Assalamualaikum Cinta

Assalamualaikum Cinta
bab 97


__ADS_3

Satu pekan berlalu..


Aktifitas kembali normal, Rumah sakit tak lagi di penuhi wartawan, Kianara pun kembali aktif dalam bakery nya.


Dan Nadia pun menjalani proses hukuman atas perbuatan nya.


Nadia juga sudah mengajukan permohonan maaf.


Kianara tak ingin memperpanjang masalah, dengan Nadia sudah mengakui kesalahan nya, menjelaskan niat nya dan meminta maaf, bagi Kianara itu sudah cukup.


pihak Aditya dan Kianara pun menarik kembali tuntutan nya kepada Nadia.


berharap Nadia bisa belajar dari yang sudah terjadi.


Kianara selesai dari bakery pun menuju RS. Harapan, dengan Arafah pasti nya, dan dengan  ransel yang berisikan menu makan siang.


Saat akan  memasuki RS. Harapan, Kianara melihat bapak bapak tua, pakaian nya sangat lusuh... Kianara pun mendekati nya.


"Assalamuallaikum pak, bapak ngapain di sini??? bapak sakit???"


"Waalaikumsallam... saya laper neng" jawa  bapak itu dengan lemah


"Masyaallah... bapak tunggu dulu di sini sebentar ya..." Ujar Kianara dengan lembut


Kianara pun menuju bagian resepsionis dan meninta salah satu perawat untuk membeli makanan di salah satu kantin untuk sang bapak tadi.


"Suster... tolong belikan makanan untuk bapak yang ada di depan itu... yang enak ya"


"baik  bu...."

__ADS_1


"dan ini berikan kepada bapak itu juga(sembari memberikan beberapa lembar rupiah) sampaikan pesan dari saya  ,semoga bermanfaat"


"Baik bu..."


Suster tersebut pun setelah membeli makanan langsung menghampiri sang bapak yang berdiri di luar.


"Pak.. ini ada makanan untuk  bapak, dan ini juga ada sedikit rezki untuk bapak"


"Masyaallah terimakasih nak, tapi saya sedang menunggu wanita bercadar yang menggendong anak bayi, tadi dia masuk ke dalam rumah sakit"


"nama nya ibu Kianara pak, ini semua dari beliau, pesan dari ibu Kianara semoga bermanfaat"


"Masyaallah... sampaikan pesan terimakasih saya, semoga Allah selalu memberi kemudahan dalam segala urusan dan rezeki nya, keberkahan dunia akhirat...aamiin" ucap sang bapak sembari berdoa penuh ketulusan


"aamiin...baik pak nanti saya sampaikan"


Kianara dan Arafah sudah nampak di ruangan Aditya tapi Aditya sedang tidak berada di dalam ruangan.


"Seperti nya Abi lagi di ruangan pasien sayang... Kita tunggu Abi ya... baru kira sholat berjamaah"


Adzan dzuhur sudah berkumandang, tapi Aditya belum juga kembali ke ruangan.


Kianara masih setia menunggu sembari bermain di ruangan yang memang sudah tersedia untuk mereka di saat ke rumah sakit.


tiba tiba pintu ruang terbuka..


"Oh ya Rif... nanti kamu pastikan lagi keadaan pasien dan keluarga nya, seperti ada hal yang membuat mereka enggan untuk melakukan operasi" Ujar Aditya sembari duduk di kursi nya


"Baik Dok...segera saya cari info nya... kalau begitu saya permisi dok.."

__ADS_1


Aditya menganggukan kepala sebagai balasan dari ucapan Arif barusan.


Aditya masih duduk di posisi nya sembari menyandarkan kepala...


Seakan lelah nya hingga tidak menyadari bahwa ada 2 bidadari yang memperhatikan nya sedari tadi.


"Assalamuallaikum Abi...." salam Kianara  sembari mendekat ke arah Aditya


"Waalaikumsalam..."jawan Aditya dengan nada sedikit kaget


"Sejak kapan Umma di sini?? kok gak ngabarin"


tanya Aditya


"Udah 1 jam lah..." jawan Kianara sembari memijat2 ringan pundak Aditya


"Masyaallah...kenapa gak ngabarin??"


"Sengaja, hehehe.... Arafah aja sampai tidur tu di ruangan nungguin abi nya...Abi udah dzuhuran?? tadi rencana nya Umma mau nunggu Abi.. berhubung Arafah selesai Umma beri makan, trus tidur jadi Umma sholat duluan..."


"Astaugfirullah... ia Umma...Abi belum sholat, Abi sholat dulu ya..."


"ya udah Abi sholat dulu ya.. Umma siapkan makan siang, Umma udah laper...😁"


"Siapp...."


Selesai Melaksanakan Sholat dzuhur, Aditya dan Kianara pun makan siang dengan menu yang sudah di masak sendiri oleh Kianara.


Tak butuh bermewah mewah... tapi kebersamaan adalah keutamaan untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2