
Satu Pekan telah berlalu, Kondisi Kianara pun semakin membaik, dan sebagaimana wanita hamil lain nya, di trimester awal ini Kianara tidak pernah di dapur untuk memasak, kecuali sekedar membuat jus atau camilan, di karenakan setiap tercium aroma bawang yang sedang di goreng akan membuatnya mual.
jadi urusan dapur sementara waktu bi tuti yang mengurus nya.
Sedangkan Aditya dan Alif sudah beberapa hari menyelidiki soal kehidupan para perampok bank, yang membuat Kianara tertembak.
Sungguh hasil yang tak di duga. mereka memiliki anak yang sedang sakit Leukimia. dan membutuhkan biasa besar untuk perawatan.
dan mendengar cerita Aditya dan Alif membuat Kianara tak salah ambil keputusan. Entah kenapa dari awal Kianara sudah merasa ada alasan di balik semua ini.
.......
Sebagaimana biasa nya, selesai berjamaah sholat isya,di mushola kecil mereka, bersama Bi Tuti dan mang Asep juga.
Aditya dan Kianara pun makan malam..
menu makan malam kali ini Kianara sangat ingin Sup Bakso.
Saat mereka baru saja akan makan, pintu terketuk...
tok..tok..tok..
"Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wassalamu'alaikum" balas mereka kompak
"biar bibi yang buka pintu nya den"
"iya bik, kayak suara Papa dan Ayah ya"
"iya Bi..."
Bik tuti pun membuka pintu, dan benar saja yang datang adalah para orang tua Aditya dan Kianara dan tak ketinggalan Alif juga.
bi tuti langsung mempersilahkan mereka masuk dan memberi tahu jika Tuan nya sedang makan malam.
"makasih ya bik..." ucap bunda sambil mengelus pundak bi tuti
Kianara dan Aditya akan berdiri menyambut mereka tapi di larang oleh sang Mama...
"udah kalian lanjut dulu makan nya ya.."
Ucap mama sambil ikut duduk.
"kok gak berkabar ma??kompak pula tuch??"tanya Aditya
"gak boleh nich...??"
__ADS_1
"ya boleh donk ma, tapi kalau mama kasih tau kan Nara bisa buatin makanan"
"gak perlu sayang... kami cuma singgah dan ada sedikit yang akan kita diskusikan, Sup Bakso nya enak" Jawab Mama sambil mencicipi Sup Bakso.
"Ya udah mama, ke ruang tengah ya, kalian lanjutin makan nya,,jangan buru-buru loh"
Mama pun ikut bergabung dengan yang lain, di ikuti oleh bi Tuti yang membawa minuman dan camilan.
Tidak ingin buru buru, tapi kedatangan orang tua yang tiba tiba dan kompak pula, membuat mereka penasaran dan memutuskan untuk cepat menyelesaikan makan malam mereka.
Setelah menyelesaikan makan malam, mereka langsung menuju ruang tengah.
Dimana ruang tengah tersebut baru mereka susun, awal nya itu hanya ruang kosong yang hanya di isi foto foto Aditya dan Kianara beserta keluarga.
Sejak Kianara hamil dan tidak bekerja, ruang tersebut di sulap menjadi ruang santai, yang berkarpet lembut dan tebal, serta ada sofa bed, rak buku dan juga televisi, di desain minimalis dan senyaman mungkin agar Kianara tidak bosan. bahkan ada akuarium kecil juga.
Aditya menyalami orang tua mereka dan ikut duduk di sofa, sedangkan Kianara,Bunda dan Mama memilih duduk santai di karpet tebal di lantai.
"Gimana kabar kamu sayang??" tanya bunda
"Alhamdulillah bun, jauh lebih baik dari sebelum nya....oh iya ini kok tumben pada kompak dan gak ada berkabar mau datang, Kak Zahra dan Hafidz kok gak ikut kak???"
"Hafidz kecapean tadi tu, jadi udah tidur" jawab Alif
__ADS_1