Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 74


__ADS_3

Tak lama kemudian Kianara dan Adara keluar menuju ruang tamu dengan nampan yang beri kue dan minuman nya.


tampak Aditya,Papa dan Mama yang asik ngobrol dengan Wahid


"trus apa kegiatan sekarang Hid???" tanya Aditya


"usaha kecil kecilan mas, nerusin punya Papa"


"gimana keadaan Papa dan Mama kamu???" tanya Papa Pranaja


"Papa sudah 3 th menghadap Allah om,,"


"Innalillahi..." jawab bersamaan


"Sempat drop sich usaha swalayan nya om, karna waktu itu Wahid masih fokus kuliah, tapi Alhamdulillah sekarang sudah mulai stabil.."


"berarti kamu sukses mengelola nya"


" Wahid belum bisa sesukses Mas Adit dan Om pasti nya,madih jauh dari kata sukses, tapi wahid selalu bersyukur atas rahmat dan nikmat Allah bisa sampai di titik saat ini"


"Semakin tinggi tiang berdiri, maka semakin kencang angin menerjang, harta tidak di bawa mati Hid... malah semakin sukses seseorang dalam hal harta, semakin besar Hisab nya... Harta itu pun ujian, mampu gak kita membawa harta kita untuk kebaikan, atau kita malah menjadi hamba yang tamak..."


" ia mas...mas bener banget" jawab Wahid sambil manggut2.


"Di lanjut nanti obrolan santai nya, ni udah kumpul semua...Nak Wahid ada yang mau di sampaikan kata nya..??"

__ADS_1


"ia om... sebelum nya Wahid minta maaf kepada Om,Tante,Mas Adit dan kak Kianara, jika kedatangan Wahid tiba2 bahkan tidak di dampingi orang tua..."


"Sejak Papa meninggal, Mama tinggal di solo, jadi Mama gak bisa menemani Wahid, tapi Mama titip salam untuk semua dan juga permohonan maaf"


Semua yang ada di ruangan itu manggut2 mengerti.


"hmmmm..." ada rasa gugup melanda di hati wahid


"ngomong aja Hid... utarakan apa yang ingin kamu utarakan" ucap Aditya yang seakan faham apa yang di rasakan wahid.


"makasih mas..😊"


"Sebelum nya 3 hari yang lalu, wahid sudah dengan lancang menghubungi Adara, Wahid menyampaikan niatan Wadih..."


"tapi saat ini dengan tidak bermodalkan apa2.. Wahid memberanikan diri menghadap Om sekeluarga untuk mengkhitbah anak om dan tante, yang bernama Adara Surya Pranaja" ucap Wahid dengan sedikit menunduk


"ia bener kata om... tante pun menyerahkan semua keputusan ke Adara.."


"Kamu gimana Dar??" tanya Papa sambil merangkul anak perempuan nya itu


Adara tertunduk sejenak.. lalu di tatap nya kedua orang tua nya secara bergantian...


Mama memberi anggukan kecil agar Adara bisa menjawab dan apapun keputusan Adara mereka mendukung.


"Bismillah... 3 malam ini Adara sudah melakukan istiqoroh, Semoga keputusan Adara ini dalam keridhoan Allah...

__ADS_1


In Syaa Allah Adara terima Khitbah dari Wahid" jawab Adara dengan menunduk malu... rona pipi nya memerah


"Alhamdulillah..." Jawab semua secara bersamaan.


Mama dan Papa pun memeluk Adara bersamaan.


Dan Aditya menyalami Wahid lalu merangkulnya.


"Alhamdulillah dan Wahid berterimakasih dan Adara dan Keluarga menerima Wahid dengan tangan terbuka, Tapi sebelum nya masih ada yang ingin Wahid sampaikan"


Sontak membuat semua penasaran


"Apa itu Hid???" tanya Papa


"Wahid belum mampu mengadakan pesta yang megah" sahut Wahid dengan sedikit sendu


"Masyaallah...om kira apa... Hid...Hid... inti dari pernikahan adalah Ijab Kobul bukan pesta megah....pesta hanya sekedar pelengkap bukan keharusan... pada dasarnya pesta tidak lah ada dalam syariat islam, tapi jika kita mampu ya silahkan.. dan lebih baik lagi jika pesta nya bukan sekedar pamer, melainkan berbagi ke sesama"


"Alhamdulillah... Wahid dalam lingkungan orang2 baik dan paham akan syariat... kalau Adara sendiri??? dan adakah keriteria Mahar yang harus Wahid persiapkan??"


"Soal pesta Adara tidak menuntut untuk mewah, semampu nya saja, sama seperti yang papa bilang barusan.. Dan Soal Mahar, Kak Kianara pernah menjelaskan... Sebaik2 nya Wanita adalah dia yang tidak mempersulit Mahar... Adara ingin menjadi salah satu dari wanita tersebut, jadi Adara akan terima apapun Mahar yang akan Wahid berikan..."


"Alhamdulillah..."


"Hid... Mahar itu simbol cinta dengan ketulusan hati... maka berikan nya dengan ketulusan hati...seperti yang di terangkan dalam surat An-Nisa..."

__ADS_1


"Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”


__ADS_2