Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 75


__ADS_3

Setelah berdiskusi, acara pernikahan akan di tentukan setelah Kianara melahirkan, karna waktu Kianara melahirkan sudah lah dekat.


Soal Pesta Keluarga Adara siap membantu, karna bagaimana pun kolega sang Papa dan sang Kakak sangatlah banyak.


Selain acara pesta akan ada acara berbagi ke anak yatim.


"Dimakan Kue nya Hid... ini asli Kak Nara loh yang buat..." ucap Aditya


"Masyaallah...enak banget kak kue nya, kalau di taruh di Swalayan Wahid seperti nya laris ni Kak..."


"Haha...satu pemikiran kita, Mas juga pernah bilang gitu.. tapi mungkin setelah melahirkan dan semua normal... untuk saat ini biar kita2 aja yang menikmatinya...."


"Ok mas... kapan kak Nara siap, Wahid pun dengan senang hati menyediakan tempat...."


"Abi muji nya jang terlalu... Wahid juga... ini tu cuma sekedar hobbi"


"Tapi jika bisa membuka lowongan pekerjaan... itukan lebih baik sayang.. ke untungan nya kita sedekahkan"


"Masyaallah... setuju tu mas"


"Kalau soal itu ya umma setuju banget, Oh ia Hid... selama kalian belum sah...jangan ketemu di luar cuma berduaan ya... boleh bertemu tapi harus ada mahroh... itu keputusan final"

__ADS_1


"In Syaa Allah... wahid jalankan amanah ini dengan sebaik mungkin"


"Sudah mau adzan magrib... kamu sholat dan makan malam dulu di sini ya Hid... "


"Gak usah tan... Wahid pamit aja, nanti mampir di masjid"


"Gak ada penolakan" jawab Mama


Mau tak mau wahid pun mengikuti titah calon mama mertua nya.


Mereka semua pun melaksanakan sholat berjamaah di mushola yang ada di dalam rumah, Wahid di minta sebagai imam..


Aditya dan Papa memang dengan kompak meminta Wahid menjadi imam... karna itu juga salah satu mengetahui bagaimana Wahid... apakah mampu menjadi imam.


Bagaimana seorang lelaki bisa membimbing keluarga jika dia tak mampu menjadi imam di keluarga sendiri.


Menjadi Imam adalah nilai pokok... dan harus bagi Adit dan Papa... karna mereka ingin memastikan Adara kan di bimbing oleh lelaki yang beriman. Yang taat akan Sholat.


Selesai Sholat mereka pun menuju meja makan untuk makan bersama.


Tak lama kemudian Wahid pun pamit pulang.

__ADS_1


Aditya dan Kianara memilih menginap di kediaman Orang tua nya.


Karna memang mereka jarang sekali menginap, jika berkunjung hanya sekedar main saja..tidak untuk menginap.


"Gimana udah lega???" Tanya Kianara ke Adara yang sedang duduk santai di depan televisi.


"Doakan keputusan Adara baik untuk semua ya kak"


"In Syaa Allah... lelaki yang bisa menjaga ibu nya, maka dia pun bisa menjaga istri nya. Dan kakak lihat dia cukup baik dalam sholat"


"Oh ia... kenapa tadi semua memaksa Wahid untuk menjadi Imam???"


"Itu tuch nama nya penilain plus...plus.. laki2 ya harus bisa donk jadi imam" sahut Aditya


"Kak... jadi imam itu kan belum tentu bisa, dan bisa buat orang grogi loh klo jadi imam di hadapan orang yang belum biasa dia temui"


"Menjadi imam untuk keluarga itu harus... dan jika dia memang taat akan Sholat... maka menjadi imam tidak akan berat untuk nya" jawab aditya lagi


"Dan... dia mampu membuktikan kalau dia mampu untuk menjadi imam..." Sambung Kianara


"Alhamdulillah ya kak..."

__ADS_1


"ingat walau Wahid sudah menjadi calon suami kamu dan sudah di saksikan keluarga...jangan ketemuan kalau cuma berduaan"


"siap komandan 1dan komandan 2" jawab Adara sembari memberi hormat ke kedua kakak nya...


__ADS_2