
Air mata itu menetes ke pipi Kianara, air mata yang berusaha di tahan nya.
Lagi dan Lagi...
Manusia itu hanya mampu berusaha, hasil akhir Allah lah yang menentukan.
Adil atau tidak kah itu semua, tapi ketentuan Allah itu mutlak, tak terbantahkan.
Jikapun hasil tak sesuai dengan yang kita harapkan, bukan berarti ini akhir dari segalanya.
Kita harus terus menjalani garis hidup yang sudah Allah berikan..
Papa mendekati Aditya.. papa Menyentuh pundak Aditya..
" Diiit...." sambil memejamkan mata nya dan mangguk-mangguk.. memberi tanda sudah cukup
"ngak pa.... istri Adit akan baik-baik saja.." masih terus berusaha memompa jantung Kianara.
Karna Aditya merasakan denyut nadi itu masih ada... hanya jantung nya sangat lemah.
Semua yang ada di ruangan itu mulai meneteskan air mata.
"KIANARA FITRI MAULANA....BANGUN KAMU BISA, KAMU ITU WANITA ISTIMEWA, KAMU ITU WANITA TANGGUH... AYO BANGUN" kata yang keluar dengan sangat tegas
"KIANARA FITRI MAULANA... BANGUUN (Masih dengan nada tegas)"
Ayah, bunda, mama dan yang lain pun sudah sampai... air mata tak ter elakan...
Bunda tubuh nya lemas kembali, Adara dan Mama di pelukan Papa...
__ADS_1
Zahra pun menangis di pelukan Alif.
Bahkan team medis ikut meneteskan air mata melihat kejadian di depan mata mereka...
Asisten team medis yang membantu memompa dari mulut masih setia berjuang bersama sang dokter, walau sebenar nya dia pun sudah pasrah.
"sayang...mas mohon...hiiks...hiiks (kata kata Aditya mulai melemah disertai air mata) bangun, ingat setiap langkahmu butuh ke ridhoanku. dan aku Aditya Surya Pranaja suamimu, tidak meridhoi kondisimu saat ini, mas minta kamu bangun, ayo kita jaga Amanah Allah yang baru saja di titipkan Nya... kamu bisa sayang, kamu pasti dengar apa kata-kata mas saat ini kan...?? sayang mas mohon. ..Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maulana waanikman nashir"" Kata-kata terakhir dan harapan terakhir
“Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.”
Setelah Aditya selesai melafalkan kata terakhir nya...
tiba...tiba
Tubuh Kianara bereaksi. dada nya terangkat seperti menarik nafas panjang.
dan Alat monitor jantung menunjukan perubahan, yang tadi nya hanya garis lurus... kini perlahan membentuk seperti gelombang secara perlahan...
semua yang ada di ruangan melafalkan nama Allah serentak...
"ALLAHU AKBAR..." saling berpelukan, tersenyum walau banjir air mata
(Kata orang orang, air mata bahagia)
Aditya menghentikan aksi nya, dan menarik nafas lega... team medis yang membantu pun menghentikan tindakan nya. dan memasang alat oksigen ke bagian antara hidung dan mulut Kianara.
Aditya turun dan Mencium ubun-ubun sang istri begitu dalam...
"Alhamdulillah...Makasih ya Allah...makasih ya sayang" ucap nya lirih
__ADS_1
Bunda dan yang lain pun mendekat... melihat Kianara yang masih belum bereaksi, masih dengan tidur pulas nya.
" cepet sadar ya nak... bunda kangen"
" mama juga kangen, cepat sadar"
" Syafakillah kak... itu yang kakak ajarkan sama Adara... Dara kangen curhat sama kakak😭"
#Syafakillah...Semoga Allah beri Kesehatan,Kesembuhan
"jadi gimana kondisi anak saya" tanya Ayah kepada salah satu dokter.. karna untuk bertanya kepada Aditya belum lah tepat.
"Detak jantung bu Kianara tiba-tiba berhenti, atau anfal, alhamdulillah sudah kembali normal, kita tinggal lihat reaksinya nanti, semoga ibu Kianara cepat sadar, dan kami pun meminta agar cukup 1 atau 2 orang di ruang ini, kami permisi" Itu penjelasan Dr.Gunawan dan team medis pun berpamitan keluar tak lupa sekedar menepuk pundak Aditya menandakan memberi semangat.
Aditya membalas dengan senyuman kecil.
Setelah di luar ruangan mereka pun berceloteh dengan pendapat mereka masing-masing...
"Masyaallah perjuangan dr.Aditya"
"Lagi lagi Allah tunjukan kekuasaan nya"
"Bener-bener kekuatan cinta"
"tak hanya kekuatan Cinta. tapi juga kekuatan Doa"
"iri dech lihat cinta dr.Aditya.. nanti kalau aku nikah..akankah suamiku mencintai ku seperti itu???"
"Sudah sudah kembali bekerja,,doakan yang terbaik, dan Ibu Kianara cepat sadar dan pulih seperti awal" ucap Dr.Gunawan
__ADS_1