba hamba nya yang tak pernah bosan bermunajat kepada NYA.


__ADS_2